
Mendengar cerita dari Thomas, Zara pun meneteskan air matanya. Dia kembali teringat akan sosok putri cantiknya bernama Aura yang masih berusia 1 tahun. Tak hanya Zara yang bersedih, Santi dan Irfan pun merasa sangat sakit saat mendengar kejadian yang di alami kedua temannya itu. Air mata tak berhenti keluar dari kelopak mata mereka, bahkan kini wajah mereka telah basah.
Santi dan Irfan merasa bersalah akan kejadian yang menimpa kedua temannya itu, terlebih untuk Santi yang merupakan saudara dari orang yang sudah mencelakai kakak angkatnya itu, sampai membuat anaknya meninggal dunia. Dia tidak menyangka jika selama ini jika Zaki terobsesi kepada Zara sampai berani melakukan hal yang sangat keterlaluan seperti itu. Apalagi sampai menghilangkan nyawa seorang anak yang belum memiliki dosa.
Zaki benar-benar sangat keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan, namun untuk menghukum pria itu pun sepertinya sudah tidak bisa lagi karena saat ini Zaki sudah berada di dunia yang berbeda.
"Kak Thomas, Zara, maafkan aku. Maaf selama ini aku nggak tahu dengan kejadian itu," ucap Santi disalah tangisannya.
"Kenapa saat itu tidak ada berita apapun mengenai kejadian itu? Kenapa kalian tidak memberitahu kami juga?" ucap Irfan kemudian.
Ya, saat itu memang tidak ada berita apapun yang mereka dengar tentang kejadian yang temannya itu alami.
Thomas memang sengaja menyembunyikan permasalahannya dari publik karena di satu sisi dia tidak ingin adik angkatnya itu tahu jika saudaranya telah melukai mereka sampai membuat anaknya meninggal dunia, dan di sisi lain Zara pun meminta untuk tidak memperpanjang masalah dan meminta Thomas untuk meninggalkan kota itu sesegera mungkin tanpa memberi tahu siapapun tentang kepergian mereka. Mereka memang sangat marah kepada Zaki yang sudah berbuat di luar batas sampai menghilangkan nyawa anak pertama mereka. Namun saat itu baik Zara maupun Thomas sepakat untuk tidak melaporkan Zaki ke pihak yang berwajib karena selain mereka tahu jika Zaki tidak memiliki niat untuk membunuh anak mereka, mereka juga menghargai Santi sebagai teman dekat mereka. Mereka akhirnya memilih jalan damai dan menutup semua kasus yang terjadi pada hari itu dari semua orang termasuk keluarga Zaki sendiri.
Karena melihat istrinya yang terus bersedih yang membuat Thomas tak tega, saat sedang mengurus kepergiannya ke london, Thomas meminta beberapa orang kenalannya untuk mencari Zaki. Sebagai bentuk emosinya dan kesedihan atas hilangnya putri tercinta mereka, Thomas memberi sedikit pelajaran yang akan membekas di tubuh pria itu.
Zaki tidak mengelak saat orang-orang Thomas membawanya karena dia tahu jika dia salah. Untuk tidak dituntut saja dia sudah merasa sangat senang, jadi dia hanya bisa pasrah saat Thomas memukulnya dengan membabi buta hingga membuat tubuhnya tak berdaya dan berlumuran darah. Permintaan maaf Zaki tak di gubris oleh Thomas, pria itu meninggalkan Zaki begitu saja di tempat di mana dia menghabisi pria itu.
Setelah saat itu, keberadaan Thomas dan keluarga kecilnya tiba-tiba menghilang seolah mereka tak pernah ada di kota itu. Orang terdekat mereka yang tak lain adalah Santi dan Irfan terlihat sangat bingung dengan kepergian temannya itu yang secara tiba-tiba. Thomas dan Zahra benar-benar seperti ditelan bumi akan kepergiannya. Tidak ada yang mengetahui kepergian mereka, bahkan kedua orang tua Thomas dan Zara pun tak memberikan respon apapun saat Santi dan Irfan berkunjung.
__ADS_1
Irfan sudah meminta orang-orang kepercayaan papanya untuk mencari keberadaan Thomas, namun sudah berbulan-bulan mereka mencari, tak ada hasil sama sekali karena saat itu keluarga Thomas yang berada di Indonesia dan London benar-benar menutupi jejak mereka hingga puluhan tahun lamanya.
"Kak Thomas, aku benar-benar minta maaf atas nama Zaki. Aku benar-benar tidak tahu kalau dia sangat terobsesi kepada Zara. Aku benar-benar minta maaf, Kak," ucap Santi dengan tersedu-sedu.
Dia bahkan bangkit dari duduknya dan berjongkok di depan Zara untuk meminta maaf kepada mereka atas tindakan sepupunya yang sangat keterlaluan yang sampai menghilangkan nyawa seorang bayi yang baru berusia 1 tahun.
Thomas dan Zahra yang melihat Santi berjongkok di depan mereka pun lantas terkejut, mereka segera membantu wanita itu untuk kembali berdiri.
"Santi, jangan begini. Kita sudah memaafkan perbuatan Zaki selama ini. amu jangan seperti ini, kamu nggak salah sama sekali," ucap Zara.
