
Hubungan Will dan Wileen sudah retak saat Wileen tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Dia lantas menantang Will untuk menceraikannya, tetapi Will menolak dengan alasan Wileen tidak bisa menghidupi Zack. Namun, Wileen tidak mau menyerah begitu saja.
"Kalau begitu bawa Zack bersamamu! Aku akan hidup dengan pria yang sangat mencintaiku. Selama ini dia juga sudah membantu kehidupanku. Jadi, untuk apalagi kita bertahan, Will?" tantang Wileen.
"Oh, ya? Kau melompat dari pria satu ke pria lainnya hanya untuk kesenanganmu semata, Wileen. Aku tidak menyangka bahwa kau adalah wanita murahan!" ejek Will.
Wileen tidak peduli. Biarkan dia disebut murahan, tetapi harga dirinya begitu tinggi. Sebagai wanita yang suaminya tidak bisa melupakan mantan istrinya, lalu untuk apa Wileen bertahan? Dalam tidurnya, Will pun masih menyebut nama Olivette, bukan namanya.
"Sudah kuputuskan, Will. Kita akan bercerai. Kau akan membawa Zack bersamamu. Itu adil, bukan?" tanya Wileen.
Sejak putusan itu dibuat, Wileen pun akhirnya dekat dengan Yuval. Walaupun keduanya belum resmi bercerai, tetapi Yuval bisa menerima kehadiran Wileen dengan baik. Terlebih Wileen datang tidak dengan bayinya. Itu artinya Yuval harus menerima Wileen dengan tangan terbuka.
Itulah alasannya mengapa Yuval dan Wileen bisa datang bersama ke acara yang digelar oleh Ethan. Mereka membaur dengan para tamu undangan. Banyak yang bertanya-tanya tentang hubungan yang terjalin antara Wileen dan Yuval. Bukannya menjadikan bayi kembar Meriel dan Maribel trending topik, malah hubungan Yuval dan Wileen lah yang menjadi perbincangan.
"Jadi, kapan kalian akan menikah?" tanya Ethan pada Yuval dan Wileen.
Olivette pun ada di sebelahnya. Sehingga wanita itu tidak perlu lagi cemburu pada Ethan. Menurut Bella dan Ethan sendiri, cintanya kepada Olivette sudah sangatlah kuat.
"Setelah Will menceraikan aku," jawab Wileen.
"Kau tidak kasihan pada Zack, Wileen? Dia darah dagingmu. Apa kau tidak ingin bersamanya?" Olivette sangat penasaran.
__ADS_1
Wileen menggeleng. Sudah menjadi kesepakatan dengan Yuval bahwa Wileen akan melepaskan Zack untuk suaminya. Wileen sama sekali tidak menyesali keputusannya.
"Apa pun keputusanmu, jangan pernah lupakan Zack, Wileen. Kau akan menyesal telah menjauhkanmu darinya. Dia hanya akan peduli pada Will ketimbang dirimu," pesan Ethan.
Sebagai mantan suaminya, Ethan tidak ingin menjerumuskan Wileen ke dalam lembah nista terlalu jauh. Semua orang juga paham siapa Yuval sebenarnya. Dia hanya ingin kesenangannya saja tanpa mempedulikan perasaan orang lain.
"Kau jangan khawatir, Ethan. Mantan istrimu, mantan istri Will, dan calon istriku ini akan baik-baik saja bersamaku. Kami akan membuat Zack lain lagi. Maksudku, kami akan membuat adiknya Zack. Kau tahu kan kalau aku juga belum memiliki anak?" ungkap Yuval.
Entah, ucapan Yuval sungguh membuat Olivette mual. Sebagai sesama kaum sosialita, seharusnya Yuval bisa menjaga sikap. Terlebih masalah hubungan intim seperti itu. Tidak perlu diumbar di depan banyak orang.
Sebenarnya perayaan ini sudah selesai. Namun, beberapa para tamu undangan sedang menikmati hidangan yang sudah disediakan. Selain itu, mereka juga diizinkan untuk bertemu dengan baby twin yang saat ini bersama kedua Grandmanya. Meriel bersama Clara, sedangkan Maribel bersama Shopia. Zion pun berada di tengah-tengahnya. Terlebih saat kedua cucunya itu terlihat cantik dan bersinar. Seperti mengingat kenangan di masa silam saat Olivette dan Olivia hadir di antara mereka.
