Hanya Ingin Bahagia

Hanya Ingin Bahagia
berangkat


__ADS_3

Pagi-pagi mereka sudah bangun, Lia dan Mikael sudah bersiap untuk berangkat.


"Tidak ada yang tertinggal?"tanya Mikael melihat Lia yang merapikan kopernya.


"Tidak ada semua sudah aku masukan."jawab Lia masih sibuk dengan kopernya,Mikael mendekat memeluknya dari belakang mencium leher itu yang penuh dengan noda merah.


"Sayang lepas.."ucap Lia.


"Sayang, kita lanjutkan yang tadi malam ya."ucap Mikael.


"Mikael jangan macam-macam, Hang sebentar lagi akan sampai. Jangan membuatnya menunggu."ucap Lia melepas pelukan itu dan menyeret kopernya pergi.


"Sayang kau menolak ku."ucap Mikael menyusul Lia dengan membawa kopernya.


Sesampainya dibawa Qila sudah terlihat menunggunya. "Kak Lia.."ucap Qila lalu memeluk Lia.


"Kenapa kakak pergi?"tanya Qila sedih.


"Tidak papa, hanya ada urusan penting yang mengharuskan kami pidah."jawab Lia.


"Begitu ya."ucap Qila melepas pelukannya.


"Qila,kakak titip kafe kakak ya."ucap Lia menyerahkan kunci kafe pada Qila.


"Apa kakak tidak akan kembali kesini lagi?"tanya Qila.


"Kakak tidak tau apa bisa kembali atau tidak, tapi yang pasti kau harus menjaga kafe kakak dengan baik okey."ucap Lia Qila hanya mengangguk.


"Kau tenang saja, Hiko akan membantu mu."ucap Lia.


"Hiko? Siapa?"


"Kak Lia."teriak Hiko dari jauh berlari mendekati Lia lalu memeluk Lia.


Mikael menatapnya tajam. "Hy hy...lepas pelukan mu itu."ucap Mikael kesal dia tidak mau istrinya dipeluk pria lain.


"Kakak ipar galak sekali, aku hanya memeluknya sebentar."ucap Hiko.


"Tetap tidak boleh."balas Mikael.


Lia hanya terseyum sambil menggeleng. "Qila dia adik tiri kakak, dia yang akan membantu mu mengurus kafe."ucap Lia.


Qila menatap pria itu yang terseyum padanya, Qila malu-malu membalasnya.


"Semoga kalian bisa berkerja sama dengan baik."ucap Lia.


"Itu pasti kak, kakak tenang saja. Kafe akan aman bersama ku dan Qila."ucap Hiko.


"Baiklah kalau begitu."ucap Lia.


"Tuan...nona."panggil Hang.


"Ayo sayang."ucap Mikael merangkul Lia.


"Da da...kalian jaga diri baik-baik ya."ucap Lia.


"Baik kak."balas dua orang itu.


Lia dan Mikael masuk kedalam mobil yang akan membawa mereka kebandara. Hiko dan Qila melambai pada mobil itu.

__ADS_1


"Uuummm, aku Hiko."ucap Hiko.


"Qila."balas Qila menunduk malu.


"Kalau begitu sampai ketemu nanti."ucap Hiko lalu pergi menuju lantai atas kafe Lia.


Qila meraba dadanya, jantungnya berdegub kencang.


"Dia tampan sekali."gumam Qila.


¤¤¤¤¤¤


Sesampainya di bandara Lia dan Mikael langsung dibawa menuju pesawat pribadi milik tuan Sanjaya.


"Kami akan merindukan kalian."ucap Sera memeluk Mikael dan Lia.


"Kami juga bu."balas Lia dan Mikael.


"Kami tunggu kabar baik dari kalian."ucap tuan Sanjaya membuat pipi Lia memerah.


"Ayah tenang saja, pasti ada kabar baik untuk kalian."ucap Mikael merangkul Lia, wanita itu memukul dadanya.


"Ya sudah kami pergi dulu."pamit Lia.


"Hati-hati, kabarin kami jika sudah sampai."ucap tuan Sanjaya.


"Tentu ayah, Hang bawakan barang kami."ucap Mikael lalu merangkul Lia membawanya memasuki pesawat itu.


"Baik tuan."balas Hang.


"Hang...kau tau tau tugas mu bukan?"


"Tentu tuan, tuan Sanjaya tenang saja, tuan dan nona muda akan aman."ucap Hang.


....


Skip


Mereka sampai di sebuah kota yang tidak kalah bagusnya, dikenaal dengan pengunungannya yang indah.


Hang membawa mereka kesebuah rumah mewah dan elit, Lia bahkan terpukau melihat rumah itu.


