Hanya Anak Angkat

Hanya Anak Angkat
64. Jejak Sosial Media


__ADS_3

Rico dan Andi yang mendengar jika pemilik rumah tersebut sedang berada di London tentu saja mereka sangat terkejut. London? Bagaimana bisa? Bukankah Alina mengatakan jika dia sedang pulang kampung, lalu bagaimana bisa mereka sedang berada di London?


Mendengar perkataan dari penghuni komplek di sana, Rico semakin curiga akan rahasia yang ditutupi Alina selama ini. Apakah rahasia yang Alina sembunyikan selama ini adalah bahwa dirinya anak orang kaya? Namun kenapa harus dirahasiakan? Apakah hal itu menjadi sebuah ancaman baginya? Lalu jika Alina benar-benar berada di London, kenapa lokasi ponselnya malah ada di rumah itu? Apakah Alina sengaja meninggalkan ponselnya di sana agar dia tidak bisa melacak keberadaannya.


Kini Rico benar-benar dibuat bingung dengan kehidupan pacarnya itu. Berbagai pertanyaan pun menumpuk di kepalanya, bahkan Andi juga terlihat penasaran dengan siapa sosok temannya tersebut. Melihat gaya bicara, cara berjalan dan attitude, serta penampilannya yang terlihat selalu menarik meski mengenakan pakaian murahan, tidak diragukan jika memang wanita itu terlihat seperti bukan orang biasa. Namun mereka juga tidak ekspek jika Alina benar-benar orang kaya, karena tempat tinggal serta kehidupan sehari-hari wanita itu yang tidak mencerminkan dirinya sebagai orang berada seperti Rena. Selama ini Alina juga terlihat memakai pakaian yang dibeli di pinggir jalan, serta makanannya pun hanya makanan yang dijual di pinggir jalan biasa. 


Hari ini hanya itu yang mereka dapatkan dan Rico pun mengajak Andi untuk segera pulang karena sore ini Andi sudah ada janji akan pergi bersama Rena. Dia juga harus kembali ke rumahnya untuk beristirahat sejenak.


Sore hari saat Rico baru saja bangun tidur, tiba-tiba saja dia terpikir akan sosial media Alina. Saat itu dia langsung berencana untuk mencari tahu siapa Alina melalui akun sosial medianya. Entah dari mana datangnya ide tersebut, Rico pun segera meraih ponselnya dan mencari akun Instagram Alina. Saat sudah mendapatkan apa yang dia cari, Rico segera menekan akun pacarnya itu dan di sana terlihat ada lebih dari 2000 orang yang mengikutinya. Hanya satu postingan yang diunggah Alina di sana, yang tak lain adalah foto dirinya sendiri saat berada di pantai saat liburan kemarin. 


Karena tak mendapatkan apapun pada akun Alina, Rico pun mencari aku sosial media Alfian dari followers Alina. Tidak terlalu sulit karena dia sudah tahu nama lengkap pria itu. Rico langsung membuka akun media sosial Alfian dan untungnya akun pria tersebut tidak dikunci dan dia bisa dengan bebasnya melihat postingan pria itu. Namun sayang, meski akun itu tidak di kunci, tapi tidak ada satupun foto di akun sosial medianya itu yang memberikannya petunjuk.


Tidak mau berhenti sampai di situ, Rico pun melihat postingan yang menandai akun pria itu dan di sana terlihat ada salah satu akun yang menandai Alfian di sebuah foto pernikahan. Tanpa basa-basi Rico segera membuka akun istri Alfian dan di sana terlihat hanya ada dua postingan yang diunggah istri Alfian, yang di mana salah satunya adalah foto wanita itu saat sedang di dalam mobil dan yang satunya lagi adalah foto pernikahannya. 


Rico memperbesar foto pernikahan tersebut, terlihat di sana Alfian beserta istrinya sebagai pengantin dan di samping kanan kiri terdapat sepasang paruh baya yang diyakini Rico sebagai orang tua Alfian dan orang tua istrinya. Diantara keenam orang yang ada di dalam foto tersebut, Rico tidak ada yang mengenalnya satu orang pun, bahkan wajah mereka semua terlihat sangat asing di pandangan Rico.


Karena merasa tidak mengenal semua orang-orang di sana, Rico pun meletakkan kembali ponselnya dan mengabaikan foto tersebut. Tidak ada ide untuk rencana lebih lanjut, Rico pun memilih untuk beranjak ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


*


Malam hari saat Rico sedang makan malam bersama kedua orang tuanya, Rico yang tidak bisa berhenti memikirkan Alina dan Alfian lantas membuat kedua orang tuanya heran saat pria itu sesekali terdapat sedang melamun.


