
Istrinya masih dalam ruang operasi, tetapi Ethan sudah tidak sabar untuk mengetahui nama putrinya.
"Sabar, Sayang. Tunggu sampai aku pindah ke ruang rawat," ucap Olivette lirih.
Beberapa jam kemudian, Olivette baru dipindahkan ke ruang perawatan. Para orang tua sudah tidak sabar menunggu waktu terbaiknya, yaitu pemberian nama pada cucu-cucu mereka.
"Bagaimana kondisimu, Sayang? Apa kau baik-baik saja? Apakah terasa sakit?" tanya Sophia mengkhawatirkan putrinya.
"Olive baik, Mam. Rasanya bahagia sekali bisa memiliki dua bayi mungil yang menggemaskan."
Padahal dia belum bertemu lagi dengan putrinya setelah melahirkan. Kata dokter, beberapa jam lagi bayinya akan diantar ke ruang rawat dengan box masing-masing.
"Selamat, Sayang! Papa sangat bahagia atas kelahiran putrimu. Jaga dan rawatlah dengan baik. Jadikan mereka orang-orang yang berhasil. Oh ya, setelah perayaan penyambutan putrimu di mansion, papa akan memberikan kabar baik," jelas Zion.
"Kabar baik apa, Papa?" tanya Olivette penasaran.
"Kejutan. Tunggu sampai waktunya tiba," jawab Zion.
Tidak lama kedua bayi mungil itu pun masuk ke kamar mamanya. Walaupun mereka dilahirkan lebih cepat dari jadwal, tetapi dua bayi mungil itu bukan bayi prematur. Semuanya normal dan begitu cantik.
"Nah, semuanya sudah di sini. Mama pun penasaran dengan nama-nama cucuku. Rasanya baru kemarin melihatmu hamil kemudian melahirkan," ungkap Clara.
Kebahagiaan mereka bertambah saat Ethan baru saja masuk dengan membawa buket bunga yang begitu indah. Ini adalah hadiah pertamanya untuk sang istri setelah mereka memiliki anak.
"Hai, Sayang. Bagaimana keadaanmu? Maaf, aku tadi keluar sebentar. Aku bingung mau memberikan hadiah apa untukmu?" tanya Ethan.
"Hadiahmu sudah sangat luar biasa, Sayang. Lihat!" Olivette menunjuk dua bayi mungil yang tidak jauh dari tempatnya sekarang.
"Jadi, apakah aku sudah bisa mendengar namanya?" tanya Ethan.
"Ethan, kami pun sedang menunggu," sahut Sophia.
"Ya, baiklah. Apakah kalian sudah siap mendengarkan namanya?"
__ADS_1
"Tentu!" jawab mereka serempak.
Bayi pertama yang keluar duluan dianggap sebagai kakak oleh Olivette. Dia memiliki nama yang sangat unik untuk keduanya.
"Kakaknya aku beri nama Meriel Hilary Soenser, sedangkan adiknya Maribel Hilary Soenser."
Binar wajah bahagia terlihat jelas di mata Ethan. Kedua putrinya sudah memiliki nama. Tinggal bagaimana kelanjutan persiapan penyambutan dan perayaan kelahiran bayi kembarnya.
"Hai Meriel dan Maribel. Aku adalah daddy-mu. Apakah kalian mau daddy gendong?" tanya Ethan antusias.
Sebenarnya dia ingin menggendong Meriel, tetapi Maribel malah menangis seolah cemburu daddy-nya akan menggendong sang kakak.
"Nah, kau sekarang kebingungan, bukan? Kedua anakmu ingin bersamamu. Sekarang, kau mau pilih yang mana? Kalau kau menggendong Meriel, Maribel pasti akan protes. Sebaliknya kalau kau memilih Maribel, Meriel akan berteriak. Rasakan saja!" seru Zion seolah menertawakan kehidupan menantunya.
Zion teringat pada masa lalu putrinya. Si kembar yang salah satunya telah tiada. Sesaat dia melamun, kemudian tersenyum saat teringat pada cucu kembarnya.
"Papa, Meriel dan Maribel sudah mengganti kehidupan baru Papa. Tolong jangan sedih lagi. Lain waktu kita akan mengunjungi makam Olivia," ucap Olivette.
Zion mengangguk. Sophia terlihat sangat bahagia sekali. Kehadiran cucunya akan membuat Zion melepaskan semua aset yang dimiliki untuk diberikan kepada Ethan sebagai hadiah. Setelah itu, dia akan hidup sederhana di sebuah kampung yang menjadi impiannya. Dia akan membuat kolam kemudian memelihara ikan. Selain itu, dia akan membuat kebun anggur yang dicita-citakan sejak lama.
