Hanya Anak Angkat

Hanya Anak Angkat
49. Tidak Tahu Terimakasih


__ADS_3

Andi, Rico, dan Alina mulai memakan makanannya, namun Rena masih sibuk melihat hasil foto mereka. Senyumnya mengembang melihat hasil foto tersebut yang sangat indah dipandang. Tak segan, Rena langsung mengupload foto mereka di akun sosial medianya dengan caption 'double date❤'.


"Sayang, makanlah dulu. Nanti lagi main ponselnya," tegur Andi pada pacarnya.


Rena menatap ke arah Andi saat mendengar suaranya.


"Sorry, aku baru saja mengupload foto-foto kita di akun sosial mediaku," ucap Rena dengan tersenyum senang. Setelah itu dia meletakkan ponselnya di atas meja dan mulai menyantap makan malamnya.


Makan malam yang diiringi dengan obrolan ringan membuat suasana terasa hidup. Planning liburan pun mereka bahas dengan bersemangat karena ini pertama kalinya mereka akan berlibur dengan tema double date.


"Sayang, aku tadi membelikan kita baru couple loh. Nanti kita pakai saat di pantai ya," ucap Rena kepada Andi.


"Oh ya, Alina juga membelikan untuk kamu, Co," sambungnya kemudian.


Rico mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Rena. Lalu dia menatap ke arah Alina dengan tatapan heran.


"Rena memaksa," ucap Alina dengan tak bersemangat. Jujur saja dia tidak pernah memakai pakaian couple bersama seorang pria. Apalagi saat melihat pasangan yang memakai pakaian couple, rasanya alay sekali, pikir Alina. Namun karena Rena terus memaksanya, dia tidak punya pilihan lain selain mengiyakan.


Rico pun yang melihat reaksi dari pacarnya itu lantas tersenyum geli. Mungkin akan terkesan menggelikan saat mereka memakainya nanti, tapi sepertinya lucu juga jika dia dan Alina memakai pakaian couple. Sepertinya liburan kali ini akan jauh lebih menyenangkan dari biasanya. Dia jadi tidak sabar menunggu hari itu tiba.


Cukup lama mereka berada di restoran itu dan makanan di atas meja juga sudah habis tak bersisa, kini mereka memutuskan untuk segera pulang.


Alina yang tadi bersama Rena kini ikut bersama Rico, sementara Andi ikut ke mobil Rena. Mereka akan pulang dengan terpisah karena rumah Alina dan Andi tidak satu arah.


Saat Alina memindahkan barang belanjaannya dari mobil Rena, Rico dan Andi sangat terkejut melihat bagasi Rena yang tak tersisa ruang selain untuk kantung belanjaan.


"Kalian belanja sebanyak ini?" tanya Rico dengan raut tak percaya.


"Rena memaksa," ucap Alina lagi dengan kalimat yang sama seperti sebelumnya.


"Astaga, Ren. Kamu mau belanja buat pindahan atau gimana ini?" ucap Rico dengan tak habis pikir atas apa yang dilakukan wanita itu.


"Ribet banget sih, Co. Kayak nggak pernah belanja aja," ucap Rena dengan tanpa dosa.

__ADS_1


"Kamu kayak nggak kenal Rena aja, Co." Kini Andi pun ikut menyahuti perkataan Rico. Pacarnya itu memang jika jiwa shopping-nya sudah keluar, satu mall juga bisa-bisa dibeli olehnya. Untung saja dia tidak pernah mempermasalahkan sifat Rena yang satu itu, jadi dia santai saja.


Rico menggelengkan kepalanya dan tanpa berniat menyahuti perkataan Rena maupun Andi, dia segera memasukkan semua belanjaan Alina ke dalam mobilnya. Setelah itu mereka pergi dari sana dengan suara klakson sebagai salam perpisahan atas perjumpaan malam ini.


Di dalam mobil yang dikendarai Rico, saat itu di tengah jalan mereka tak sengaja melihat seorang wanita dan pria sedang bertengkar di pinggir jalan. Melihat jika sang pria melakukan kekerasan fisik terhadap wanita itu, Alina meminta Rico untuk menghentikan mobilnya dan membantu wanita itu. Awalnya Rico menolak karena dia tidak ingin terlibat permasalahan orang lain, tapi karena Alina memaksa akhirnya dia menghentikan mobilnya tak jauh dari kedua pemuda itu berada.


Mereka berdua turun dari mobil dan menghampiri kedua pemuda yang sedang bertengkar itu. Saat melihat pria di sana hendak menampar kembali wanitanya, Alina langsung berteriak dan menghentikan aksi tersebut dengan seketika.


Mereka menatap ke arah Alina dan Rico yang berlari ke arahnya. Saat Alina dan Rico telah tiba dihadapan mereka, mereka berempat pun dibuat terkejut satu sama lain.