"Bang, Kamu kenapa melamun dari tadi? Apa ada yang mengganggumu?" tanya Santi setelah meletakkan alat makannya di atas meja. Sebelumnya dia tidak pernah melihat Rico seperti orang bingung seperti ini yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


Rico pun yang ditegur oleh mamanya lantas tersadar dari lamunannya. Dia tidak tahu harus mengatakan apa kepada orang tuanya karena dia tidak mau membuat kedua orang tuanya memikirkan apa yang saat ini sedang dia pikirkan. Namun beberapa detik kemudian, saat dia teringat akan perkataan mamanya beberapa hari lalu mengenai Alfian yang memiliki wajah dan cara bicara yang mirip dengan temannya, lantas Rico pun mencoba untuk bertanya kembali kepada mamanya itu. 


"Em, apa Mama masih ingat dengan wajah abang Alina?"


"Ya, tentu saja. Ada apa, Bang?" tanya Sanri dengan heran.


"Tunggu sebentar, Ma."


Tanpa menjelaskan lebih detail, Rico segera berlari menuju kamarnya dan meraih ponselnya. Setelah itu dia kembali turun ke bawah dan menunjukkan sebuah foto yang merupakan foto pernikahan Alfian yang baru saja dia screenshot dari akun sosial media istri Alfian. 


"Apa Mama mengenal salah satu orang yang ada di dalam foto ini?" tanya Rico.


Santi mengernyitkan keningnya, kemudian dia meraih ponsel putranya itu untuk melihat foto yang dimaksud. Begitupun dengan Irfan yang penasaran, dia kini ikut menghampiri istrinya untuk melihat foto apa yang ditanyakan putranya itu. Saat mereka melihat foto tersebut, butuh hampir satu menit untuk Santi mengenali beberapa orang yang ada di dalam foto tersebut.


"Kamu dapat fotoin dari mana, Bang?" tanya Santi. Raut wajahnya kini terlihat terkejut membuat, Rico menduga jika apa yang dipikirkannya sejak tadi ternyata benar.

__ADS_1


"Itu foto abang Alina saat menikah, Ma. Apa Mama mengenal orang-orang yang ada di dalam foto itu?" tanya Rico.


"Tentu saja. Salah satu pria di foto ini adalah kakak angkat Mama dan istrinya, Bang." Santi menunjuk kepada foto sepasang kekasih yang tak lain adalah Thomas Wilson dan juga Zara Diandra.


Rico yang mendengar perkataan mamanya pun terdiam tak percaya. Jika Alfian benar anak dari teman mamanya, apa itu artinya Alina juga…?


Santi pun yang baru menyadari jika Alfian adalah anak dari kakak angkatnya pun tak kalah terkejutnya dengan Rico. Dia bahkan menatap ke arah Irfan dengan wajah tak percaya. 


"Pa, apakah ini artinya…?"


Santi terdiam dengan sendirinya, tak lagi melanjutkan perkataannya, sementara Irfan pun terlihat berpikir akan sebuah kebetulan yang tidak mereka sangka.


"Pa." Santi kembali berucap. "Jadi benar firasat Mama? Alina benar anak kak Thomas, Pa?"


"Kita harus memastikannya dari Alina langsung, Ma," ucap Irfan dan langsung diiyakan Santi.


"Apa kamu tahu di mana kampung halaman Alina, Bang?" tanya Santi kemudian kepada Rico.


Rico menggelengkan kepalanya. Tadi pagi Rico dan Andi mencari rumah Alfian, Ma. Kata tetangganya di sana, mereka sedang menjemput keluarganya di London."


"London?"


"Kak Thomas ada di London, Pa. Mereka akan kembali ke sini," ucap Santi kepada Irfan. Dia terlihat begitu excited mengatakan hal itu, membuat Irfan seketika cemburu padanya.


Santi pun yang baru menyadari rasa cemburu suaminya setelah beberapa menit hanya bisa menyengir kuda, lalu dia tak lupa untuk meminta maaf. Rasa senang akan kenyataan yang tidak dia sangka membuat Santi terlupa akan suaminya itu.


Sementara Rico yang mengetahui kebenaran itu dalam bingungnya hanya diam saja. Ternyata Alina benar-benar orang kaya?


...**...


Satu minggu berlalu, ini adalah hari yang ditunggu-tunggu Rico akan kepulangan Alina. Entah kapan tepatnya wanita itu akan kembali, tapi Rico yakin jika Alina akan kembali hari ini atau besok. Tak ada komunikasi sama sekali membuat Rico hanya bisa menebak-nebak saja.


Hari ini Rico berencana kembali ke rumah Alfian yang berada di sebuah perumahan elit. Dia pergi ke sana hanya untuk memastikan akan kepulangan Alina dan abangnya. Namun saat dia tiba di sana, satpam yang bertugas di sana pun mengatakan jika Alfian belum juga kembali. Karena ingin memastikan sendiri perkataan satpam tersebut, Rico memutuskan untuk melihat sendiri kondisi rumah pria itu. Dan setiba di sana, benar saja jika rumah itu masih terlihat seperti sebelumnya. Kosong seperti tak berpenghuni.


Rico pikir Alfian memang belum kembali dari London, jadi dia memilih untuk pulang dan kembali lagi esok hari. Namun sebelum itu, di manapun Alina berada, dia berharap Alina segera menghubunginya karena dia sudah sangat merindukan wanitanya itu.