"Sayang, ayo berdiri, jangan seperti ini," ucap Irfan pula yang ikut membantu istrinya berdiri dan mendudukkan tubuhnya kembali di sofa.
Santi yang masih menangis terseduh lantas terdiam saat mendengar perkataan Thomas. Bertaubat? Apa saudaranya itu benar-benar bertaubat sebelum semuanya terlambat?
"Kak, Zara, Zaki sudah nggak ada," ucapnya dengan bibir bergetar.
Thomas dan Zahra menatap Santi dengan terkejut, kemudian mereka saling pandang dan kembali menatap ke arah Santi yang masih menatap nanar ke arah mereka.
*Apa maksud kamu? Nggak ada apanya?" tanya Zara. Di dalam hatinya sudah ada dugaan yang membuat perasaannya berkecamuk.
__ADS_1
"Zaki meninggal beberapa hari setelah kepergian kalian. Saat itu dia dibawa oleh temannya ke rumah sakit dengan kondisi babak belur. Dia bilang, dia di keroyok oleh masyarakat karena telah menabrak seorang anak kecil. Kita nggak tahu siapa yang dia tabrak karena Zaki nggak mau mengatakannya dan orang-orang yang mencari tahupun nggak menemukan apapun."
Thomas dan Zara sangat terkejut mendengar perkataan Santi. Zaki meninggal? Apa semua itu karena Thomas yang telah memukulnya pada saat itu? Mereka benar-benar tidak menyangka jika apa yang Thomas lakukan kepada pria itu membuatnya meninggal dunia. Apa pukulan Thomas saat itu sangat kencang, sehingga membuat pria itu kehilangan nyawanya? Namun seingat Thomas, dia memang memukul Zaki dengan sangat kencang, namun tak sampai membuat organ vitalnya terluka parah.
"Tapi Kakak nggak mukul sampai ke organ vitalnya, San. Bagaimana bisa dia meninggal karena pukulan Kakak, San," ucap Thomas dengan tak percaya.
Kini dirinya dan istrinya yang merasa bersalah akan apa yang telah mereka perbuat kepada Zaki. Seolah apa yang dilakukannya lebih kejam dari apa yang Zaki lakukan pada mereka karena Zaki mengilangkan nyawa tanpa sengaja, sementara mereka…?
"Zaki selama ini memiliki penyakit jantung bawaan dari lahir. Keluarganya menutupi penyakitnya dari semua orang karena Zaki nggak mau terlihat lemah di hadapan orang-orang. Kami pun nggak tahu kalau Zaki memiliki penyakit bawaan tersebut. Saat dilarikan ke rumah sakit, jantung Zaki bermasalah dan dia harus dirawat beberapa hari sampai akhirnya dokter nggak bisa menolongnya lagi."
Kini Thomas dan Zara yang terlihat bergetar karena mengetahui kenyataan tersebut. Mereka benar-benar tidak menyangka jika apa yang mereka lakukan kepada Zaki membuatnya meninggal dunia. Kini mereka tidak tahu harus melakukan apa karena jujur saja, secara tidak langsung Thomas telah membunuh seseorang menggunakan tangannya.
Kini Thomas bangkit dari duduknya dan mendekati Santi. Dia menggenggam kedua tangan Santi dengan begitu banyak perkataan maaf yang keluar dari mulutnya. Dia benar-benar merasa bersalah akan apa yang telah dilakukannya saat itu. Jujur saja dia tidak ada niatan untuk membunuh Zaki, dia hanya ingin memberi pelajaran kepada pria itu yang sudah membuat ketidaknyamanan kepada istrinya sampai menyebabkan anaknya meninggal dunia. Namun untuk membunuhnya, semua itu di luar dari pemikirannya. Dia dan Zara benar-benar tidak ada niatan untuk membunuhnya. Jangankan membunuh, menjebloskannya penjara saja mereka masih mempertimbangkan hal itu.
Melihat Thomas yang meminta maaf kepada Santi dengan berlutut, Zara pun ikut melakukan hal yang sama dengan berlutut di depan Santi.
Santi dan Irfan yang melihat itu lantas membantu kedua temannya itu untuk kembali berdiri dan mendudukkan tubuhnya di tempatnya semula. Santi tahu jika semua berawal dari pukulan Thomas, namun saat itu Thomas tidak ada niatan untuk membunuh Zaki dan mereka juga tidak tahu jika Zaki ada penyakit jantung bawaan. Lagi pula, jika bukan Zaki yang memulai keributan ini, Thomas tidak akan mungkin memberinya pukulan hingga membuat Zaki meninggak dunia.
Karena masalah sudah berlalu cukup lama dan mereka tidak mau membesar-besarkan masalah lagi yang akan membuat semuanya menjadi runyam, akhirnya Santi pun meminta Thomas dan Zara maupun suaminya untuk tutup mulut akan hal ini. Meskipun tidak tahu bagaimana respon kedua orang tua Zaki akan yang dilakukan Thomas, namun alangkah baiknya jika mereka tetap diam dan menganggap semua ini hanyalah kecelakaan saja. Lagi pula anggap saja kematian Zaki adalah balasan dari Tuhan atas semua perbuatannya selama ini kepada Zara dan Thomas.
__ADS_1