Hanya Ingin Bahagia

Hanya Ingin Bahagia
tidak mungkin


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti di depan sebuah kafe, lalu seseorang keluar dari mobil itu.


"Itu Qila, dimana Lia."gumam Pria itu lalu dia melangkah menuju rumah Lia.


Qila yang melihat Dimas naik keatas membuatnya terdiam. "Bukan kah tuan muda Mikael ada diatas, aduh bagaimana ini."gumam Qila gugub.


Dimas perlahan membuka pintu rumah itu dan masuk.


"Lia.."panggil Dimas tapi tidak ada balasan.


saat sudah masuk lebih dalam dan Dimas berjalan menuju kamar Lia, pria itu terdiam mematung.


Dua orang itu sepertinya tertidur dalam keadaan saling berpelukan. Dimas mengepalkan tanganya.


"Sialan.."gumam Dimas lalu pergi begitu saja.


Dengan cepat Dimas keluar dari rumah itu dan menutup pintuh rumah cukup keras membuat dua orang itu terbangun.


"Apa itu?"tanya Lia.


"Mungkin saja angin."jawab Mikael kembali memejamkan matanya.


Lia mendudukan tubuhnya. "Ya ampun...Mikael cepat bangun dan pulanglah"ucap Lia menarik pria itu.


"Aku lapar sayang buat kan aku makan."pinta Mikael.


"Aishh kau minta saja Cika untuk memasakan mu makanan."ucap Lia.


"Aku ingin makan masakan mu sayang."ucap Mikael membuka matanya dan menatap Lia manja.


"Buatkan untuk ku, ku mohon."mohon Mikael menatap Lia.


Wanita itu gemas melihat wajah Mikael. "Ingin sekali aku mencakar wajah mu itu."ucap Lia lalu bernajak dan pergi menuju dapur.


Mikael terseyum, Lia tidak mungkin menolaknya. Pria itu bernjak dan menyusul Lia kedapur, ditatapnya wanita itu sedang berkutak dengan alat dapur.


Mikael terus memperhatikannya, duduk dimeja makan.


"Kau memasakan aku apa?"tanya Mikael.


"Sup, badan mu sedikit panas. Jadi aku akan memasakan yang lembut-lembut untuk mu."jawab Lia bibir Mikael semakin melengkung.


Tidak beberapa lama, masakan itu selesai Lia menungkannya dalam mangkok dan memberikannya pada Mikael.

__ADS_1


"Ini makanlah."ucap Lia.


Mikael terseyum dan mulai menyantapnya. "Masakan mu selalu terasa enak."ucap Mikael terseyum.


Mikael menikmati makanannya dan hampir selesai


Lia hanya diam menatapnya. "Setelah ini pulang lah,aku sudah semalaman tidak pulang."ucap Lia beranjak dari duduknya.


"Kau mau kemana?"tanya Mikael menahan tangan Lia.


"Kekafe, dan kau harus langsung pulang setelah ini."jawab Lia.


"Lia apa kau masih belum memaafkan mu?"tanya Mikael Lia hanya diam tidak menatapnya.


"Baiklah aku akan berusaha sampai kau memaafkan ku."ucap Mikael lalu beranjak dari duduknya.


"Terimakasih makanannya,aku pergi dulu. Nanti siang aku kesini lagi."ucap Mikael lalu mencium kening Lia dan melangkah pergi.


Lia menatap punggung itu yang pergi menjauh dan menghilang setelah pintu tertutup.


"HAH..."akhirnya Lia bisa bernafas lega.


"Apa dia tidak berpikir sedari tadi aku berusaha menahan gugub, jantung ku berdegub seperti lari maraton saja."gumam Lia menyentuh dadanya perlahan bibirnya melengkung.


"Kenapa aku tidak bisa menahan diri ku saat bersamanyany."gumam Lia menyentuh pipinya yang memerah.


Flashback on.


"Aku mencintai mu."ucap Mikael Lia menatap mata pria itu.


