
Sepulang dari rumah Amanda, Bu Sopiah masih belum bisa menghilangkan rasa kesalnya karena dia tidak berhasil mendapatkan uang dari mantan menantunya. Dia pun diam-diam berencana untuk menyebarkan gosip tentang Amanda pada tetangganya. Bu Sopiah pun langsung berkunjung ke rumah Bu RT yang terkenal dengan julukan biang gosip di kompleknya.
Sesampainya di sana, terlihat banyak ibu-ibu komplek yang sedang melihat demo kompor anti meleduk karena dilengkapi dengan sensor otomatis. Jika terjadi kebocoran dalam tabung gas, selang gas otomatis akan menutup. Bahkan jika kompornya kita gebrak saat sedang menyala, apinya akan mati begitu saja.
"Wah rame-rame begini, kenapa saya tidak diajak?" tanya Bu Sopiah.
"Tadi undangan sudah ada buat ibu, tapi saat ke rumah ibu ternyata kosong tidak ada siapa-siapa," jelas Nani yang memang bertugas untuk menyebar undangan untuk warga komplek.
"Oh, itu saya habis nengok cucu ke komplek depan. Namun, waktunya tidak tepat karena ternyata mantan menantu saya sedang memasukan seorang lelaki ke rumahnya. Saat saya datang, laki-laki itu langsung pergi karena malu." Bu Sopiah mulai meracuni tetangganya dengan gosip yang sengaja dia sebarkan.
"Masa sih, Bu? Bukannya mantan menantu ibu itu putrinya almarhum Pak Handoko? Setahu saya Amanda orangnya kalem tidak suka aneh-aneh dari semenjak dia gadis. Putri saya 'kan teman sekolahnya." Sepertinya Bu rini merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh tetangganya.
"Saya juga awalnya tidak percaya saat tetangganya bercerita kalau Manda suka bawa lelaki ke rumahnya. Tapi setelah saya melihat sendiri, saya percaya dengan apa yang mereka katakan. Orang bisa berubah Jeng Rini. Dulu dia memang kalem tapi sekarang dia berani melawan sama saya, bahkan dia mengusir saya saat menasehatinya agar tidak membawa lelaki ke rumah."
Bu Sopiah terus saja meracuni pikiran tetangganya untuk membenci Amanda, membuat sales yang sedang promosi kompor menjadi kesal karena fokus ibu-ibu komplek kini beralih pada cerita bohong Bu Sopiah.
"Ibu, mengosipkan orang itu dosa loh!" seru sales kompor.
"Bohongin orang juga dosa, Neng! Ngaku-ngaku kualitas bagus tahunya baru sebulan sudah rusak," ketus Bu Sopiah.
"Sudah, Bu! Ayo cerita lagi soal menantu Ibu. Saya jadi penasaran, yang kata ibu menantunya kucel, gak dandan, setiap hari hanya pake daster, masa bisa menggaet cowok. Ganteng gak Bu cowok yang mau sama dia?" Bu RT yang sedari diam ikut bersuara.
"Ganteng dari mananya Bu RT. Ganteng juga anak saya sudah jelas jadi jaksa muda," Bu Sopiah mulai kumat penyakit sombongnya.
"Aku kho ragu sama cerita ibu, soalnya Manda yang kulihat orangnya tidak pernah aneh-aneh a. Ruko dia dan ruko rumah makan aku kan dekat, Bu. Jadi aku bisa melihat keseharian dia," jelas Sinta.
__ADS_1
"Masa sih Sinta, ini yang benar siapa?" Bu RT menjadi bingung mencerna gosip yang didengarnya.
"Tentu saja cerita saya, Bu RT. Saya mantan mertuanya, tentu lebih tahu bagaimana sifat Amanda yang selalu diam-diam menghanyutkan."
Bu Sopiah terus saja meyakinkan semua tetangganya tentang Amanda yang selalu memasukkan laki-laki ke rumahnya. Sampai pada akhirnya, gosip itu beredar sampai ke komplek perumahan yang Amanda tinggali sehingga tetangganya mulai menaruh curiga kepada Amanda. Apalagi setiap hari Amanda selalu pulang larut karena begitu banyaknya pesanan sementara tenaga kerjanya kurang.
