Hanya Ingin Bahagia

Hanya Ingin Bahagia
pernikahan


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun tiba,acara pernikahan digelar begitu meriah dan mewah,di hiasi mawar putih di setiap sudutnya.Semua tamu sudah berdatangan dan para pelayan menyambutnya dengan senyuman.


Di sebuah ruangan rias wanita cantik dengan gaun putih berdiri didepan sebuah cermin yang memantulkan bayangan dirinya.


"Tidak ku sangka akan secepat ini."gumam Lia.


Terdengar suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Lia,wanita itu terseyum saat melihat seorang pria berdiri.


"Ayah."panggil Lia ayahnya mendekat dan memeluk putrinya erat.


"Maafkan ayah Lia,ayah tidak bisa menjaga mu... ayah tidak bisa melindungi mu dari ibu mu."ucap Hiro ayah Lia.


Lia menggeleng, "Ayah tidak salah,lia yang salah kenapa waktu itu tidak menolak saja."ucap Lia.


"Kita tidak bisa berbuat apa pun sayang,ibu mu menggunakan uangnya untuk memenangkan hak asuh mu."ucap Hiro melepas pelukannya.


"Ibu ternyata sengaja melakukannya agar bisa menjual ku pada keluarga kaya itu ayah,ibu sangat jahat." adu Lia Hiro mengelus pipi anaknya.


"ibu mu memang wanita yang kejam dia akan melakukan apa pun demi kebahagiaannya, tapi jangan khawatir kau tetap putri ayah yang berharga, kau sangat berharga bagi ayah maaf membuat mu kecewa sayang." ucap Hiro Lia kembali memeluknya.


"Ayah tidak salah,jangan menyalahkan diri ayah lagi."ucap Lia memeluk erat ayahnya.


+×+×+×+×+


Tangan Lia terus menggandeng lengan ayahnya sambil berjalan melewati altar pernikahan, di sana lia bisa melihat mikael yang berdiri tegap dengan gagahnya dan melihat kearah lia dengan tatapan dinginnya.


"Jaga dengan baik putri ku tuan muda." ucap Hiro.


"Tentu saja." balas Mikael.


Lia beralih pada Mikael dan mereka pun mulai mengucapkan janji suci pernikahan, sungguh Lia tidak menginginkan ini tapi dia terpasak.Dia ingin lepas dari ibunya, dia ingin pergi dari ibunya,mungkin dengan cara ini Lia akan mendapatkan kebahagian.


Semua tamu undangan memberikan hadiah dan ucapan selamat untuk Lia dan Mikael, pengantin baru itu pun dengan senang hati menyambut mereka walau sebenarnya itu hanya keterpaksaan saja.


Acara pernikahan pun selesai dari gedung megah itu mereka sekarang pergi menuju rumah milik mikael.


"Ini rumahnya." batin Lia menatap rumah yang tak kalah megahnya dari rumah orang tua mikael.


Mikael dan Lia memasuki rumah itu,beberapa pelayan menyambut mereka dengan ramah walau pria itu tidak membalasnya berbeda dengan Lia yang terseyum pada mereka.

__ADS_1


Lia memasuki sebuah kamar mewah dilantai dua menatap sekeliling membuat Lia terkagum,warna dan bentuk bangunannya sangatlah megah.


"Dia sungguh seperti raja." gumam Lia


"Jangan melihat seperti itu,kau seperti orang desa yang tidak tau kemegahan saja." ucap Mikael menatap Lia sinis


Lia hanya berdecih, dia malas untuk berdebat dengan pria kasar itu.


"Kau mandilah lebih dulu." ucap Mikael sambil melepas dasinya


"Kenapa tidak tuan saja yang lebih dulu?" tanya Lia heran Mikael menatapnya lalu melangkah mendekatinya.


Lia melangkah mundur karena Mikael terus mendekatinya, sampai kakinya tersandung oleh tepian ranjang, Mikael dengan sigab menangkap Lia tapi sayang tubuh mereka terjatuh di atas ranjang itu.


Mata mereka saling bertabrakan, "Aku adalah suami mu,bukan tuan mu nona muda Sesilia Natasy Mila...oh salah maksud ku nona muda Sesilia Natasy Sanjaya." ucap Mikael membuat Lia tertegun.


