
~CALON SEKRETARIS BARU.
###
Roda empat milik Galang terparkir sempurna di pelataran parkir Firma Hukum miliknya. Semenjak menikah dengan Amara, Galang sengaja membawa mobilnya sendiri lantaran tidak ingin ada yang menggangu kebersamaannya dengan sang istri. Bisa berangkat bersama ke kantor, merupakan suatu hal yang sangat berharga baginya. Tak masalah, jika setiap harinya dia harus berjibaku dengan kepadatan lalu lintas, asalkan ada Amara di sisinya yang selalu setia menenangkan di saat dirinya terasa penat dan jengah.
Seperti biasa pula, Galang selalu membukakan pintu untuk Amara. Memperlakukan wanita pujaannya bak seorang ratu sehingga membuat beberapa karyawannya merasa iri akan hal itu. Semua orang yang bekerja padanya sudah mengetahui status mereka yang kini tak hanya sebatas rekan kerja, melainkan juga sebagai rekan hidup.
Sempat ada omongan-omongan yang kurang baik mengenai hal itu. Hubungan Galang dan Amara yang terbilang sangat singkat, tiba-tiba berubah statusnya. Jelas saja mengundang komentar negatif dari beberapa staf kantor. Namun, Amara tidak terlalu ambil pusing akan ocehan tak berfaedah mereka. Toh, Galang mencintainya, dan selalu mendukungnya. Jadi, untuk apa memusingkan hal yang hanya akan membuat moodnya rusak.
Seperti saat ini, Galang menggandengnya dengan erat saat memasuki lobby. Hal ini terjadi setiap hari dan sudah menjadi konsumsi para staf di sana. Seakan, Galang bangga memamerkan statusnya yang telah menikah lagi dengan seorang perempuan cantik seperti Amara.
Semua mata pun selalu tertuju pada kedua insan itu, sepanjang berjalan memasuki lift sampai menuju lantai atas, Galang tak pernah sedikit pun melepas genggamannya. Amara bisa apa? Jika sang pemilik kantor sekaligus suaminya itu sudah berkehendak demikian. Dia hanya pasrah dan menurut meski kadang ada rasa sedikit tidak enak.
"Sayang, kamu ikut aku dulu ke ruangan. Ada yang mau aku omongin ke kamu," pinta Galang kepada Amara yang hendak menuju ruangannya. Semenjak status Amara yang berubah, Galang memberikan ruangan khusus untuknya. Dengan alasan, dia tidak mau ada yang melirik istrinya itu seenaknya.
Amara memutar tungkai, tangannya yang semula menempel di hendel pintu dia turunkan, lantas menatap Galang yang berdiri di sisinya.
"Sekarang?" tanyanya yang segera diangguki sang suami.
"Iya. Masa tahun depan?" Galang terkekeh, selanjutnya mencubit gemas dagu Amara. "Ayo." Dia menggandeng tangan Amara yang mencebik, berusaha mensejajarkan langkah kaki Galang yang lebar-lebar.
"Pak."
Langkah keduanya terhenti serentak, lalu menoleh ke arah sumber suara yang tidak asing di telinga. Kevin berdiri di balik punggung mereka dengan seorang perempuan.
"Kev." Tatapan Galang langsung tertuju pada Kevin yang selalu tampil rapi dan sesuai dengan usianya. Kemudian, bola matanya bergulir ke sisi kiri untuk menatap seseorang yang berada di samping pemuda itu. "Dia yang kamu bicarain tadi di telepon?" Telunjuknya yang bebas menunjuk perempuan dengan penampilan tak biasa. Perempuan muda, cantik, dan sangat...
__ADS_1
Galang cuma menghela pendek ketika disuguhkan pemandangan yang sangat menggoda imannya. Calon sekretaris baru yang dibawa Kevin, kenapa berpenampilan begitu terbuka. Baju ketat pas bodi, mencetak setiap lekukan tubuhnya yang berisi. Sementara rok yang dikenakan juga seperti minim bahan. Terlalu ketat dan pendek, sehingga Galang bisa melihat bentuk kaki jenjang nan mulus itu.
Sangat berbeda sekali dengan penampilan Amara waktu pertama kali datang ke kantor ini. Sopan dan elegan, tetapi mampu menarik perhatiannya pada pandangan pertama.
Kevin menganggukkan kepala sebagai jawaban, lalu dia menyebutkan nama perempuan yang sebentar lagi menjadi rekan kerjanya.
"Namanya Tania, Pak." Lantas, Kevin menolehkan kepalanya ke samping, lalu berbisik pada Tania. "Dia Pak Galang. Ayo, perkenalkan diri kamu."
Tania mengulas senyum seraya mengangguk. Tangannya terjulur ke depan Galang, kemudian dia berucap, "Perkenalkan, saya Tania Putri." Bola matanya menyorot calon atasannya itu dengan tatapan penuh arti. Di dalam hati Tania berdecak kagum akan sosok Galang yang menurutnya sangat tampan dan menawan.
