Hanya Ingin Bahagia

Hanya Ingin Bahagia
perceraian


__ADS_3

1 minggu berlalu dan sekarang adalah waktunya Lia datang kepengadilan untuk menyelesaikan urusannya.


Dimas menjeput Lia dan Hiro ikut bersamanya berserta istri dan anaknya.


"Kak Lia tenang saja, ada Hiko menemani kakak."ucap Pria remaja itu membuat bibir Lia terseyum.


Sesampainya dipengadilan, Dimas membuka pintu bagasi mobil dan mengeluarkan kurai roda untuk Lia.


"Biar aku bantu."ucap Dimas saat Lia ingin turun dari mobil.


Diangkatnya tubuh Lia dan didudukinya dikursi roda itu.


"Terimakasih."ucap Lia.


Kelima orang itu melangkah masuk kedalam pengadilan itu, dan saat sampai disebuah ruangan disana sudah terlihat Mikael yang duduk bersama sekretarisnya.


Mikael menoleh dan betapa terkejudnya dia melihat Lia berada dikursi roda. "Kenapa denganya?"gumam Mikael khawatir mentap Lia.


Wanita itu juga membalas tatapannya lalu melihat kearah lain. Saat sudah dekat Mikael menahan kursi roda itu.


"Lia apa yang terjadi dengan mu?"tanya Mikael Dimas menepis tangan itu.


"Kau tidak berhak bicara padanya."ucap Dimas menatap Mikael tajam.


"Apa hak mu melarang ku?"balas Mikael.


"Kau bukan siapa-siapanya sekarang."ucap Dimas.


"Cih...apa kau bodoh? Palu dari hakim belum berbunyi jadi dia masih istri ku. Aku bisa saja membatalkan perceraian ini, jika Lia mau menjauhi pria seperti mu."ucap Mikael.


Lia menatap pria itu, apakah itu benar. Tapi Lia berusaha untuk tidak mempercayainya.


"Sudahlah Dimas Hakim akan segera masuk."ucap Lia Dimas mendoro kursi roda itu tapi Mikael menahannya.


"Lia katakan apa yang terjadi?"tanya Mikael menatpa Lia lekat.


"Apa peduli mu, apa setelah aku menjelaskan semuanya itu bisa memperbaiki keadaan ku. Lebih kau diam dan majauhlah dari ku, aku membenci mu."ucap Lia Mikael terdiam.


Dimas terseyum senang. "Lihat kan, kau dibuah tuan muda."ucap Dimas lalu melanjutkan langkahnya.


Mikael mengepalkan tanganya. "Baiklah aku sendiri yang akan mencari tau."batin Miakel.


♤♤♤♤♤


Pengadilan itu berjalan dengan lancar, Lia yang tadi ditanyakan tentang perselingkuhannya hanya menjawab dengan anggukan.


Mikael beralasan bahwa pernikahan mereka tidak bisa berjalan lagi,Lia yang selingkuh dibelakangnya dan dengan alasan bahwa Mikael tidak mencintainya.


Tak Tak Tak


Palu hakim telah berbunyi menandanyakan bahwa semua telah selesai.

__ADS_1


"Sekarang tuan muda Mikael Sanjaya telah resmi bercerai dengan mantan istrinya Sesilia Natasy Mila dan persidangan ini saya tutup." ucap pak Hakim.


Lia memejamkan matanya, mereka telah bercerai dan sekarang saatnya Lia menjalani kehidupannya sendiri.


Dimas kembali mendorong kursi roda Lia tapi seseorang berdiri dihadapan mereka.


"Ada apa lagi?"tanya Dimas.


"Aku ingin bicara pada Lia."ucap Mikael menatap Lia yang tidak melihatnya sama sekali.


"Dimas kita pergi."ucap Lia tapi Mikael menahannya.


"Aku ingin bicara pada mu Lia."ucap Miakel Lia membalas menatapnya.


"Tapi aku tidak ingin, jadi pergilah. Kita tidak punya urusan lagi, kau orang asing sekarang."ucap Lia Dimas kembali mendorong kursi roda itu dan membawa Lia pergi diikuti tiga orang dibelakangny.


Tapi Hiro menghentikan langkahnya lalu menghadap Mikael. "Ku harap kau tidak menyesal setelah tau kebenarannya nanti tuan muda, aku yakin kau tidak akan hanya diam saat tau keadaan putri ku yang seperti itu. Asal kau tau, putri ku seperti itu karena mu dia terluka luar dan dalam. Saya permisi tuan muda, terimakasih untuk 3 bulan yang kau berikan pada putri ku."ucap Hiro lalu pergi begitu saja Mikael terdiam.


"Tuan."tegur Hang.