"Ini rumah kalian?"tanya Lia.


"Bukan, ini rumah peninggalan ayah ku. Hanya aku, ibu dan ayah ku yang tau tempat ini."jawab Mikael.


"Apa Dimas tidak tau?"tanya Lia Mikael menggeleng.


"Tidak, makanya ayah meminta kita ketempat ini."jawab Mikael merangkul Lia membawanya masuk kedalam rumah itu.


Saat mereka masuk, di dalam sana sudah ada beberapa pelayan yang menyambut kedatangn mereka termaksud Cika.


"Cika.."panggil Lia.


"Nona apa kabar?"tanya Cika senang bisa melihat Lia lagi bersama tuan mudanya.


"Kabar ku baik."jawab Lia.


"Cika apa kau sudah membersihkan kamar kami?"tanya Mikael.

__ADS_1


"Sudah tuan bahkan kami sudah memberinya sedikit hiasan."jawab Cika.


Lia terdiam, hiasa. Apa ini seperti bulan madu. Mikael terseyum lalu mengajak Lia kelantai atas.


Rumah ini memiliki menara yang bisa membuat mereka melihat pemandangan kota dari atas menara itu.


Sesampainya dikamar Lia dibuat kagum dengan luasnya kamar itu dan hiasa bunga-bunga di atas ranjang itu.


"Cantik sekali."ucap Lia lalu berlari kearah balkon membuka pintu balkon dan merentangkan tanganya.


"Wahhh udaranya sangat segar....sayang lihat kita bisa melihat bukit itu dari sini."ucap Lia senang.


Mikael terseyum lalu mendekatinya, lalu memeluk Lia dari belakang. "Apa kau suka?"tanya Mikael.


"Aku sangat suka, apa lagi aku disini bersama mu."jawab Lia memutar tubuhnya menghadap Mikael.


"Aku mencintai mu."ucap Lia membuat Mikael terseyum lalu mengecup bibir Lia.


"Aku juga mencintai mu."balas Mikael mencium bibir itu lembut.


Diangkatnya tubuh Lia seperti bayi kuala, dan membawanya keranjang dengan dirinya di atas Lia. Wanita menarik tekuk Mikael memperdalam ciuman mereka.


Ciuman itu terlepas dan berpindah keleher putih Lia. Lia meremas rambut Mikael kuat, saat merasakan permainan lida itu di lehernya.


Tangan Mikael tidak tinggal diam, dia melepas semua pakaian yang mereka kenakan. Ciuman itu kembali berpindah bermain di binir ranum itu.


"Uuuummm.." Lia meremas bahu Mikael saat merasakan permainan dibawah sana oleh Jari Mikael.


Mikael melepas ciuman itu dan menatap wajah Lia yang memerah merasakan permainan jari itu.


"Ahhh...sa...sayang.."ucap Lia Mikael semakin cepat melakukan aksinya sampai dia merasa basah.


Dada Lia baik turun menghirup udara yang ada. "Ayo kita berjuang kembalikan dia pada kita lagi."ucap Mikael Lia terseyum dan mengangguk.


Permainan itu berlanjut sampai mereka merasa puas.


.....


Setelah permainan itu, Lia tertidur karena lelah. Sedangkan Mikael hanya sibuk memeluk Lia sambil mengelus kepala itu pelan.


Mikael terseyum lalu menempelkan wajahnya dipucuk kepala Lia. "Kau milik ku, hanya milik ku. Akut idak akan membiarkan siapa pun mengambil mu sayang."ucap Mikael Lia perlahan menggeliat semakin membenamkan wajahnya didada suaminya.


Mikael mencium kening itu. "Aku mencintai mu."ucap Mikael.


"Ugghh....sayang, ini jam berapa?"tanya Lia.


"Jam 3 sore."jawab Mikael Lia kembali memeluk suaminya erat.


"Apa kau lelah?"tanya Mikael Lia mengangguk.


"Kau terlalu bersemangat."jawab Lia Mikael tertawa.


"Kau membuat ku selalu bersemangat sayang."ucap Mikael.


Lia menatap Mikael lalu tanganya mengelus pipi itu lembut. Mikael mengecup bibir Lia, wanita itu terseyum lalu membalas kecupan itu.


"Ayo kita mandi."ajak Lia.


"Kau yakin?"tanya Mikael Lia mengangguk sambil mengusap perut ramping itu.

__ADS_1


Mikael menatapnya. "Kau menggoda ku hmm?" Lia hanya terseyum menggoda.


Dengan cepat Mikael beranjak dan mengakat tubuh Lia, membawanya kekamar mandi. Ya apa lagi yang mereka lakukan selain mandi, hanya mereka yang tau.


__ADS_2