Saat kebahagiaan Ethan sangat luar biasa, di sisi lain Will merasa kesal. Wileen meninggalkannya bersama dengan putranya, Zack. Suasana mansionnya semakin sepi. Will selalu saja marah-marah. Terkadang dia pulang larut malam dalam keadaan mabuk.
Beberapa maid sudah mengingatkannya. Terlebih perbedaan sikap antara Olivette dan Wileen begitu jelas. Suasana mansion sudah tidak seperti dulu sehingga salah satu maid mencoba memberikan solusi.
"Tuan, sebaiknya Anda temui Nyonya Olivette. Luka yang Anda terima karena rasa sakit hati mantan istri Anda. Anda pun belum meminta maaf padanya, bukan? Keburukan yang Anda terima saat ini adalah akibat dari perbuatan Anda di masa lalu. Boleh saja Anda tidak mendengar perkataanku, tetapi aku sebagai maid senior di sini merasa sangat berharap jika Nyonya Olivette kembali. Namun, itu tidak mungkin lagi."
Maid benar. Setidaknya dia harus meminta maaf. Barulah setelah itu Will akan mengurus kelanjutan hubungannya dengan Wileen.
Will bisa bertemu dengan Olivette di mansion suaminya. Maka dari itu, Will sengaja datang ke sana walaupun dia merasa perseteruannya dengan Ethan belum juga berakhir.
Melewati gerbang mansion Ethan, dia merasa suasana mansion sangat sepi. Dia bisa masuk ke halaman mansion karena mengatakan sudah membuat janji temu dengan Ethan. Penjaga tidak bisa menolaknya.
Setelah turun dari mobil, Will bergegas menekan bel mansion. Tidak lama, salah satu maid membuka pintunya. Will merasa kalau senyuman maid tersebut seperti sedang menanti kehadiran tuannya.
__ADS_1
"Maaf, Anda siapa, Tuan? Kami kira yang datang Tuan Ethan," ucap Maid.
Kini Will tersenyum. Rupanya Ethan sedang tidak ada di mansion. Itu artinya ini adalah kesempatan bagus Will menemui Olivette.
"Aku Will. Bisa bertemu dengan Nyonya Olivette?"
"Oh, maaf, Tuan. Nyonya sedang di rumah sakit."
"Rumah sakit? Apa dia sedang sakit?" tanya Will cemas.
Maid menggeleng.
"Lalu?" tanya Will lagi.
"Nyonya Olivette melahirkan, Tuan. Jika Anda ingin bertemu dengannya, mungkin bisa datang ke rumah sakit," saran maid.
Will tidak tahu jika nantinya dia akan bertemu dengan mantan mertuanya. Zion pasti tidak akan senang saat tahu Will ada di sana. Tanpa menunggu kelanjutan pembicaraannya dengan maid, Will bergegas ke rumah sakit. Tak sulit menemukan keberadaan Olivette karena dirinya terlahir sebagai wanita terhormat. Jelas dia akan berada di rumah sakit yang tempatnya di ruang VVIP.
Buru-buru berjalan menuju kamar rawat Olivette setelah mendapatkan informasi dari resepsionis. Tidak ada pesan khusus yang disampaikan karena Will mengaku sebagai kerabatnya.
Will mengetuk pintu. Keluarga besar Olivette mengira kalau itu suster atau perawat yang kebetulan berhubungan dengan Olivette atau kesehatan putrinya. Nyatanya saat Ethan membuka pintu, tatapannya beradu dengan Will.
"Siapa, Sayang? Mengapa tidak disuruh masuk?" tanya Olivette.
Ethan menoleh sejenak ke arah istrinya, kemudian beralih menatap Will. Hari bahagianya ini baru saja dimulai. Saat semua orang belum tahu siapa yang datang, bergegas Ethan mendorong Will untuk mundur kemudian menutup pintunya. Ya, Ethan dan Will berada di luar kamar rawat Olivette.
"Ada urusan apa kau ke sini?" tanya Ethan. Baru kali ini Ethan merasa kalau Will sedang merencanakan sesuatu.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Olivette. Ada urusan yang harus kami selesaikan," jelas Will.
Ethan tidak terima jika Will mencoba mendekati istrinya sekarang. Hampir saja ribut dengan Will, tiba-tiba seseorang berada di belakangnya sehingga keduanya terkejut.
...🌾🌾🌾...
__ADS_1
Hai, Guys. Sambil menunggu update, jangan lupa mampir ke karya keren milik teman Emak, yah. Ceritanya juga tidak kalah kerennya. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejaknya ❤️