Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 52. Kepanikan Grace


__ADS_3

Ethan dan Vincent segera berlari menuju ke sumber suara. Olivette terlihat hampir tenggelam saat Grace mencoba mengajaknya berenang. Ini salahnya karena Grace tidak tahu jika Olivette tidak bisa berenang.


Ethan langsung menceburkan diri ke kolam renang untuk membantu Grace mengangkat istrinya. Olivette terlihat tidak sadarkan diri. Ethan merasa sangat bersalah.


Dibaringkan tubuh istrinya di tepi kolam. Ethan menggoyang pundak istrinya agar dia lekas sadar.


"Ethan, aku minta maaf," ucap Grace lirih.


Vincent mengambilkan bathrobe untuk menutupi tubuh istrinya. Dia kasihan sekali pada istrinya yang merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Olivette.


"Sayang, hei. Bangun! Kau akan baik-baik saja," ungkap Ethan lembut.


Andaikan dia tahu alasannya. Andaikan Ethan mau mendengarkan ucapan Olivette. Ini tidak akan terjadi.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Grace? Kenapa Olivette bisa seperti ini?" tanya Ethan.


"Kurasa dia tidak bisa berenang, Ethan. Aku yang memaksanya masuk. Dia terlihat seperti dejavu dengan air dan kolam renang ini."


Rasa bersalah Grace begitu tinggi. Ethan mencoba menekan dada Olivette agar wanita itu bisa bernapas dengan baik. Setelah itu, Ethan mencoba memberikan napas buatan agar istrinya itu lekas membuka matanya.


Saat yang dinantikan pun tiba. Olivette akhirnya membuka matanya. Tatapan matanya sayu. Dia seperti sedang mengalami syok yang luar biasa.


"Vincent, tolong ambilkan selimut!"


Vincent buru-buru mengambilkan bathrobe yang ada di dekatnya saat ini. Mereka memang menyiapkan bathrobe agar setelah berenang langsung bisa digunakan.


"Sayang, kau baik-baik saja?"


Olivette tidak menjawab apa pun. Kulitnya masih kelihatan pucat. Dia diam dan merasa ketakutan yang luar biasa.


"Sayang, aku minta maaf. Aku tidak tahu kalau kau tidak bisa berenang." Rasa sesal yang dirasakan Ethan sampai ke ulu hati. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang serius pada istrinya?


"Ethan, sebaiknya bawa istrimu ke kamarnya. Dia pasti syok berat. Kau bisa kan mengurusnya?" tanya Vincent.


Ya, Vincent benar. Hari ini hampir saja kehilangan segalanya, tetapi Ethan cukup sadar diri untuk tidak melakukan tindakan bodoh lagi. Bergegas Ethan membopong tubuh istrinya untuk dibawa ke dalam kamar.


Saat Grace merasa khawatir kemudian ingin mengikuti Olivette, Vincent melarangnya.

__ADS_1


"Jangan ikuti! Kau juga perlu mengganti pakaianmu. Ayo!" ajak Vincent.


"Tapi, Sayang. Aku merasa bersalah atas kejadian ini. Aku sangat bersalah sekali karena tidak tahu kalau—"


"Cukup, Sayang! Anggap saja ini adalah sebuah ketidaksengajaan. Lagi pula Olivette akan baik-baik saja. Percayalah!"


Vincent tidak mau istrinya khawatir. Bagaimanapun ini juga salah mereka semua yang tidak mau mendengarkan ucapan Olivette.


Olivette dibaringkan di atas ranjang. Ethan sebenarnya berniat mengganti bikininya dengan baju yang lebih hangat, tetapi ada rasa canggung di antara keduanya.


"Sayang, aku minta maaf. Apa kau memerlukan minuman hangat?"


Olivette sudah mulai terlihat perkembangannya. Saat Ethan duduk di tepi ranjang yang sangat dekat dengannya, sontak Olivette memeluk suaminya. Keduanya masih sama-sama basah karena Ethan juga belum berganti pakaian.


"Aku sangat takut, Ethan. Takut sekali. Aku minta maaf kalau belum bisa jujur padamu. Aku sangat trauma dengan kolam renang. Aku tidak bisa berenang. Aku takut sekali," lirihnya.


"Aku minta maaf, Sayang. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku salah karena tidak mau mendengarkanmu."


Olivette semakin mengeratkan pelukannya. Saat dirinya perlahan masuk ke kolam renang dengan air yang menurutnya akan membuat dirinya hilang dalam sekejap, hal yang diingatnya adalah nama suaminya, Ethan. Dia merasa harus bisa keluar dari sana dan mencurahkan segala cinta dan kasih sayangnya kepada sang suami.


