Gerbang Perselingkuhan

Gerbang Perselingkuhan
Bab 34. Raja dan Ratu


__ADS_3

Mendekati hari H pertunangan, semua orang semakin sibuk. Undangan pun sudah disebar. Seperti pada pagi ini, di meja kerja Will mendapatkan undangan pertunangan yang diletakkan Paul di sana.


Sepertinya asisten pribadinya itu melihat Will dengan tatapan mengejek. Pasalnya, setelah meletakkan undangan, Paul duduk di hadapan Will.


"Apakah Anda menyesal, Tuan?" tanya Paul.


"Kau bicara apa, Paul? Biarkan Olivette menikah dengan siapa pun, aku tidak peduli," ungkap Will dengan nada suara yang bergetar.


Saat memandangi undangan pertunangan bertuliskan nama Olivette dan Ethan sudah membuat mood-nya memburuk. Ada rasa cemburu menderanya. Terlebih saat mantan istrinya akan dimiliki oleh pria lain.


"Ucapan Tuan tidak senada dengan hati. Sebagai asisten pribadi, aku hapal betul suasana hati Tuan. Kurasa setelah Tuan bercerai, rasa kehilangan itu baru Anda sadari sekarang, bukan?"


Ah, lagi-lagi ucapan Paul menggiring opini bahwa Will belum rela membiarkan Olivette dimiliki pria lain. Terlebih Ethan adalah pria yang memiliki kualitas hebat dibandingkan Will.


"Aku tidak tahu bisa datang atau tidak, Paul."


"Ck, Anda sangat lucu, Tuan. Sejujurnya selama ini Tuan bersalah pada Nyonya Olivette. Tuan tidak sadar jika berhubungan dengan Nyonya Wileen akan menimbulkan dampak negatif. Sekarang, jika Tuan mencintainya, mengapa tidak menikah saja? Maaf, semakin Tuan mengulur waktu, kehamilan Nyonya Wileen akan semakin diketahui publik. Dampaknya akan membuat perusahaan terguncang, Tuan."


Setelah undangan, hal yang paling memusingkan adalah ucapan Paul. Pria itu mengatakan secara detail sebab akibat yang akan ditimbulkan di kemudian hari. Apa benar perasaannya mulai bimbang?


Sementara Ethan dan Olivette hari ini harus mengurus cincin pertunangan mereka. Clara sudah membuat janji temu dengan Tuan Hamlet, tetapi yang akan datang ke sana hanyalah Ethan dan Olivette saja.


"Ethan, urusan kantor serahkan pada Bella. Hari ini fokuskan pada cincin kalian."


"Ya, Ma. Aku sudah mengabari Bella. Namun, setelah urusanku selesai, aku akan kembali ke kantor," pamit Ethan.


"Jangan bekerja terus! Sesekali manjakan Olivette. Bukankah kau menikah untuk memiliki seorang anak? Jadi, mama harap jangan pernah membuat kesalahan untuk yang kedua kalinya. Cukup Wileen! Olivette adalah calon menantu terbaik mama. Jangan buat mama kecewa!"


Kalau boleh memberikan kilas balik ke masa lalu, sebenarnya Ethan selalu perhatian pada istrinya. Sayang, hal itu dipicu saat pertemuan kembali antara Will dan Wileen. Hal itu yang menyebabkan Wileen mulai bermain hati.


"Mama menyalahkan aku?"


"Tidak, Ethan. Mama hanya ingin pernikahan keduamu ini langgeng. Mama menginginkan Olivette menjadi wanita yang melahirkan penerus Soenser."

__ADS_1


Ya, semua itu demi keluarga besarnya. Ethan juga mulai jatuh cinta padanya. Semua ucapan Clara benar. Ini kesempatan emas dan Olivette adalah bagian terpenting dari hidupnya.


Berbeda dengan apa yang dilakukan Olivette dan orang tuanya. Mereka sedang menikmati sarapan pagi bersama.


"Kau sudah rapi, Sayang. Mau ke mana?" tanya Sophia.


"Mengurus cincin pertunangan dengan Ethan, Ma. Oh ya, mamanya Ethan berencana mengundang mantan menantunya dan aku pun mengundang Will," jelas Olivette.


"Apa kau gila? Ini hari bahagiamu!" tegur Zion.


"Papa, mamanya Ethan hanya ingin menunjukkan pada mereka bahwa kami bahagia," sanggah Olivette.


"Kau yakin dengan ucapanmu?" tanya Zion heran.


"Apa maksud Papa?"


Olivette sangat tidak bisa memahami papanya. Wajar karena selama ini Zion seperti menjaga sikap dan mendikte apa pun yang harus dilakukan Olivette.