'Gila! Ganteng banget! Badannya perfek abis! Tinggi, kekar, gagah, matanya ... ya ampun ... bikin meleleh.'
"Ekhm!" Deheman Galang menyentak lamunan Tania. Gadis itu kikuk setengah mati saat telapak tangannya bersentuhan dengan telapak tangan Galang yang kokoh. "Saya Galang. Dan, ini ... istri sekaligus sekretaris saya, Amara." Dengan bangga Galang memperkenalkan Amara, dia bahkan merangkul pinggang ramping itu dengan posesif.
Amara yang sejak tadi menahan kesal saat melihat Tania, kini tersenyum dengan pongah. Memamerkan diri di depan calon sekretaris baru suaminya itu yang dia pikir terlalu centil. Dia tidak suka dengan gaya berpakaian Tania yang sangat-sangat menyakiti mata. Ditambah dengan warna lipstik merah menyala yang melekat di bibir gadis itu. Sungguh, membuat Amara ingin sekali menghapusnya dengan tisu saat ini juga.
"Perkenalkan, saya Cinta Amara." Tanpa ragu Amara menarik paksa tangan Tania yang belum lepas menjabat tangan Galang. Tersenyum miring, lantas sedikit memberi penekanan pada telapak tangan Tania. Dia merasa tak terima saat ada perempuan lain yang berani menggoda suaminya. Niat Tania bahkan sudah terbaca oleh Amara, sejak awal gadis itu memperkenalkan diri.
Suara yang sengaja dibuat mendayu-dayu, lalu pakaian yang minim bahan. Semuanya sudah sangat terlihat jelas, jika Tania bukan sekadar ingin melamar menjadi sekertaris, melainkan juga berniat menggoda Galang.
Tania meringis kecil, saat remasan di telapak tangannya semakin terasa. "Tania." Buru-buru dia menarik tangannya dari genggaman Amara yang masih menampakkan senyum penuh arti.
"Ayo, silakan masuk ke ruangan saya." Galang menginterupsi Tania, dia lalu memandang Amara. "Sayang, ayo."
Amara menoleh. "Ayo, Mas."
"Kev, kamu tolong siapkan meja buat Tania. Dia bisa bekerja di tempat yang dulu," titah Galang kepada Kevin yang masih setia berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Baik, Pak." Kevin mengangguk, lantas memutar badan, meninggalkan ketiga orang tersebut yang kini masuk ke ruangan Galang.
"Silakan duduk," ucap Galang begitu berada di dalam ruangannya. "Sayang, duduk sini." Dia menuntun sang istri duduk di sampingnya.
Sedangkan Tania duduk berseberangan dengan kedua pasangan tersebut. Gadis itu nampak tak suka kepada Amara. Kenapa juga harus ada wanita itu di ruangan ini—pikirnya.
Cara duduk Tania menjadi pusat perhatian Amara. Apakah pantas, jika seorang sekretaris duduk seperti itu? Menyilangkan kaki, mempertontonkan paha mulus di depan calon atasannya. Ck!
Harusnya, Tania bisa menjaga kesopanan dan cara bersikap yang benar. Sebagai seorang perempuan, Amara saja risih dengan pemandangan itu. Entah, dengan suaminya. Apakah Galang juga merasakan hal yang sama atau justru malah menikmatinya.
Sudut matanya melirik Galang yang saat ini sedang sibuk memeriksa dokumen yang di sodorkan Tania beberapa detik yang lalu. Amara memerhatikan suaminya dalam diam, sesekali dia mengarahkan pandangan ke Tania yang juga terdiam.
Sampai di menit berikutnya, suara khas Galang memecah keheningan di ruangan yang terasa panas itu. "Jadi, kamu baru lulus kuliah? Usia kamu juga masih muda. Ini pekerjaan pertama kamu?" Lelaki itu memberondong banyak pertanyaan setelah selesai membaca data diri Tania.
"Iya, Pak. Saya baru aja lulus kuliah. Dan, ini pekerjaan pertama saya." Tania menjawab pertanyaan Galang dengan nada bicara yang sama. Dibuat-buat dan sangat menggangu telinga Amara yang mau tidak mau ikut mendengarkan.
"Oke. Enggak masalah. Saya rasa itu enggak terlalu penting. Asal kamu mau bekerja keras dan berusaha sebaik mungkin," ucap Galang menanggapi.
Amara langsung menoleh cepat ke suaminya. Ucapan yang dia dengar beberapa bulan yang lalu saat pertama kali dia melamar di sini. Semuanya masih sama. Kata-kata yang membuat hatinya terkesan pada pertemuan pertama kala itu. Apakah suaminya ini tidak punya pikiran negatif sama sekali kepada seseorang yang baru saja dikenalnya?
'Mas Galang emang baik. Tapi aku takut, kebaikan dan sikapnya ini disalah artikan.' Amara membatin sembari melirik tajam ke arah Tania.
###
bersambung...
Wah wah! Ada saingan baru nih!😅
__ADS_1
Lanjut ga nih??🤣