
Dan benar saja, Lia menutup kafenya lebih cepat hari ini karena sudah janji dengan sang tuan muda.
"Kau tidak masalah kan Qila?"tanya Lia setelah turun dari tangga.
Wanita itu sudah terlihat rapi dan cantik.
"Tidak kak, tenang saja. Setidaknya Qila lebih banyak waktu istirahat karena Qila harus belajar untuk ujian besok."jawab Qila.
"Baiklah kalau begitu, hati-hati dijalan dan semangat belajarnya."ucap Lia Qila terseyum dan melambai.
Mikael melangkah mendekatinya. "Ayo kita berangkat."ajak Mikael.
"ayo."balas Lia.
Mikael menggenggam tangan Lia dan membawanya kemobil. Tentu saja pria itu melayani Lia seperti ratu.
Beberapa menit perjalanan, mereka sampai disebuah Mall terbesar dikota itu. Mereka memasuki gedung itu, banyak pasang mata yang melihat mereka heran. Bukan kah pasangan itu sudah bercerai 1 tahun yang lalu kenapa sekarang mereka bersama itu pikir orang-orang.
Lia sebenarnya risih tapi dia berusaha untuk tidak peduli, sedangkan Mikael dia tau Lia tidak nyaman di jadikan bahan omongan seperti itu.
Memang aneh jika melihat suami istri yang telah bercerai kembali bersama setelah 1 tahun berpisah. Tapi apa mereka tidak pantas untuk bersama lagi.
"Kau mau beli apa?"tanya Mikael mengalihkan perhatian Lia.
"Uuumm sebenarnya tidak ada, hanya saja aku ingin melihat model-model baju baru. Aku melihatnya di beberapa internet dan itu bagus."jawab Lia.
"Kalau begitu ayo kita cari."ucap Mikael menarik tangan Lia membawanya ketoko baju ternama.
Lia melihat-lihat deretan dress dan pakaian lainnya, memang ada beberapa yang dia lihat bagus hanya saja Lia masih belum ada niat untuk membelinya.
Saat Lia melihat sebuah dress dia tertarik dengan dress itu.
"Wahh bagus sekali."ucap Lia mendekati dress itu.
Mikael hanya mengikutinya. "Ini cocok untuk mu."ucap Mikael.
"Semuanya saja kau bilang cocok, tadi baju di sana kau bilang cocok. Bahkan deretan gaun disana cocok, hampir satu toko ini kau bilang cocok."ucap Lia.
"Ini semua memang cocok untuk mu sayang."ucap Mikael sambil mencolek pipi Lia.
__ADS_1
"Cih...gombal."
Saat Lia melihat-lihat dress itu tiba-tiba ada seseorang merebutnya.
"Aku ingin ini."ucap wanita itu.
Saat ingin pergi Mikael menahanya. "Maaf tapi wanita ku duluan yang melihatnya."ucap Miakel.
Wanita itu melihat kerah Mikael dan Lia bergantian. "Kalian bukan bercerai, wahhh tuan muda apa kau berniat kembali dengan mantan istri mu. Ohhh atau mantan istri mu yang meminta mu kembali? Wahhh apa mantan istri mu ini menjadi miskin setelah bercerai dari mu dan sekarang dia menyesal telah bercerai dari mu, wanita miskin hanya mau dengan pria kaya saja."ucap wanita itu Lia mengepalkan tanganya.
"Jaga ucapan mu."ucap Mikael penuh penekanan.
"Kenapa? Yang aku ucapkan benar bukan?, pastan mantan istri mu ini butuh uang mu untuk mengembangkan kafe kecil-kecilannya itu."ucapnya.
"Maaf nona tapi jika nona tidak tau tentang faktanya anda tidak bisa beucap sesuka hati seperti itu."ucap Lia.
"Benarkah? Tapi yang aku lihat seperti itu, kau mendekati tuan muda lagi untuk menguasai hartanya bukan, cececek wanita murahan."
Plak..
Lia terkejud melihat Mikael menampar wajah wanita itu.
Wanita itu mengelus pipinya. "Jaga ucapan mu, kau tidak berhak berucap seperti itu."ucap Mikael marah.
"Mikael sudahlah, jangan membuat keributan."ucap Lia.