Tangan Mikael terangkat mengelus pipi itu lembut. "Kau tau, 1 tahun ini begitu berat bagi ku. Aku selalu memikirkan mu selalu mencari cara agar bisa bicara pada mu, tapi selalu gagal karena ku tau kau sangat terluka oleh ku. Aku selalu datang setiap malam ke kafe mu hanya untuk milhatmu, walau dari jarak jauh setidaknya itu bisa mengurangi rasa rindu ku. Tapi tetap saja, aku tidak bisa hidup tanpa mu sayang. Maafkan aku....aku sungguh merasa bersalah."ucap Mikael tangan Lia terangkat menggengam tangan Mikael yang berada dipipinya.


"Apa serius dalam ucapan mu Mikael, aku hanya tidak ingin kau menyesal setelah ini."ucap Lia.


"Untuk apa aku menyesal, apa kau pikir aku berbohong. Kau bisa tanyakan pada Hang bagaimana hancurnya aku, dia yang meyakinkan ku untuk bertindak sebelum aku kehilangan mu. Aku tidak ingin kau dimiliki pria lain selain aku, kau hanya milik ku."ucap Mikael menatap mata Lia lekat.


"Maafkan sayang...aku mohon maafkan aku."ucap Mikael perlahan wajah Mikael mendekat.


Lia memejamkan matanya, berlahan bibir itu bertemu. Mikael menarik tekuk Lia mencium bibir itu lembut.


Mereka menikmati permainan bibir itu sampai Mikael melepasnya.


"Kenapa kau tidak jujur saat malam itu?"tanya Mikael.

__ADS_1


"Aku takut...aku takut kau tidak akan percaya pada ku."jawab Lia.


"Kenapa kau berpikir seperti itu, aku selalu berharap kau yang menceritakanbya pada ku. Aku selalu menunggu kau jujur pada ku tapi kau tidak mau mengatakannya."ucap Mikael mengusap bibir Lia yang basah.


"Maafkan aku."ucap Lia.


Mikael menarik kepala Lia membenamkannya didadanya. "Tidak papa, sekarang semua sudah berlalu. Seharusnya aku yang minta maaf, aku tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk anak kita."ucap Mikael.


Lia memeluk Mikael erat. "Sudahlah itu sudah berlalu dan aku sudah mengikhlaskan."ucap Lia.


Mikael terseyum lalu mencium kening Lia. Mereka sama-sama menikmati pelukan itu sampai tanpa sadar tertidur.


Flashback off


♤♤♤♤♤


Lia sudah bersiap, jam sudah menunjukan jm 10. Dengan langkah cepar Lia menuruni tangga dan masuk kedalam kafenya.


"Qila maaf aku tidak ada membantu mu."ucap Lia.


"Tidak papa kak,"balas Qila terseyum.


Mereka melanjutkan kerja mereka masing-masing.


"Uummm kak."


"Kenapa?"tanya Lia menatapnya.


"Apa tuang muda...Mikael mengajak kakak untuk rujuk kembali?"tanya Qila.


Lia tampak berpikir. "Sepertinya begitu."jawab Lia.


Qila terseyum. "Aku suka melihat kalia, kakak dan tuan muda Miakel terlihat cocok. Jujur tuan muda Dimaa dan kakak tidak cocok."ucap Qila.


"Memangnya Kua pikir Dimas menyukai ku?"tanya Lia sambil terkekeh.


"Dari yang Qila lihat, tuan muda Dimas memang menyukai kakak. Apa kakak tidak melihat cinta di matanya, dia setiap menatap kakak pasti matanya berbinar. Ahhh entahlah mungkin hanya pemikiran ku saja."ucap Qila lalu melanjutkan perkerjaannya.


Lia terdiam, dia pun merasa seperti itu. Bukannya tidak sadar tapi Lia selalu berusaha menyangkalnya dan berpikir kalau Dimas hanya menganggapnya teman.


"Dimas tidak mungkin menyukai ku."gumam Lia.


Sebenarnya Lia selama ini merasa bahwa Dimas memang menyukainya tapi Lia berusaha untuk tidak memikirkannya, karena Lia tau jika dia memikirkan hal itu dia hanya akan membuat Dimas terluka. Lia masih mencintai Mikael dan jika Dimas menyukainya itu artinya Lia melukai Dimas.

__ADS_1


Dia berusaha untuk tidak memikirkannya agar tidak merasa bersalah pada Dimas walau sebenarnya pria itu tau Lia masih mencintai Mikael, dan Dima tau bahwa Lia tidak menerimanya.


"Aku harap Dimas tidak menyukai ku."gumam Lia.


__ADS_2