"Kau saja belum mencintainya. Mana mungkin bisa menunjukkan kebahagiaan di hadapan orang banyak sementara hatimu masih belum. Lupakan Will! Dia sudah menjadi masa lalu. Apa papa harus membuangnya ke tempat yang jauh agar kau lupa?"


"Papa, Olive butuh waktu. Walaupun Ethan memberikan surga sekalipun, itu akan sangat sulit."


Sophia menyadari bahwa Olivette memang tipikal wanita yang sulit jatuh cinta, tetapi bukan berarti dia tidak bisa membuka hati untuk pria lain. Bahkan, menerima Ethan saja sudah merupakan caranya membuka hati. Mungkin dengan membangun kebiasaan yang intens.


Saat perdebatan itu belum usai, Ethan datang. Betapa terkejutnya saat dia tahu bahwa Zion dan Olivette sedang berdebat mengenai dirinya.


"Selamat pagi, Uncle!" sapa Ethan.


"Oh, kau datang. Kami minta maaf harus ribut di depanmu. Mau ikut sarapan atau—"


"Papa, biarkan Olivette langsung pergi. Ethan pasti sudah sarapan di mansionnya." Sophia memotong ucapan suaminya. Jika tidak, bisa saja membuat hubungan antara papa dan anak semakin renggang.


"Ayo, Sayang!" ucap Ethan.

__ADS_1


"Pa, Ma, Olivette pergi dulu."


"Hati-hati di jalan, Sayang. Jaga putriku dengan baik!" pesan Sophia.


Perasaan Olivette semakin tidak nyaman terhadap Ethan. Berada di mobil pun dia enggan membuka suara.


"Aku siap menunggu kapan pun kau bisa mencintaiku. Teruslah belajar walaupun aku sudah mulai memiliki rasa itu. Jujur, aku nyaman sekali berada di dekatmu. Aku tahu ini akan sulit bagimu, tapi tolong selalu berpikirlah positif tentangku, perasaanku, dan cintaku. Maka, aku yakin semakin cepat kau bisa berinteraksi denganku, rasa cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya," jelas Ethan memulai pembicaraan agar suasana tidak terkesan hening.


"Kau mendengar perbincangan kami?"


"Sedikit, tetapi aku tahu arah pembicaraan kalian. Terkadang aku heran padamu. Apa karena aku bukan Will sehingga kau terus menjaga jarak denganku? Ingat, sebentar lagi kita akan bertunangan. Setelah itu, kita akan menikah. Apakah aku harus menunggumu lagi? Aku tahu, kesiapan hati dan fisik itu pasti sejalan. Kau paham kan maksudku?"


Ethan benar. Will dan calon tunangannya adalah pria yang berbeda. Zion juga benar sudah memberikan peringatan padanya untuk lekas bisa mencintai Ethan. Bisa jadi bayangan papanya adalah ketika orang lain akan masuk lagi ke dalam kehidupan putrinya kemudian membuatnya porak-poranda.


"Maaf, ini memang berat. Aku akan mencobanya."


Ethan rasanya semakin tergila-gila pada Olivette. Susah sekali menaklukkan wanita itu. Semakin Olivette memberikan jarak, Ethan semakin kuat mengejarnya.


Saat mobil Ethan sampai di rumah Tuan Hamlet, mereka lekas turun. Ternyata Tuan Hamlet sudah menunggunya.


"Selamat datang. Wah, aku tidak menyangka akan bertemu dengan kalian sedekat ini. Ayo, silakan duduk!" ucap Tuan Hamlet.


"Terima kasih, Tuan," balas keduanya.


"Suatu kehormatan bagiku bisa menjadi bagian penting dari acara kalian. Pantas saja Nyonya Clara sangat antusias. Kalian bak Raja dan Ratu. Rasanya tahun ini akan menjadi pasangan paling romantis dan fenomenal," puji Hamlet.


"Anda terlalu berlebihan, Tuan. Mamaku pasti sudah mencuci pemikiran Anda tentang kami," ucap Ethan basa-basi.


"Ah, itu tidak mungkin. Pandanganku pada kalian tidak pernah salah. Ya, kehidupan kalian akan selalu bahagia ke depannya. Cuma saranku, saat kalian menghadapi masalah, coba dibicarakan baik-baik. Terus genggam erat pasanganmu dan saling percaya. Maka, hubungan kalian akan langgeng," pesan Hamlet.


Ethan terharu. Baru kali ini bertamu ke rumah orang kemudian mendapatkan pencerahan yang luar biasa. Ethan pun harus belajar dari kesalahan masa lalu.


...🌾🌾🌾...

__ADS_1


Sambil menunggu update, silakan mampir ke karya keren teman Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ❤️



__ADS_2