"Cari tau semuanya, bagaimana pun wanita itu berharga bagi ku."ucap Mikael Hang mengangguk.


"Baik tuan."balas Hang.


......


Lia hanya diam menatap pemandangan dari balik kaca mobil.


"Iya ayah."balas Lia.


"Kau kenapa?"tanya Dimas.


"Tidak papa, hanya sedang membiasakan diri bahwa sekarang aku sendirian."ucap Lia masih menatap luar jendela.


"Kau tidak sendirian Lia, ada aku disamping mu."ucap Dimas.


"Terimakasih."ucap Lia Dimas melirik wanita itu yang hanya menatap luar.


"Selamat tinggal Mikael, aku mencintai mu."batin Lia melihat gedung perusahaan Mikael yang mereka lewati.


♢♢♢♢♢♢


1 tahun kemudian.


"Permisi ini pesanan anda."ucap seorang wanita memberikan pesanan pada pengunjungnya.


"Terimakasih."ucap pengunjungnya.


Wanita itu melangkah kemeja kotor saat melihat kearah jendela, bibirnya melengkung saat melihat sahabat baiknya melambai padanya.


"Lia..."panggil sahabatnya itu lalu melangkah masuk dalam kafe milik Lia dan berlari memeluk Lia.

__ADS_1


"Apa kabar sahabat ku?"tanya Tasyah Lia membalas pelukannya.


"Kabar baik Tasy. Kau membawa apa itu?"tanya Lia.


"Oleh-oleh untuk mu."jawab Tasyah.


"Wahhh benarkah, setelah pulang dari LA kau semakin cantik saja."ucap Lia.


"Ahhh kau ini berlebihan."ucap Tasyah Lia hanya terseyum dan menerima tas yang berisikan oleh-oleh itu.


"Kau duduk lah dulu, aku akan siapkan makanan spesial untuk mu. Meja ini sudah aku bersihkan."ucap Lia lalu melangkah menuju dapur kafe.


Tidak beberapa lama Lia kembali menghampirinya dengan membawa nampan yanv berisikan makanan dan minuman spesial untuk sahabatnya.


"Tara...aku membawakan kue dan minuman menu terbaru ku, karena kau baru kembali jadi ini sebagai hadiah pertama mu."ucap Lia duduk didepan sahabatnya.


Tasyah menyipitkan matanya. "Sebagai uji coba mungkin maksud mu."ucap Tasyah Lia terkekeh.


"Mungkin saja....hahaha tidak-tidak ini memang spesial untuk sahabat ku, coba lah pasti kau menyukainya. Aku tau selera makanan dan minuman kesukaan mu."ucap Lia dan berbisik diakhir kalimatnya.


Tasyah terseyum lalu mulai mencoba kue itu.  "Uuuummm ini enak, manisnya aku suka."ucap Tasyah Lia terseyum puas.


"Sekarang minumannya."ucap Lia Tasyah mulai merasakan minuman itu matanya berbimar.


"Kau pintar sekali membuatnya, apa ini sungguh khusus untuk diri ku. Karena semua rasanya sesuai dengan selera lidah ku."ucap Tasyah melanjutkan makannya.


"Tentu saja, aku sudah menyiapkan ini jauh-jauh hari."ucap Lia terseyum bangga Tasyah pun bangga pada sahabatnya itu selain pintar dalam bisnis Lia juga pintar masak.


"Lia."panggil Tasyah.


"Kenapa?" Lia menatapnya.


"Apa kau bahagia?"tanya Tasyah wanita itu sudah mengetahui semuanya dari keluarga Lia yang berantakan dan perlakuan ibu kandung Lia yang jahat padanya dan tentang perceraian itu.


Lia menunduk lalu mengangguk. "Ya aku bahagai."jawab Lia.


"Kau bohong. Kau pasti sangat terluka karena perseraian itu."ucap Tasyah dia melihat kesedihan dimata wanita itu.


Lia terseyum. "Apa yang bisa aku harapkan, aku sudah bahagia dengan jalan ku sendiri. Aku tidak pernah meminta seseorang untuk terus bertahan bersama ku walau pun aku sangat menginginkannya."ucap Lia menatap Tasyah.


"Maafkan aku tidak bisa menemani mu saat persidangan itu berlangsung. Seharusnya aku bersama mu dan menyemangati mu."ucap Tasyah.


"Sudahlah tidak papa, aku baik-baik saja."balas Lia terseyum.


Ting..


Lonceng di meja berbunyi artinya ada yang ingin memesan.


"Tunggu sebentar aku akan kembali."ucap Lia lalu beranjak pergi.


Tasyah menatap sahabatnya itu. "Seharusnya kau bisa bahagia Lia, jika kau jujur dengan perasaan mu."gumam Tasyah.

__ADS_1


__ADS_2