"Rico?"


"Kamu?"


"Kamu?"


"Angel?"


Ya, wanita yang sedang bertengkar itu ada Angel, mantan pacar Rico. Sementara pria yang bersamanya tak lain adalah Alvin.


Angel menatap malu kepada Rico dengan keadaannya yang seperti ini. Sementara Alvin menatap kesal kepada Alina. Dia masih sangat ingat wajah wanita itu yang sudah membuatnya kehilangan Rena beberapa bulan lalu. Dia tidak bisa lagi mengancam Rena untuk bertemu dengannya karena Alfian yang mengancam akan menghancurkannya dan juga Andi yang kini menjadi orang terdepan untuk melindungi Rena. Bahkan foto dan video yang dia kirimkan pun tak membuat Andi dan Rena berpisah. Entah kenapa Andi tidak marah kepada Rena saat mengetahui adegan tersebut.


"Kamu memang suka sekali ya menyakiti wanita?" ucap Alina kepada Alvin. Dia tak habis pikir, kenapa ada pria sebrengsek Alvin di dunia ini yang tega menyakiti wanita dengan mudahnya.


"Kamu lagi? Kamu selalu saja ikut campur urusanku. Apa kerjaan kamu selalu seperti ini hah?" ucal Alvin dengan berteriak. Membuat Rico tak suka melihatnya.


Rico menggeser Alia sedikit ke belakang dan menatap tajam kepada Alvin.


"Berani berteriak dengan pacarku sekali lagi, akan kuhabisi kamu," ucap Rico dengan nada dingin.


Alvin hendak menyahuti perkataan Rico, namun karena dia mengenal siapa pria itu dan tak ingin mencari gara-gara hanya karena kedua wanita tak penting di depannya ini, kini dia memilih untuk pergi dari sana. Meninggalkan Angel bersama sepasang kekasih yang mengacau itu.


"Pengecut," gumam Alina pelan.

__ADS_1


Angel pun yang ditinggal hanya bisa mengumpat pelan. Dia menatap ke arah Rico dan Alina bergantian dengan tatapan kesal dan setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Hei, mau ke mana?" tanya Alina dengan sedikit berteriak saat melihat Angel berjalan menjauhinya.


Mendengar suara Alina, Angel pun menghentikan langkahnya dan menoleh sejenak. "Nggak usah sok kenal. Kalian hanya bisa mengacau saja," ucap Angel dan setelah itu dia kembali melanjutkan langkahnya.


"Hah?"


Alina sangat terkejut mendengar perkataan Angel. Apa dia tidak salah dengar, pikirnya. Mereka berniat menolongnya, namun kenapa wanita itu justru marah dan seolah jika mereka mengacau. Apa wanita itu sudah gila?


"Dasar gila, nggak tahu terimakasih."


"Sudahlah, ayo kita pulang. Dia bisa pulang sendiri," ucap Rico kemudian.


Alina menatap ke arah Rico dengan kening mengkerut. Dia baru ingat jika wanita itu tadi menyebut nama Rico. Apa mereka saling kenal?


"Dia tadi nyebut nama kamu. Apa kamu mengenalnya?" tanya Alina.


"Hanya masa lalu yang nggak penting. Sudahlah, nggak usah dipikirin. Ayo pulang," ajak Rico lagi. Dia tidak mau membahas sesuatu yang tidak penting. Dan setelah mendapatkan jawaban darinya, untungnya Alina tak lagi bertanya dan mengiyakan ajakannya untuk pulang.


Namun saat dia mengingat jika interaksi antara Alina dan Alvin tadi tampak akrab, membuatnya curiga jika Alina juga mengenal pria itu. Dia menanyakan hal yang sama kepada pacarnya itu dan setelah mengetahui jika Alvin adalah teman lama Rena yang pernah menyakitinya, Rico langsung mempercayainya.


Dia juga baru ingat jika dia pernah bertemu dengan Alvin dan Angel saat di restoran ketika dia sedang lunch bersama Andi dan Rena. Apa kepergian Andi dan Rena yang tiba-tiba itu dikarenakan kehadiran Alvin? Bisa saja, pikir Rico.


Sebelumnya Rico hanya tahu sedikit cerita mengenai Rena dan Alvin karena Andi sengaja tidak mau membahas masalah itu karena menurutnya tidaklah penting menceritakan sesuatu yang hanyalah sampah. Lagi pula Alvin tidak lagi berani mendekati Rena setelah dia dan Alfian mengancamnya.


***


.


Jangan lupa tinggalkan LIKE, KOMEN, VOTE, dan RATE ⭐ ya teman-teman. Biar Authornya rajin up. Terima kasih sebelumnya🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2