Hanya Ingin Bahagia

Hanya Ingin Bahagia
Bab 4


__ADS_3

"kamu kenapa nak" ucap nenek lagi.


"aku gapapa nek. hanya saja terkadang aku merasa ibu sama ayah tidak pernah menyayangi ku" ucap ku sendu.


"ayah dan ibumu selalu sayang kamu nak. jangan berfikir seperti itu" ucap nenek


"nenek juga sangat sangat menyayangimu nak" ucap nenek lagi.


"tapi kenapa ayah ibu selalu membandingkan ku sama adek dan kakak nek" ucapku


"yang jelas jelas kita memiliki kemampuan yang berbeda" ucap ku lagi.


"sudah lah nak. jangan berfikir yang tidak tidak pada orang tua mu . nenek yakin mereka jug menyayangi" ucap nenek


"baik lah nek" ucap ku.


"kasian sekali kamu nak selalu di sia sia kan sama orang tuamu sendiri"batin nenek


"apakah kamu sudah makan malam nak" ucap nenek


"belum nek. cantika belum lapar" ucap ku.


"ya sudah. gimana tadi di tempat kerja baru" ucap nenek


"ya begitulah nek. ada saja yang bikin masalah" ucap ku


"yang sabar sayang namanya juga anak baru selalu seperti itu" ucap nenek.


"iya nek" ucap ku


"nek aku ke kamar dulu ya mau istirahat" ucap ku

__ADS_1


"iya nak" ucap nenek


"ya sudah nenek juga cepat tidur ya" ucapku


seraya berjalan keluar dari kamar nenek.


tidak sengaja aku melihat ayah dan ibu pulang.


"malam ayah ibu" ucap ku


seraya mencium tangan ayah dan ibu.


"malam" jawab ibu singkat


"sini cantika ayah mau bicara" ucap ayah


"ada apa yah" ucap ku heran karna tidak biasanya ayah menatap ku seperti itu.


"cantika perusahaan ayah di ambang kebangkrutan" ucap ayah.


" hutang perusahaan cukup banyak ayah tidak bisa membayarnya" ucap ayah


"apakah kamu mau menikah dengan anak sahabat ayah" ucap ayah.


"tidak ayah cantika masih belum mau menikah. cantika masih ingin mengejar cita cita cantika" ucap ku.


"kakak kamu tidak mungkin menikah sekarang karena karier nya sedang naik.


adik kamu masih sekolah" ucap ibu


"cuma kamu yang bisa membantu ayah" ucap ayah

__ADS_1


"tapi ayah cantika masih belum ada keinginan untuk menikah muda" ucap ku.


"itu artinya kamu membiarkan perusahaan yang ayah bangun dari nol hancur begitu saja" ucap ayah dengan nada tinggi.


"bukan begitu maksud cantika ayah" ucap ku


"tidak ada penolakan. ayah mau kamu menikah dengan anak sahabat ayah" ucap ayah seraya pergi meninggalkan ku sendirian di ruang keluarga.


"kenapa aku yang harus menikah hiks..hiks..."


"kenapa bukan kakak saja bu. cantika masih ingin mengejar cita cita bu" ucap ku.


"kamu tau kan kalau kakak kamu karier nya sudah mulai bagus. tidak mungkin dia mau meninggalkan pekerjaan nya hanya untuk menikah" ucap ibu.


" kamu lebih baik menerima keinginan ayah kamu. kalau masih ingin di anggap jadi anak" ucap ibu seraya pergi menyusul ayah ku.


"tapi kenapa harus menikah hiks..hiks..."


setelah ayah ibu pergi meninggalkan ruang keluarga aku pun berjalan menuju kamar.


"kenapa harus aku"


"kenapa ayah dan ibu mengorbankan perasaan ku. aku hanya ingin mengejar cita cita ku hiks hiks...


tak terasa aku pun terlelap. mungkin karena terlalu capek menanggis.


tokk tokk tokk


"bangun cantika" ucap nenek


"cantika bangun nak" ucap nenek lagi

__ADS_1


"iya nek sebentar lagi cantika bangun. cantika mau mandi dulu setelah itu cantika kebawah" teriak ku dari dalam kamar.


" ya sudah jangan lama lama ya" ucap nenek


__ADS_2