Hanya Ingin Bahagia

Hanya Ingin Bahagia
jangan


__ADS_3

Malam pun tiba, Lia sudah siap dengan dress berwana coklat muda yang menutupi sampai betisnya ditambah helss yang pas dikakinya. Make up tipis membuatnya sangat cantik natural.


"Kau sudah siap?"tanya Mikael yang masuk kedalam kamar Lia.


"Sudah, kau yakin tidak ingin ikut?"tanya Lia menghampiri Mikael.


Pria itu mengelus pucuk kepalanya. "Tidak aku hanya mengantar mu saja, nanti jika sudah mau pulang hubungi aku."ucap Mikael Lia mengangguk.


"Kenapa menatap ku seperti itu?"tanya Lia.


"Tidak, aku hanya merasa bodoh saja. Kau ingat saat acara yang ibu mu buat, saat itu aku terpukau dengan yang kau kenakan begitu cocok dengan mu dan kau terlihat sangat cantik. Kenapa aku bisa begitu mudahnya melepas mu hanya karena salah paham itu."ucap Mikael menunduk.


Lia mengelus pipi Mikael lembut membuat pria itu menatapnya. "Jangan merasa sedih lagi, perbaiki semuanya dan tunjukan kalau kau benar-benar mencintai ku. Kita masih ada waktu untuk memperbaiki semuanya dan aku sudah memberi mu kepercayaan untuk memperbaikinya maka lakukan dengan baik."ucap Lia Mikael terseyum lalu mencium keningnya.


"Terimakasih sayang."ucap Mikael.


"Sama-sama sayang ku."balas Lia sambil mencubit pipi Mikael.


"Apa tadi? Aku bilang apa tadi."tanya Mikael.


"Apa? Aku mengatakan apa?"goda Lia melangkah mendahului Mikael.


"Kau memanggil ku sayang tadi, benarkah? Sayang kau membuat hati ku berbunga-bunga."ucap Mikael memeluk tangan Lia.


"Hahaha kau ini menggemaskan sekali."ucap Lia mengusap pipi Mikael yang bersandari dibahunya.


"Ayo jalan yang benar, kita kapan berangkatnya."ucap Lia Mikael menegakan badanya.


"Kalau begitu ayo."ucap Mikael menarik Lia keluar rumah dan membawanya menuju mobil.


"Itu mobil mu?"tanya Mikael.


"Iya itu mobil ku, ayah yang membelikannya untuk ku."jawab Lia Mikael membukan kan pintu mobil untuk Lia dan wanita itu masuk kedalam mobil itu


Mikael memutar mobilnya dan masuk kedalam mobil.


"Ayo kita berangkat."ucap Mikael melajukan mobilnya.


^*^*^*^*^*^*^*^


Sesampainya direstoran, Mikael keluar lebih dulu membukakan pintu untuk Lia.


"Terimakasih sayang ku."ucap Lia Mikael terseyum.


Didalam restoran Hiro melihat mereka bersama, sampai Mikael pamit pulang dan pergi dari sana. Lia melangkah masuk kedalam restoran itu dan mendekati meja tempat Hiro dan lainnya menunggu.


"Apa yang ayah lihat tadi."ucap Hiro.


"Kenapa ayah?"tanya Lia.

__ADS_1


"Apa Mikael kembali mendekati mu?"tanya Hiro.


"Maaf ayah, Lia tidak memberitahu ayah. Tapi Mikael menunjukan rasa bersalahnya dan menyesal dia meminta maaf pada Lia."jelas Lia.


"Apa dia mencintai mu?"tanya Hiro.


Lia mengangguk. "Dia menunjukan keseriusannya dan dia benar mencintai ku."jawab Lia.


"Dan kau percaya?"tanya Huro.


"Ayah sudahlah, semua orang pantas untuk mendapatkan kata maaf dan kepercayaan bukan dan ibu lihat Mikael tulus pada Lia, bahkan saat perceraian mereka waktu itu. Mikael seperti tidak ikhlas melepas putri kita."ucap Tania,ibu tiri Lia.


"Hah...ayah hanya tidak mau Lia terluka lagi."ucap Hiro.


"Ayah percayalah, Mikael tidak seperti yang dulu."ucap Lia.


"Baiklah, ayah pecaya pada mu. Tapi jika dia melukai mu katakan pada ayah."ucap Hiro.


"Iya ayah ku."ucap Lia mereka semua terseyum.


Makan malam itu pun berlangsung, Lia begitu senang seperti ini. Lia merasa kehidupan keluarganya kembali walau tidak bersama ibu kandungnya.


"Ayah, apa ayah tau kabar ibu?"tanya Lia.


