
Sudah dua hari Alina pergi bersama abangnya untuk kembali ke kampung halamannya. Dan sudah dua hari ini juga Rico kehilangan komunikasi dengan pacarnya itu.
Sejak kepergian Alina dua hari lalu, wanita itu seolah hilang begitu saja karena kepergiannya yang tanpa kabar sama sekali. Saat Rico menghubungi Alina, nomor ponsel wanita itu sedang tidak aktif. Rico pikir jika Alina masih tidur atau sedang berkemas, namun saat dia mendatangi apartemennya, apartemen itu terlihat tak berpenghuni. Bahkan petugas di sana mengatakan jika Alina tidak pulang sejak malam dia mengantarnya pulang waktu itu.
Petugas di sana mengatakan jika setelah dia mengantar Alina pulang, ada sebuah mobil yang membawa Alina pergi dari sana. Jika petugas itu tidak salah lihat, di dalam mobil tersebut terdapat seorang pria yang tak lain adalah Alfian. Kemungkinan saja Alina tinggal di rumah abangnya malam itu karena keesokan paginya mereka akan pergi. Namun yang menjadi pertanyaannya hingga saat ini, kenapa Alina tidak memberinya kabar dan bahkan hingga saat ini nomor ponsel wanita itu pun tidak aktif.
Sekarang bagaimana cara dia menemukan keberadaan pacarnya itu dan mengetahui kabarnya?
Di hari ketiga perginya Alina, Rico berencana menemui Andi untuk menanyakan keberadaan Alina. Mengingat mereka sudah berteman lama, mungkin saja pria itu tahu sedikit tentang keluarga Alina, atau mungkin tempat tinggalnya di desa.
Saat ini Rico telah tiba di depan gedung bertingkat milik temannya. Siapa lagi jika bukan Andi, seorang pengusaha sukses yang telah berhasil menjadi kepercayaan orang tuanya untuk mengurus bisnis besarnya itu.
Karena Andi yang masih melakukan rapat, Rico diminta sekretarisnya untuk menunggu di dalam ruangan Andi. Sambil menunggu, dia terus mencoba menghubungi nomor Alina. Namun hasil yang dia terima sama saja, nomor wanita itu masih tidak aktif. Rico menghela nafasnya, pandangannya menatap dinding yang ada di depan sana, sementara otaknya terus berputar, memikirkan keadaan dan keberadaan pacarnya saat ini.
Tak lama dari itu, pintu ruangan Andi terbuka dan membuat Rico terkejut akan lamunannya. Dia menatap ke arah pintu yang di mana terlihat Andi masuk ke dalam bersama asisten pribadinya.
Andi pun yang melihat kehadiran Rico di ruangannya tak terkejut lagi karena sekretarisnya di depan sana sudah memberitahunya akan kedatangan pria itu. Tanpa menghiraukan kehadiran Rico di sana, Andi terus berjalan menuju meja kerjanya bersama asisten pribadinya. Setelah beberapa menit berbincang kepada asistennya itu, kini Andi beranjak dari kursi kerjanya dan duduk di sofa samping Rico.
"Kenapa?" tanya Andi sambil menepuk bahu Rico.
Rico menegakkan duduknya dan menatap ke arah temannya itu.
"Kamu tahu alamat kampung halaman Alina nggak?" tanyanya tanpa basa-basi.
Andi mengernyitkan keningnya mendapat pertanyaan tersebut.
__ADS_1
"Tumben banget nanyain kampung Alina. Ada apa? Kamu mau menemui keluarganya di sana?"
Andi yang belum tahu jika Alina pergi sejak tiga hari lalu lantas menganggap pertanyaan Rico sebagai pertanyaan biasa. Dia pikir Rico berencana untuk menemui langsung keluarga Alina di sana karena sudah tidak sabar ingin mempersunting wanita itu.
"Aku serius, Ndi. Kamu tahu nggak alamat kampung halaman Alina?"
