Hanya Ingin Bahagia

Hanya Ingin Bahagia
Bab 5


__ADS_3

"kenapa ayah dan ibu mengorbankan perasaan ku. aku hanya ingin mengejar cita cita ku hiks hiks...


tak terasa aku pun terlelap. mungkin karena terlalu capek menanggis.


tokk tokk tokk


"bangun cantika" ucap nenek


"cantika bangun nak" ucap nenek lagi


"iya nek sebentar lagi cantika bangun. cantika mau mandi dulu setelah itu cantika kebawah" teriak ku dari dalam kamar.


" ya sudah jangan lama lama ya" ucap nenek


"iya nek".


setelah selesai dengan ritual mandi.


aku langsung turun ke bawah.karna hari ini hari minggu jadi semuanya berkumpul di meja makan. ya memang jarang sekali kita bisa sarapan pagi bersama. karena kita mempunyai kesibukan masing masing


"pagi semua" ucap ku


" pagi nak " ucap nenek.


ya hanya nenek saja yang menjawab. yang lain tidak ada yang peduli.


"duduk sini nak sebelah nenek" ucap nenek seraya menepuk kursi.


"baik lah" ucap ku


setelah selesai makan. ayah memanggilku ke ruang keluarga.


" kak cantika di panggil ayah ke ruang keluarga" ucap nina


" ada masalah apa . kenapa ayah memanggilku" tanya ku

__ADS_1


" aku tidak tau juga" ucap nina seraya pergi meninggalkan dapur.


"baiklah selesai mencuci piring aku kesana" ucapku.


setelah selesai beres beres akupun ke ruang keluarga. disana sudah ada ayah ibu nenek dan kakak.


semuax menunggu ku.


" lama sekali kamu " ucap ibu


" maaf bu aku baru selesai beres beres dapur" ucapku


" ya sudah sini cepat duduk" titah ibu


aku pun duduk di depan ayah dan ibu.


"kenapa semua berkumpul disini"batin ku


"ada apa bu" tanya ku


"ayahmu mau bicara penting" ucap ibu.


"tapi cantika masih ingin mengejar cita cita cantika ayah. cantika tidak ingin menikah muda" ucap ku


"perusahaan ayah sedang di ambang kehancuran. hanya dengan kamu menikah perusahaan ayah akan kembali stabil.


apa kamu tega melihat perusahaan yang ayah bangun dari nol hancur begitu saja" ucap ayah ku.


" tapi kenapa harus cantika ayah"


" kenapa bukan kakak saja"


"kakak lebih dewasa dari pada aku.


usia kakak juga sudah cukup untuk menikah" ucap ku

__ADS_1


" karier kakak kamu sedang naik. tidak mungkin ayah mengancurkan karier nya yang dia bangun sendiri" ucap ayah ku


" tapi yah.." ucap ku namun terhenti karena ibu angkat bicara


"kamu ini . orang tua minta tolong selalu saja membantah." ucap.ibu ku


"cantik masih belum ingin menikah bu".


" cantika masih ingin kerja"


"masih banyak yang ingin cantika gapai" ucap ku lagi.


"turuti saja keinginan ayah" ucap ibu lagi


"baik lah bu"


"cantika mau menikah demi perusahaan ayah" ucap ku


"terimahkasih ya nak" ucap ayah


"iya yah" ucap ku


"ya sudah cantik pergi ke kamar duluan ya ayah ibu nek kak " ucap ku sembari berjalan menuju kamar.


"kenapa harus aku yang di nikahkan".


ucap ku sembari menatap langit langit kamar ku. terasa aku pun tertidur.


tokk tokk tokk


"cantika bangun nak.ini sudah siang"ucap nenek


" sebentar nek" ucap ku


" bentar lagi cantika turun nek.

__ADS_1


cantik mau mandi dulu" ucap ku.


aku pun bergegas pergi mandi karena takut ibu marah kalau aku bangun terlalu siang


__ADS_2