Ethan melepaskan pelukan istrinya kemudian memandang lekat wajahnya. Dia menghapus buliran air mata yang lolos dari sudut mata istrinya.


"Jangan menangis. Aku minta maaf. Vincent sudah memperingatkan aku tentang ini. Maaf, aku mengabaikanmu. Apakah aku bisa membantumu mengganti bikini ini?"


Ya, bajunya masih basah. Saat ini Olivette merasa lemah sekali. Kalau sudah seperti ini, Ethan tidak tega membuat istrinya terus berada di kamar.


"Baiklah, aku akan membantumu mengganti baju. Tidak masalah, kan?"


Bukan perkara sulit. Hubungan mereka bukan sekadar suami istri, tetapi semuanya. Ethan dengan telaten mengganti bikini itu dengan baju santai. Tidak hanya itu, Ethan juga menguncir rambut istrinya. Terlihat leher jenjang yang sangat menarik. Ethan juga mengganti bajunya setelah menyelesaikan pekerjaannya.


"Apa kau akan melakukan hal seperti ini pada putrimu nantinya? Ehm, maksudku kau memperlakukanku seperti anak kecil."


"Tentu. Aku akan membuat putriku secantik mungkin, dan kau yang akan mendandani putra kita." Bayangan Ethan terlalu tinggi. Itu artinya keduanya harus memiliki anak kembar laki-laki dan perempuan.


Gen kembar yang dimiliki istrinya berpotensi melahirkan bayi kembar juga, bukan? Tidak seperti itu juga, tetapi keyakinan Ethan cukup tinggi.


"Terserah apa pun maumu. Bisakah kita ke meja makan? Aku sangat haus dan lapar sekali."

__ADS_1


"Kita akan ke meja makan. Lalu, aku akan memanggil Grace. Dia masih ketakutan dengan kejadian hari ini, Sayang."


Olivette hampir lupa. Jika dirinya hampir mati, maka akan ada orang lain lagi yang sedang memikirkan kondisinya.


Grace masih syok. Saat ini dia tidak bisa tenang berada di kamarnya. Dia terus mondar-mandir ke sana kemari. Rasanya ingin melihat kondisi Olivette. Apakah dia baik-baik saja? Atau, malah terjadi hal yang buruk?


"Grace, hentikan tingkah konyolmu itu!" Berulang kali Vincent mengingatkan bahwa Olivette akan baik-baik saja.


"Aku merasa tidak tenang, Vincent. Aku hampir gila karena melihat Olivette seperti itu. Aku ketakutan. Aku sangat takut sekali."


Grace terus saja mengungkapkan isi hatinya. Bersamaan dengan bunyi ketukan pintu. Bergegas Vincent membukanya kemudian melihat Ethan berdiri di sana.


"Ethan, Olivette baik-baik saja, kan? Aku sangat takut." Grace mendekat ke pintu.


"Dia baik-baik saja, Grace. Turunlah ke meja makan. Dia menunggumu," balas Ethan.


Wajah Grace berubah. Dia pun lekas keluar dari kamar. Betapa bahagianya saat melihat Olivette sedang menikmati minuman hangat di tangannya.


"Olive?"


Olivette menoleh. Dia tersenyum. Grace mendekat kemudian meminta maaf padanya.


"Olive, aku minta maaf. Sungguh, aku tidak tahu kalau kau tidak bisa berenang."


"Aku juga minta maaf, Grace. Aku tidak pernah menceritakan ini pada suamiku. Kau jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Duduklah!"


Kepanikan Grace sudah berakhir. Setelah ini dia berharap akan ada kebahagiaan yang menyelimuti keluarganya berikut Olivette.


"Terima kasih, Olivette. Kau wanita yang baik. Aku harap setelah ini kau segera memiliki anak dan kita menikmati kebersamaan ini hingga akhir hayat," jelas Grace.


Ya, salah satu tujuannya berlibur adalah untuk menenangkan diri dan melakukan program kehamilan. Selama ini Olivette sudah direndahkan oleh Wileen yang notabene adalah mantan istri suaminya sekarang. Lalu, jika nantinya Olivette bisa hamil, maka Wileen akan menjadi orang pertama yang menyesali keputusannya untuk meninggalkan Ethan.


...🍒🍒🍒...


Sambil menunggu update, silakan mampir ke karya yang Emak rekomendasikan. Semoga suka❤️


__ADS_1


__ADS_2