Melihat suara dan raut serius dari wajah Rico, seketika itu Andi juga menatapnya dengan serius.
"Em, aku nggak tahu, Co. Memangnya kenapa? Kenapa kamu seperti cemas sekali?" tanya Andi dengan penasaran.
Rico menceritakan kepada Andi mengenai Alina yang pergi bersama abangnya tiga hari lalu. Dia juga mengatakan jika Alina tidak ada kabar sejak kepergiannya di hari pertama.
"Ponselnya juga nggak aktif sampai sekarang, bahkan dia nggak bilang kalau malam itu menginap di rumah abangnya. Padahal malam itu aku mengantarnya ke apartemen."
Andi pun terlihat berpikir akan cerita Rico. Dia juga jadi penasaran kenapa Alina pergi tanpa kabar dan menonaktifkan ponselnya sampai selama ini.
Meski ponsel wanita itu tidak aktif, tapi bukan berarti hal itu menjadi masalah besar bagi mereka. Mereka akan tetap bisa melacak ponsel ataupun nomor wanita itu dengan berbagai macam cara yang semakin canggih.
Namun karena setelah jam makan siang hari ini Rico masih ada pekerjaan yang harus diurus, akhirnya dia dan Andi memutuskan untuk melacak nomor Alina nanti malam atau esok hari.
...**...
Pagi hari Andi dan Rico sudah terlihat berada di dalam mobil untuk menuju ke sebuah lokasi yang yang diyakini sebagai tempat di mana ponsel Alina berada. Semalam mereka sudah melacak ponsel Alina dan betapa terkejutnya mereka saat menemukan lokasi ponsel tersebut berada di kota yang sama.
Pagi ini mereka baru bisa pergi ke lokasi tersebut karena semalam Andi masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Untungnya ini adalah hari weekend jadi mereka bisa pergi di pagi hari seperti ini.
__ADS_1
Dengan Andi yang menjadi penunjuk jalan dan Rico sebagai pengemudi, satu jam kemudian mereka telah tiba di depan sebuah komplek perumahan elit. Kedua pria itu saling pandang dengan berbagai pertanyaan di kepala mereka, apa ini benar tempatnya?
"Ndi, kamu nggak salah baca maps, 'kan?" tanya Rico.
"Nggak kok, lokasinya benar di sini."
"Kenapa ponsel Alina ada di perumahan ini?" gumam Rico dalam hati.
Karena tidak mau terlalu banyak curiga, Rico dan Andi memutuskan untuk turun dari mobil dan mendekati pos satpam yang ada di samping gerbang. Lebih baik mereka bertanya saja daripada menerka-nerka tak jelas.
"Permisi," ucap Rico sembari melirik ke arah dalam pos satpam tersebut.
"Selamat siang, ada yang bisa dibantu, Mas?" tanya satpan tersebut setelah keluar dari posnya.
"Kita mau tanya, Pak, apa ada penghuni komplek di sini yang bernama Alina?" tanya Rico.
"Nama lengkapnya siapa ya, Mas? Soalnya saya nggak pernah dengar nama itu di sini," ucap satpam tersebut. Membuat Rico maupun Andi saling pandang.
Jika tidak ada nama Alina yang tinggal di sini, lalu apakah Alina memiliki nama panggilan lain seperti, Castora, dari nama belakangnya? Rico menebak demikian dan dia berharap tebakannya benar. Namun saat mereka menyebutkan nama panjang Alina yang adalah Alina Castora, satpam itu pun menjawab dengan jawaban yang sama seperti sebelumnya, bahwa dia tidak pernah mendengar nama tersebut. Hal itu membuat Rico maupun Andi sedikit heran. Jika Alina tidak ada di kompleks ini, lalu kenapa lokasi ponselnya mengarah pada perumahan ini?
***
.
Jangan lupa tinggalkan LIKE, KOMEN, VOTE, dan RATE ⭐ ya teman-teman. Biar Authornya rajin up. Terima kasih sebelumnya🥰
__ADS_1
.
.