...*...


Di dalam sebuah mobil yang kini dikendarai seorang sopir. Terlihat Alfian duduk di samping kemudi bersama Alina dan istri Alfian di kursi penumpang. Saat itu Alina sedang asik bermain dengan keponakannya yang sangat menggemaskan. Usianya yang baru memasuki dua tahun membuat gadis kecil itu terlihat sangat menggemaskan, sehingga membuat Alina mengabaikan sekitarnya.

__ADS_1


Saat mobil yang membawa mereka tiba di depan komplek perumahan milik Alfian, saat itu juga mobil mereka berpapasan dengan mobil Rico yang baru saja keluar dari sana. Alina jelas tak menyadari itu karena saking fokusnya kepada keponakannya, namun Alfian, dia jelas melihat sosok pria itu dari jendela pintu mobil yang terbuka.


Alfian yang sedang bersandar dengan santainya di depan sana lantas menegakkan tubuhnya sambil menatap tak percaya akan apa yang dilihatnya. Dia sangat penasaran kenapa Rico ada di komplek perumahannya. Apa pria itu baru saja menemui seseorang di sana, ataukah jangan-jangan…?


Karena penasaran, Alfian pun bertanya kepada satpam yang bertugas di komplek itu setiba di dalam sana. Dia begitu terkejut mendapati kabar jika Rico selama satu minggu ini mencari keberadaan dirinya dan Alina di sana. Dari mana pria itu mengetahui tempat tinggalnya, pikirnya bingung.


Saat mobil kembali melaju, Alfian pun bertanya akan hal ini kepada Alina. Dia pikir jika Alina yang memberitahu Rico tempat tinggalnya, namun saat Alina mengatakan 'tidak tahu' akan jawab dari pertanyaannya, Alfian pun kembali terlihat bingung.


"Memangnya ada apa, Bang?" tanya Alina.


"Tadi abang melihat Rico keluar dari sini. Kata satpam di depan juga, sudah seminggu ini Rico mencari kita."


Alina pun tak kalah terkejutnya dengan Alfian. Bagaimana Rico mengetahui perumahan ini, pikirnya.


Karena dirasa jika Rico sudah mengetahui rumah abangnya dan dia juga takut jika Rico akan salah paham akan semua yang dia tutupi, akhirnya Alina meraih ponselnya dan mengirimi Rico sebuah pesan.


'Aku melihatmu di depan. Aku baru saja sampai rumah.'


Di jalan raya, Rico yang mendapatkan sebuah pesan dari nomor asing sejenak terdiam. Jika sebelumnya dia akan mengabaikan nomor asing yang masuk ke ponselnya, namun kini dia justru membuka pesan itu untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan. Entah kenapa dia melakukan itu, seolah ada yang menarik dirinya dan mengatakan jika pesan tersebut sangat penting.


Begitu melihat isi dari pesan tersebut, Rico tampak mengernyitkan keningnya karena masih belum mengerti maksud orang yang mengiriminya pesan itu. Namun setelah beberapa detik berpikir, akhrinya Rico tersadar jika pesan tersebut berasal dari Alina.


Dia tidak tahu apakah yang mengiriminya pesan itu memang benar Alina atau bukan, tapi dengan keyakinan hatinya, Rico pun memutar balik kemudian menuju komplek perumahan milik Alfian.


Dengan laju yang cukup kencang, tak sampai lima menit Rico telah sampai di komplek perumahan elit yang menjadi tujuannya. Saat mobilnya telah tiba di depan rumah Alfian, di depan sana terdapat dua mobil dengan jenis yang berbeda terparkir di halaman rumah. Jika sekitar sepuluh menit lalu rumah itu masih terlihat kosong, kini rumah tersebut sudah tambah memiliki nyawa di dalamnya. Membuat Alfian berpikir jika Alina benar-benar sudah kembali dan ada di sini.


Karena sudah tidak sabar akan bertemu sang kekasih, Rico pun keluar dari mobil dan mendekati rumah tersebut. Pintu rumah yang sedikit terbuka membuat suara di dalam sana terdengar di telinganya. Bahkan suara tawa yang dikenalnya milik Alina pun membuat Rico seketika tersenyum tipis.


"Benar, itu suara Alina," gumamnya pelan.


Rico menekan bel rumah di samping pintu dan seketika itu juga suara tawa di dalam sana terhenti dengan sendirinya. Rico masih menunggu dengan sabar meskipun sebenarnya dia sudah tak sabar ingin bertemu Alina, sampai sosok cantik bersama gadis kecil dalam rangkulannya keluar, berhasil membuat Rico terdiam menatapnya.


***


.


Jangan lupa tinggalkan LIKE, KOMEN, VOTE, dan RATE ⭐ ya teman-teman. Biar Authornya rajin up. Terima kasih sebelumnya🥰


.

__ADS_1


.


__ADS_2