"Dia yang lebih dulu memulainya, apa kau tidak dengar yang dia ucapkan. Apa dia pikir dirinya lebih baik dari mu, dia yang wanita murahan yang mengunjungi setiap hotel yang menjadi tempat janjiany."ucap Mikael.
"Mikael."tegur Lia
"Jaga ucapan mu tuan muda, aku bukan wanita seperti itu."teriak wanita itu marah.
"Lalu kau apa? Jika kau bukan wanita seperti itu lalu untuk apa kau menghina wanita lain, apa kau pikir diri mu lebih baik hah."ucap Mikael Lia berusaha menenangkan Mikael.
"Mikael sudah, jangan membuat keributan."ucap Lia.
"Maaf ada apa ini?"tanya seseorang yang menghampiri mereka.
"Tuan muda."ucap Orang itu menunduk hormat. Mikael menatap wanita itu tajam.
__ADS_1
"Ada masalah apa tuan?"tanya orang itu pemilik toko tersebut.
"Wanita ini yang membuat keributan."ucap Mikael.
"Saya tidak melakukan apa pun, saya hanya mengambil barang yang ingin saya beli."ucap wanita itu.
"Tapi istri ku yang lebih dulu mengambilnya."ucap Mikael membuat mereka semua tertegun.
"Mikael.." Lia rasa ini sudah kelewatan, dia dan Mikael belum resmi untuk kembali.
"Maafkan kami tuan atas ketidak nyamanan ini, maaf nona bisa kembalikan dress itu pada nona muda."pinta pemilik toko itu.
"Tidak dress ini milik ku."wanita itu sepertinya tidak ingin mengalah.
"Sudahlah, tidak masalah aku juga tidak menginginkan dress itu. Sudah semuanya sufah selesai jangan ribut seperti ini."ucap Lia lalu menatap Mikael dan pergi begitu saja.
"Jaga dengan baik toko mu dari wanita sepertinya."ucap Mikael lalu menyusul Lia.
Mikael mengejar langkah kaki Lia. "Sayang.."
"Jangan memanggil ku sayang, Mikael kita belum menjadi suami istri kenapa kau mengatakan seperti itu."ucap Lia menatap Mikael kesal.
"Memangnya kenapa? Kau akan jadi istri ku lagi kan."ucap Mikael.
"Aku baik pada mu bukan berati aku langsung memaafkan mu, dan aku belum sepenuhnya memaafkan mu."ucap Lia lalu pergi begitu saja dia sudah sangat marah pada Mikael.
"Jadi kau belum memaafkan ku ya, pantas saja kau tidak mau kembali pada ku."ucap Mikael menghentikan langkah Lia.
"Aku sadar dengan kesalahan ku dan aku tau kau tidak akan mudah memaafkan ku. Baiklah kau boleh masih membenci ku atau pun tidak memaafkan ku, tapi kau berlu ingat bahwa aku tidak pernah melepaskan mu."ucap Mikael membuat Lia terdiam.
Dia pikir jika Lia berkata seperti itu Mikael akan marah dan pergi tapi nyatanya, lebih dari yang Lia pikirkan.
"Hanya kau yang aku inginkan Lia, aku sangat mencintai mu. Ya mungkin kata cinta belum bisa membuat mu memaafkan ku, tidak masalah aku berjuang labih keras karena memang tujuan ku adalah membuat mu kembali pada ku. Aku tidak terima kau dimiliki pria lain, sampai kapan pun kau hanya milik ku sudah cukup aku merasakan sakit kehilangan keluarga tapi jangan kau lagi."ucap Mikael menyentuh hati Lia.
Lia tau pasti berat bagi Mikael hidup dikeluarganya yang sekarang, ibunya yang menikah dengan tuan Sanjaya yang di kenal dengan kejamnya.
Mikael mendekat padanya dan memeluk Lia dari belakang, tidak peduli dengan orang sekitar.
"Aku mencintai mu, sangat mencintai mu."ucap Mikael Lia memejamkan matanya air mata itu mengalir.
__ADS_1
Mikael sungguh-sungguh dalam ucapannya Lia pikir pria itu hanya bermain saja makanya dia mengikuti apa pun yang pria itu mau tapi ternyata tidak.