Hiro terdiam saling tatap dengan Tania. "Ibu mu baik-baik saja, dia memilih kembali kerumah nenek mu."jawab Hiro.


"Kembali kerumah nenek, kenapa tidak memberitahu ku?"


Seharusnya ibunya bisa datang padanya dan meminta maaf Lia pasti bisa memaafkannya karena bagaimana pun Rita adalah ibunya dan sebagai anak Lia ingin bahagia bersama ibunya.


Acara makan malam itu selesai.


"Kau ingin ayah antar pulang?"tawar Hiro.


"Tidak ayah, Lia pulang bersama Mikael."tolak Lia.


"Dia yang menjeputmu, baik sekali. Baiklah kami pergi dulu."ucap Hiro.


"Hati-hati dijalan."ucap Lia.


"Kakak, aku senang mendengarnya."ucap Hiko mencium pipi Lia.


"Aisshh anak ini, kau harus berhenti meminum itu ingat."ucap Lia.


"Ya ya Hiko tau, da da kakak ku cantik."ucap Hiko menyusul ibu dan ayahnya.


Lia melangkah keluar restoran dan menelpin Mikael. Tapi pria itu tidak bisa dihubungi.


"Dimana dia kenapa tidak bisa dihubungi."gumam Lia.

__ADS_1


Dia terus mencoba sampai telpon itu tersambung. "Hallo Mikael kau dimana?"tanya Lia.


"APA?"


......


Lia keluar dari taksi yang dia pesan tadi, Lia berlari memasuki gedung putih itu.


Sesampainya di dalam, Lia bertanya pada suster di meja resepsionis.


"Permisi, apa ada pasien bernama Mikael Sanjaya?"tanya Lia.


"Oh tuan muda, dia sedang diperiksa diruangan sebelah sama. Nona lurus saja lalu belok sebelah kiri."ucap Suster itu.


"Terimakasih."ucap Lia lalu pergi sesuai arah yang ditunjukan.


Saat sampai di tempat itu Lia melihat Hang yang berdiri dengan dua orang yang duduk dihadapannya.


"Hang.."panggil Lia.


Pria itu menoleh. "Nona Lia."ucap Hang dua orang itu menolah.


"Apa yang terjadi dengan Mikael?"tanya Lia.


Hang hanya diam, dua orang itu berdiri. "Kau Lia kan? Mantan iatri putra ku?"tanya orang itu.


"Iya tuan Sanjaya, lama tidak bertemu apa kabar tuan."jawab Lia.


"Jadi benar, bisa kita bicara sebentar?"tanya Tuan Sanjaya.


"Iya bisa tuan."jawab Lia.


....


Lia terdiam setelah mendengar penjelasan dari tuan Sanjaya. "Jadi Mikael dan Dimas celaka karena ku?"tanya Lia.


"Iya, Hang bilang. Setelah Mikael mengantar mu Dimas mengajak Mikael bertemu dan mereka terjadi perkelahian. Paman mohon Lia, pikirkan ini semuanya demi kebaikan mereka."ucap Sanjaya.


"Tapi aku tidak bisa jauh dari Mikael tuan, aku sangat mencintainya."ucap Lia air matanya berkaca.


"Lia pikirkan lagi, jika kau terus bersamanya itu hanya membuat hubungan antara mereka semakin renggang. Putra bungsu ku juga mencintai mu, paman tidak masalah jika kau tidak bisa membalas perasaan Dimas tapi pikirkan Mikael. Dia sudah banyak terluka karena adiknya hanya demi mempertahankan mu, paman tidak mau Dimas terus bertindak sesuka hatinya hanya demi merebut mu dari Mikael."ucap Sanjaya.


"Tapi tuan, apa tidak punya cara lain? Tuan muda juga berhak bahagia, sekian lama aku mengenal tuan muda bari kali ini aku melihatnya bisa sebahagia itu saat bersama nona Lia tuan, saya mohon tidak bisakah membiarkan tuan dan nona tetap bersama?"tanya Hang.


"Tidak bisa Hang, jika Mikael terus bersama Lia Dimas akan semakin melukainya."ucap Sanjaya.


"Ini alasan ku mengapa Dimas begitu aku manjakan, dia bisa melukai siapa pun jika dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Itu sebaknya aku percaya bahwa Mikael bisa mandari karena putra ku itu sangat dewasa dan aku percaya dia bisa tidak seperti Dimas."ucap tuan Sanjaya.


Lia terdiam, ternyata seperti itu cerita aslinya.

__ADS_1


"Tuan.."


"TIDAK." Teriak seseorang menbuat mereka terkejud.


__ADS_2