
Malam hadir begitu cepat. Urusan Olivette dengan kurir sudah selesai. Kini, mereka harus menikmati makan malam bersama. Clara meminta mereka untuk tepat waktu ke meja makan.
Ethan malah menghambat Olivette yang hampir saja turun. Dia masih penasaran, bagaimana mungkin Olivette bisa seberani itu?
"Aku butuh penjelasan. Biasanya yang paling agresif itu aku, mengapa hari ini kau begitu menantang? Apa kau ingin aku berkunjung menemui dua bayi kembar kita?"
"Ish, kau bicara apa? Bilang saja kalau kau ingin dimanja!"
Wajar kalau suami minta untuk dimanja, terlebih saat tahu istrinya sudah menjadi idola pria lain. Maksud Ethan, Olivette menjadi wanita yang amat sangat diharapkan oleh mantan suaminya, Will.
"Please! Dokter sudah melarangku berkunjung begitu lamanya. Aku ingin ituβ"
Suara ketukan pintu menghentikan ucapannya. Seorang maid sengaja diminta Clara untuk memanggil anak dan menantunya. Mereka terlambat turun ke meja makan sudah lebih dari 5 menit.
"Maaf, Tuan dan Nyonya. Nyonya Clara memintaku memanggil kalian untuk segera turun ke ruang makan." Maid tersebut langsung menyampaikan pesannya setelah pintu dibuka oleh Olivette.
"Iya, kami akan turun sekarang," balas Olivette.
Olivette kembali hanya untuk menggandeng tangan suaminya. Ethan lagi-lagi dibuat tertegun dengan kelakuan istrinya. Tiba-tiba mengungkapkan rasa cinta, lalu sekarang menarik tangan suaminya. Lalu, berikutnya apa lagi?
"Jangan tanyakan ungkapan cintaku lagi! Anggap saja kalau aku memang sudah amat sangat mencintaimu."
Kalau sudah seperti ini, biarlah apa pun dilakukan oleh Olivette. Asal Ethan menjadi satu-satunya pria yang menjadi pusat perhatian wanita seperti Olivette.
"Kalian ini bagaimana? Mama keburu lapar kalau menunggu drama kalian turun yang begitu lama," tegur Clara.
"Maaf, Ma. Hanya terlambat 5 menit," balas Ethan.
"Ini sudah 10 menit, Ethan! Lain kali kalau ada mama, jangan sampai makan malam terlambat!"
Olivette diam. Dia hanya bertugas menyiapkan makanan untuk suaminya. Selain itu, dia juga mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Rasanya walaupun sudah menjadi wanita hamil, kebiasaannya untuk menyiapkan makanan suaminya menjadi kebahagiaan tersendiri.
__ADS_1
Olivette membayangkan betapa bahagianya nanti jika kedua bayi kembarnya sudah dewasa. Mereka akan memiliki suami masing-masing. Lalu, suasana meja makan akan semakin meriah dengan adanya dua putri dan menantunya. Belum lagi anak-anak mereka. Uh, rasanya Olivette membayangkan terlalu jauh.
"Sayang, kenapa kau melamun?" tanya Ethan. Bahkan pertanyaan suaminya itu tidak lekas direspon.
"Olive, apa kau baik-baik saja?" Clara melihat pikiran menantunya sedang tidak ada di mansionnya.
Barulah saat Ethan menepuk pundaknya, Olivette tersadar.
"Hah, ada apa, Ethan?"
"Kau yang kenapa? Aku dan Mama bertanya, tetapi kau tidak merespon!"
"Maaf, aku sedang melamun saja. Mama, Olive minta maaf."
Clara tersenyum. Mungkin saja Olivette sedang membayangkan menggendong dua bayinya atau apa pun itu. Ah, biarkan saja asal dia bahagia.
Mereka melanjutkan makan malam dengan suasana tenang dan damai. Setelah makan malam, Clara berencana membicarakan gender reveal party yang sudah diputuskan akan digelar.
Ethan dan Olivette tampak bahagia bahwa Clara juga setuju. Walaupun mereka sudah tahu hasilnya, tetapi para tamu undangan pasti penasaran. Clara tidak melarangnya lagi, tetapi mereka harus mengirimkan hadiah dan beberapa bingkisan untuk anak-anak panti.
Saat Olivette dan Ethan bahagia akan melangsungkan gender reveal party, lain halnya dengan Wileen dan suaminya. Para tamu undangan sudah datang, tetapi orang yang diharapkan kedatangannya malah mengirimkan kurir. Hal itu menambah kesal Wileen.