"Aku pasti akan merindukan mereka, Shopia. Lihatlah, betapa lucunya kedua bayi mungil ini. Rasanya aku tidak sanggup jauh dari mereka," jelas Zion.
"Aku akan sangat bahagia jika kalian memutuskan untuk tinggal di sini. Setidaknya kita bisa menikmati hari tua bersama-sama. Bukan begitu, Shopia?" sahut Clara.
Para orang tua itu sudah tersihir dengan kecantikan kedua cucu mereka. Terlebih kabar Grace yang sudah melahirkan bayi laki-laki juga masuk di dalam topik pembicaraan ini.
"Kau benar, Clara. Kita akan bahagia sepanjang hari menikmati masa pertumbuhan kedua cucu kita," tegas Shopia.
Sepertinya Zion sedang mempertimbangkan saran Shopia dan Clara. Selama ini mereka tinggal di hotel. Jika keputusan sudah dibuat, maka mereka akan tinggal di apartemen yang tidak jauh dari mansion menantunya.
__ADS_1
Saat mereka sedang membicarakan masa depan masing-masing, lain halnya dengan Will. Dia justru sibuk mengurus perceraiannya dengan Wileen. Paul Yale sebagai asistennya turut sedih dengan keputusan yang diambil tuannya.
"Tuan, mengapa Anda harus bercerai lagi dengan Nyonya Wileen? Apa menurut Anda, dia bukan wanita yang sempurna? Lalu, Anda akan menyesal sudah melepaskannya seperti Nyonya Olivette di masa lalu," jelas Paul.
Terkadang, Paul ingin sekali memaki Will dengan segala umpatannya. Pria itu sudah menikah sebanyak dua kali dan akan menduda untuk yang kedua kalinya. Parahnya, para mantan istrinya selalu mendapatkan pengganti yang lumayan baik ketimbang Will sendiri.
"Itu bukan urusanmu, Paul. Lebih baik kerjakan apa yang kuminta. Lebih cepat akan jauh lebih baik," balas Will dengan nada bicara yang lumayan kasar.
"Baiklah. Kuharap ini akan menjadi pernikahan terakhir Anda, Tuan. Maaf, terkadang aku merasa bahwa Anda tidak bisa menjaga pernikahan itu sendiri. Anda selalu memutuskan hubungan sesuka hati Anda. Anda terlalu arogan, Tuan. Kuharap tidak akan ada lagi wanita selanjutnya yang Anda nikahi kemudian bercerai!"
Bukannya mengakui kesalahannya, Will justru menatap tajam ke arah Paul. Dia kemudian melontarkan kata-kata yang tidak pernah masuk ke dalam hati nurani Paul sendiri.
"Kau akan merasakan apa yang kurasakan, Paul. Saat kau berada di posisi terjepit kemudian harus memilih. Di situlah kau akan mengingat betapa cerai lebih penting ketimbang bertahan!" tegas Will.
Bosnya semakin hari tidak terkendali. Pria itu seakan membenarkan semua kejadian yang menimpanya.
"Aku harap itu tidak akan pernah terjadi padaku, Tuan. Cukup Anda sendirilah yang merasakannya. Kalau aku menemukan wanita yang baik, seburuk apa pun dia, jika masih bisa diperbaiki, maka aku akan mencobanya. Namun, jika semuanya harus berakhir seperti ucapan Anda, setidaknya aku tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk membahagiakannya."
Setiap orang memiliki pemikiran berbeda. Hanya saja Paul tidak paham dengan pemikiran Will. Sejauh ini wanita yang seharusnya menjadi ratu kemudian membesarkan namanya hanyalah Olivette seorang. Daripada bosan mendengar ceramah tidak bermutu dari Will, Paul mencoba membuka sosial media. Rupanya di sana sedang trending topik mewariskan perusahaan kepada penerus cucu Phoenix. Ethan sudah resmi menerimanya dan menandatangani berkas pemberian mertuanya, Zion Phoenix.
"Anda pasti menyesal setelah membaca ini, Tuan." Paul menunjukkan berita yang sedang heboh di jagad bisnis kaum sosialita yang mencantumkan nama Ethan Reagan Soenser beserta istrinya, Olivette Phoenix. Mereka mendapatkan perusahaan Phoenix untuk diberikan kepada salah satu cucunya.
__ADS_1