
Hari ini keadaan Kafe kembali rame lagi, dan Lia sangat sibuk. Pelanggan selalu saja datang bahkan ada yang sampai duduk diteras atas karena saking penuhnya.
"Qila antar pesanan ini keatas."pinta Lia.
"Baik kak."ucap Qila menerima nampan itu dan mengantarnya.
Lia kembali sibuk membersihkan meja untuk pelanggan berikutnya.
Criingg
Bel pintu kembali berbunyai.
"Selamat datang dab selahkan masuk."ucap Lia.
"Aku pesan kopi."ucap seseorang membuat Lia menoleh.
Orang itu terseyum. "Kenapa diam, aku pesan kopi sayang."ucap Mikael kembali tersadar.
"Baiklah tunggu sebentar."ucap Lia lalu melangkah menuju dapur dan membuatkan kopi untum Mikael.
"Dia sungguh datang, aku pikir dia hanya bercanda."gumam Lia.
Qila kembali masuk dan tertegun melihat Mikael. "Selamat siang tuan muda."sapa Qila Mikael hanya mengangguk.
Qila melangkah menuju dapur dan bersimpangan dengan Lia, diperhatikannya wanita itu dari balik tembok. Lia mengantarkan kopi kemeja Mikael.
"Ini kopi mu tuan."ucap Lia lalu berniat pergi tapi Mikael menahannya.
"Temani aku disini."ucap Mikael.
"Mikael...aku sedang sibuk, kau disini saja dulu dan tunggu aku sampai selesai jika aku memang ingin mengobrol dengan ku."ucap Lia melepas tanganya dan pergi.
"Cih sombong sekali."gumam Mikael.
Qila terseyum senang. "Apakah kapal ini akan kembali berlayar, jika iya aku akan senang mendengarnya."gumam Qila terseyum senang.
"Kau sedang apa?"tanya Lia mengejudkannya.
"Hehe kakak mengagetkan ku saja."ucap Qila mengelus dadanya.
"Kembali berkerja."ucap Lia.
"Ii..iiya kak."balas Qila berniat pergi tapi kembali mendekati Lia.
"Semoga sukses dengan tuan muda."goda Qila lalu wanita itu kabur.
"Yakk...aishhh.."teriak Lia kesal.
Bebrapa pengunjung melihat kearah Lia. "Maafkan aku...maaf mengganggu ketentraman kalian."ucap Lia melanjutkan perkerjaannya.
******
__ADS_1
Akhirnya perlahan kafe sudah mulai sepi dan Lia sedikit bisa beristirahat. Dia duduk dikursi meja kasir dan bernafas lega.
"Hah...dua hari ini kafe rame sekali...syukurlah itu artinya kafe ku sudah mulai dikenal."gumam Lia.
Tiba-tiba dia teringat akan seseorang. Diperhatikannya pengunjung kafe tapi tidak menemukannya.
"Qila kau melihat Mikael?"tanya Lia saat Qila melewatinya.
"Tadi aku melihatnya tuan muda naik kelantai atas."jawab Qila.
"Kelantai atas? Aku pikir dia pergi."gumam Lia lalu melangkah pergi.
Qila menatap wanita itu. "Hah...kalia saling mencintai tapi tidak ada kepastian kalian ingin kembali bersama, cinta yang rumit."gumam Qila.
Lia memasuki rumahnya dan melihat Mikael yang dudum dikarpet miliknya sambil membaca buku.
"Oh apa sudah selesai, aku pikir kau masih lama jadi aku memutuskan menunggu mu disini. Dari pada menunggu dibawah, banyak wanita yang memperhatikan ku. Nanti kau cemburu."ucap Mikael lalu beranjak dari duduknya mengembalikan buku itu keraknya.
Lia hanya diam menatap pria itu. Mikael melangkah mendekati Lia dan memeluknya.
"Aku hanya pergi untuk pulang dan berkerja sebentar itu sudah membuat ku sangat merindukan mu."ucap Mikael menyandarkan dagunya dibahu Lia.
"Jam berapa kafe mu tutup hari ini?"tanya Mikael.
"Aku tidak tau."jawab Lia dia masih belum membalas pelukan Mikael.
"Uumm begitu ya, kau pasti menunghu sepi baru tutup. Baiklah aku akan menunggu sampai kau tutup."ucap Mikael lalu melepas pelukannya.
"Untuk apa apanya?"
"Untuk apa kau menunggu ku?"jelas Lia.