Pria itu beranjak dari atas Lia dan merapikan jasnya "Bersihkan diri mu,sebelum aku berubah pikiran dan melakukannya sekarang juga." ucap Mikael membuat Lia bingung


Mikael melangkah pergi dari kamar itu, meninggalkan Lia seorang diri dalam kebingungannya.


"Sudahlah,untuk apa kau pikirkan perkataannya." gumam Lia lalu melangkah pergi menuju kamar mandi.


"Cika.." panggil Mikael membuat pekerjaan pelayan itu terhenti


"Iya tuan muda..." balas Cika kepala pelayan dirumah itu atau lebih tepatnya istana


"Pergilah ke kamar,siapkan keperluan untuk nona muda sebentar lagi dia pasti selesai dari mandinya dan kau harus melayaninya dengan baik jangan melakukan kesalahan atau kau akan tau akibatnya.," ucap Mikael tegas lalu melangkah menuju ruang kerjanya


Cika menunduk hormat lalu dengan cepat melangkah menuju kamar tuan mudanya.


Dengan hati-hati Cika menyiapkan segala keperluan nona mudanya sesuai perintah dari tuan muda.


"Oh ya tuhan kau mengejutkan ku." ucap Lia yang baru keluar dari kamar mandi membuat pekerjaan Cika terhenti.


"Maafkan saya nona muda." ucap Cika menunduk.


Lia memperhatikan baju dan meja rias yang sudah tersusun rapi dengan perlengkapan make up.


"Ini semua atas perintah tuan muda, tuan meminta saya menyiapkan segala keperluan nona muda dan membantu nona muda bersiap." ucap Cika Lia menatapnya.

__ADS_1


"Siapa nama mu?" tanya Lia.


"Cika nona." jawab Cika masih menundukkan badannya.


"Apa kau tidak pegal menundukkan tubuh seperti itu terus?" tanya Lia.


"Hah?" Cika bingung dengan yang di maksud oleh nona mudanya.


"Sudalah lupakan,kau boleh keluar,aku bukan ratu yang harus kau layani aku bisa melakukannya sendiri." ucap Lia.


"Maaf nona, tuan sudah memerintah saya melayanin nona." ucap Cika Lia menghelakan nafasnya.


"Jika aku bilang keluar,maka keluar lah aku tidak suka jika ada yang melayani ku,aku lebih suka kerja sendiri" ucap Lia membuat Cika terdiam.


"Kau keras kepala sekali" ucap seseorang dari arah pintu membuat perhatian Lia dan Cika teralihkan.


Cika langsung menunduk hormat pada Mikael yang berdiri di ambang pintu, Lia hanya menatap Mikael datar.


"Pergilah" ucap Mikael Cika melangkah keluar dari kamar itu.


Mikael menutup pintu kamar itu dengan sedikit keras,Lia yang cuek melangkah menuju ranjang dan mengambil baju yang telah disiapkan lalu masuk kedalam kamar mandi.


Pria itu derdecih, "Cihh...wanita yang angkuh." gumam Mikael.


Selesai memakai bajunya Lia keluar dari kamar mandi dan melihat Mikael yang duduk di sofa kamar itu dengan tablet ditanganya,bahkan saat libur pria itu tetap melakukan perkerjaannya.


Lia melangkah menuju meja rias dan mengisir rambutnya,Lia memperhatikan bayangan dirinya di pantulan cermin itu dan tanpa sengaja matanya menatap Mikael yang juga menatapnya dari pantulan cermin itu.


"Kenapa kau menatap ku?" tanya Lia.


"Percaya diri sekali,aku menatap hewan yang hinggap di punggung mu." ucap Mikarl membuat Lia terkejud dengan cepat berdiri dan meraba punggungnya.


Mikael tertawa lalu beranjak dari duduknya mendekati Lia, "dasar bodoh,kau mudah sekali dibohongi." ucap Mikael sambil menyentil kening Lia membuat wanita itu meringis.


Lia menatapnya kesal, Mikael hanya terkekeh lalu melangkah menuju kamar mandi.


"Liat saja kau, aku akan membalas mu lebih parah lagi." gumam Lia menatap Mikael yang memasuki kamar mandi


"imut" batin Mikael

__ADS_1


__ADS_2