"Ck, sudah kuduga kalau Olivette pasti tidak aka mau datang. Dia pasti malu kalau aku sudah melahirkan bayi laki-laki. Selain itu, wanita tidak beruntung itu mana berani memandang wajah semua tamu undangan. Tidak akan mungkin." Wileen terus saja membanggakan dirinya sendiri.
"Jangan sombong, Wileen! Mungkin saja Olivette tidak hadir karena sesuatu hal. Bisa saja kan dia sedang memeriksakan kandungannya," sahut Will agar istrinya itu menerima kenyataan bahwa Olivette tidak akan hadir.
"Apa kau bilang? Kandungan? Mana mungkin dia bisa hamil? Selama ini aku dan Ethan yang sudah menikah 8 tahun saja tidak kunjung hamil. Lalu, Olivette yang baru saja menikah dengannya tiba-tiba hamil. Ck, mungkin saja dia bermain serong di belakang mantan suamiku."
Namanya pikiran sudah jelek, sebahagia itu Olivette akan tetap dianggap buruk di mata Wileen. Terlebih pendengaran Wileen agak terganggu saat tahu Olivette tengah mengandung. Pasti Clara sangat mencintai menantunya itu. Harapan wanita itu memiliki keturunan dari Ethan sangatlah tinggi.
"Hemm, baiklah. Kalau memang dia tidak hadir, bukan jadi masalah untukku. Lain waktu aku akan memberikan kejutan padanya," gumam Wileen dalam hati.
__ADS_1
Acara pemberian nama itu berlangsung dengan sangat meriah. Terlebih para maid di mansion sudah banyak berubah. Sejak kehadiran Zack Wesly, suasana mansion semakin ramai. Zack Wesly memang sangat tampan dan lucu sekali.
Saat Wileen menikmati pestanya, Will malah sibuk sendiri di dalam kamarnya. Bukan kamar yang biasa ditempati dengan istrinya, tetapi Will malah masuk ke kamar lamanya. Wileen memang belum tahu, tetapi saat tahu kalau suaminya mencoba mengingat kejadian dengan Olivette. Maka Wileen akan mengamuk kemudian Will akan menyesal.
Hal itu baru disadari saat para tamu ingin berpamitan dengan Will. Wileen mencari suaminya ke kamar hingga ruang kerjanya tak juga ditemukan.
"Sebenarnya Will ke mana?" tanya Wileen pada salah satu maid.
"Maaf, Nyonya. Setahuku, Tuan Will masuk ke kamar lamanya."
Telinga Wileen rasanya semakin panas. Dia perlu membuktikan bahwa ucapan maid tersebut benar.
"Kalau begitu tolong handel dulu para tamu undangan yang berniat pamit. Kalau mereka ingin pulang, silakan saja!"
Kekesalan Wileen memuncak saat tahu kalau suaminya sedang bernostalgia dengan masa lalunya. Wileen masuk tanpa mengetuk pintu. Dia melihat ruangan itu masih seperti sebelumnya. Banyak foto-foto Olivette yang terpajang di sana. Bahkan, foto pernikahan Will di masa lalu juga masih belum diturunkan.
"Will, apa-apaan ini?" teriak Wileen.
Sontak Will terkejut kemudian meletakkan pigura foto ke atas nakas. Fotonya bersama Olivette saat mereka masih bersama dan saling mencintai.
"Kenapa kau masuk ke sini? Bukankah aku sudah bilang kalau kau tidak boleh menginjakkan kaki di kamar ini?" Will tentu saja masih ingat semua peraturan yang dibuat untuk Wileen.
"Aku terpaksa masuk ke kamar ini karena para tamu mencarimu. Kauβ"
"Cukup, Wileen! Jangan buat alasan atau drama di hadapanku. Aku sudah muak!"
Muak katanya. Sungguh, Wileen merasa sakit hati karena perbuatan Will. Bisa-bisanya Will mempermainkan perasaan Wileen. Walaupun Will hanya masuk ke kamar lamanya, tetapi dengan melihat ataupun mengenang masa lalu bersama mantan istrinya serasa Wileen menjadi pengganggu di antara keduanya.
"Kalau kau muak, kenapa tidak menceraikan aku saja? Zack akan tinggal bersamaku. Sementara kau akan tinggal bersama kenangan yang hanya akan menjadi angan saja!" Wileen akan mengancam Will menggunakan putranya.
...πππ...
__ADS_1
Hai, Guys. Sambil menunggu update, yuk mampir karya keren dari Bestie Emak. Jangan lupa tinggalkan jejaknya β€οΈ