"Aku ingin mengajak mu jalan, aku ingin nenghabiskan waktu bersama mu."jawab Mikael lalu melangkah menuju tempat duduk empuk milik Lia.
Itu bukan sofa hanya semacam tempat duduk dari kain yang berisikan busa-busa empuk (aduh maaf author lupa namanya).
Lia menatap Miakel. Pria itu juga menatapnya.
"Kenapa kau hanya diam?"tanya Mikael lalu menganyunkan tangannya memanggil Lia.
Wanita itu mendekat dan dengan sekali tarik Lia terduduk dipangkuan Mikael dan bersandar didada pria itu.
"Mikael.."
"Ssssttt....biarkan seperti ini dulu."ucap Mikael menyandarkan kepalanya kekepala Lia.
Lia diam dia merasa nyaman dalam pelukan ini.
"Aku tidak bisa dimaafkan? Apa kesalahan yang aku perbuat tidak bisa diperbaiki? Kau tau, aku sejujurnya malu memperlihatkan wajah ku pada mu."ucap Mikael.
"Kenapa begitu?"tanya Lia.
__ADS_1
"Karena aku yang membuat mu terluka, aku sudah banyak membuat mu terluka. Aku takut, kau tidak akan mau kembali pada ku lagi."ucap Mikael.
"Apa kau ingin berhenti?"
"Tentu tidak, aku akan terus berusaha membuat mu percaya pada ku dan memaafkan ku."ucap Mikael.
"Kalau begitu berusahalah."ucap Lia.
Mikael menjauhkan kepalanya dan merubah posisi Lia agar dia bisa melihat wajahnya.
Mata mereka saling bertemu. "Kau cantik, kau wanita sempurna dan aku pria brengsek yang melukai mu."ucap Mikael.
"Apa aku masih pantas untuk mu?" Tangan Lia terangkat mengusap pipi itu lembut.
"Kau baru melakukannya, jika kau memang berniat untuk merubah semuanya maka berusaha lah. Jika memang kau pantas untuk dimaafkan maka tunjukan bahwa kau pantas."ucap Lia Mikael terseyum.
"Aku tau kau pasti sangat membenci ku, tapi sungguh sayang. Aku sangat mencintai mu, biarkan kali ini aku yang berjuang membuat mu kembali pada ku."ucap Mikael Lia terseyum.
"Kalau begitu semangat."ucap Lia Mikael terseyum.
"Boleh aku mencium mu?"tanya Mikael.
"Hy tuan bukan kah tadi pagi kau juga mencium ku, apa kau harus permisi untuk melakukannya. kau ini seper..."belum selesai Lia berucap Miakel elbih dulu menarik tekuknya dan mencium bibir itu lembut.
Lia berseyum dan membalas ciuman itu, tanganya bergerak mengalung dileher Mikael menarik pria itu agar lebih dalam.
Mikael menarik pinggang Lia agar lebih dekat denganya. Ciuman itu semakin dalam dan tidak ada yang ingin melepasnya.
Dan tanpa mereka sadari ada seseorang uang dari tadi memperhatikan mereka. "Cihh....aku tidak akan membiarkan kalian kembali bersama, aku akan menghancurkan mu Mikael."ucap orang itu lalu pergi begitu saja.
Ciuman itu terlepas dan nafas keduanya berderu, Mikael terseyum lalu mengusap bibir Lia lembut.
"Rasanya masih sama, manis dan aku suka."ucap Mikael Lia memukul dadanya.
"Sudahlah pergi sana, kau hanya mengganggu waktu ku."ucap Lia bernajak tapi Mikael menahan tanganya.
"Aku belum selesai."ucap Mikael.
"Tapi aku sibuk."ucap Lia.
"Bukan kah masih ada Qila, aku yakin dia bisa mengurusnya sendiri dan kau disini saja bersama ku."ucap Mikael.
"Kak Lia."panggil Qila dari bawah.
"Itu kau dengar, sudah lepaskan aku dan kau disini saja. Tunggu aku,aku akan tutup cepat untuk mu dan nanti kau harus mengajak ku jalan mengerti."ucap Lia lalu melangkah menuju pintu.
Mikael terseyum. "Tentu saja, dengan senang hati. Bahkan jika harus mengabisi uang ku untuk mengajak mu jalan, aku tidak masalah."ucap Mikael.
"Bagus kalau begitu, kau harus membelikan ku apa pun yang aku mau."ucap Lia.
"Siap ratu ku."ucap Mikael Lia terkekeh lalu pergi.
__ADS_1