...***...
Hari-hari terus berganti, hubungan Amanda dengan Gilang bisa dikatakan semakin membaik. Apalagi rencana kerjasama itu sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Hal itu, menjadi alasan Gilang sering menyempatkan waktu untuk berkunjung ke ruko tempat konveksi Amanda. Ditambah lagi, acara pernikahan Tania dan Rama tinggal sebulan lagi, membuat mereka sering bertemu dan Amanda sering diantar pulang oleh Gilang.Tentu saja hal itu tidak lepas dari pengamatan para tetangga Amanda yang mulai termakan oleh gosip Bu Sopiah.
Berbeda dengan Bude Marni yang sama sekali tidak percaya dengan gosip yang beredar tentang Amanda, sehingga dia memberanikan diri untuk bertanya langsung pada Amanda daripada dia harus percaya pada gosip.
"Manda, mau pergi ke mana sudah rapi?" tanya Bude marni saat melihat Amanda seperti akan keluar rumah bersama dengan kedua anaknya.
"Manda, bisa Bude bicara sebentar?" tanya Bude Marni.
"Bisa Bude, ayo di dalam saja ngobrolnya!" ajak Amanda.
Bude Marni pun mengikuti apa yang Amanda katakan. Dia mengekor Amanda untuk masuk ke dalam rumah, yang kemudian langsung duduk di sofa ruang tamu.
"Ada apa Bude? Sepertinya ada yang penting," tanya Amanda heran.
"Sebelumnya Bude minta maaf jika nanti kamu tersinggung. Bude hanya ingin meluruskan apa yang Bude dengar dari orang lain. Apa sekarang Manda sedang menjalin hubungan dengan seorang lelaki?" tanya Bude Marni hati-hati.
"Tidak Bude! Manda belum kepikiran sampai ke sana?" jawab Amanda.
__ADS_1
"Lalu laki-laki yang selalu mengantarkan pulang siapa?" tanya Bude Marni lagi.
"Oh itu Pak Gilang. Manda sedang ada kerjasama dengan perusahaannya untuk memperbesar usaha konveksi. Jadi dia sering mengecek usaha konveksi Manda sepulang dia dari kantor. Makanya terkadang dia mengantar Manda pulang ke rumah," jelas Amanda. "Memangnya kenapa Bude?"
"Manda jangan marah sama Bude ya, sebenarnya tetangga sedang bergosip tentang kamu yang selalu membawa pulang laki-laki," terang Bude Marni.
"Apa? Kenapa mereka mengira aku seperti itu?" tanya Amanda kaget. "Sumpah Bude, meskipun Manda selalu diantar pulang, tapi kita tidak memiliki hubungan khusus selain rekan bisnis."
"Makanya Bude tanya sama kamu daripada nanti malah fitnah." Bude Marni menghela napas dalam. Dia ikut prihatin dengan apa yang terjadi pada Amanda.
"Lalu Manda harus bagaimana, Bude?" terlihat jelas raut bingung di wajah Amanda. Dia tidak menyangka akan digosipkan oleh tetangganya.
"Sebaiknya kamu jaga jarak dulu dengan Gilang itu. Untuk mereda kecurigaan tetangga semua. Tapi lebih bagus sih kalau kamu dan dia menjalin hubungan yang serius, agar tidak ada lagi gosip miring tentang kamu." Bude Marni pun memberikan nasihat pada Amanda.
"Baik Bude! Terima kasih sudah mengingatkan. Kira-kira Bude tahu tidak siapa sumber gosip itu?" tanya Amanda.
"Bude tidak tahu, kamu hati-hati saja! Karena terkadang menjadi seorang janda itu selalu dijadikan bahan gosip yang tidak benar meskipun kita tidak melakukan hal yang tidak benar," pesan Bude Marni.
"Iya Bude, Manda akan selalu ingat pesan Bude."
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like comment vote rate gift dan favorite....
...Terima kasih!...
__ADS_1