Harga Sebuah Daster

Harga Sebuah Daster
Bab 34 Resmi


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian Apandi pulang dalam keadaan mabuk, Citra pun mulai mencari tahu tentang apa yang sebenarnya telah terjadi. Sampai akhirnya, ada dua orang aparat dari kepolisian datang ke rumahnya mencari Apandi. Citra yang kaget dan takut dengan kedatangan polisi itu, akhirnya dia pun langsung memberitahu di mana Apandi bekerja. Namun, saat kedua polisi itu akan beranjak pergi, terlihat mobil Apandi memasuki pekarangan rumahnya.


"Selamat sore, Pak! Benar, Anda yang bernama Apandi?" tanya salah seorang polisi itu.


"Iya, dengan saya sendiri." Terlihat Apandi seperti keheranan dengan kedatangan dua anggota polisi ke rumahnya.


"Maaf, Pak! Sebaiknya Anda ikut kami ke kantor polisi karena ada hal yang harus kami jelaskan di sana," ucap salah satu petugas polisi itu.


Apandi hanya mengikuti apa yang polisi itu katakan. Dia berpikir mungkin ada kaitannya dengan pekerjaannya sebagai seorang jaksa muda. Namun, saat sampai di kantor polisi, sontak saja dia kaget saat dirinya terlibat kasus menodai kehormatan seorang pemandu karaoke.


"Bagaimana ini bisa terjadi, Pak? Saya sendiri tidak mengingatnya kalau pernah melakukan hal yang tidak terpuji di tempat karaoke?" tanya Apandi.


"Mungkin Anda tidak mengingatnya karena kondisi Anda yang sedang mabuk. Akan tetapi, korban dalam keadaan sadar sehingga dia mengingat dengan jelas dengan apa yang Anda lakukan padanya," jelas seorang penyidik kepolisian.


Tak berapa lama kemudian, Ina datang bersama dengan kakaknya yang merupakan seorang OB di kantor Apandi. Jaksa muda itu semakin bingung dengan kedatangan dua orang yang dikenalnya.


"Pak Apandi, ini korban yang sudah melaporkan perbuatan tidak terpuji Anda pada gadis ini," ucap penyidik itu kemudian.


"Maksud Anda pak?" tanya Apandi.


"Apa bapak lupa, waktu bapak datang ke karaoke saat patah hati karena melihat mantan istri Anda di lamar oleh lelaki lain. Waktu itu aku dengan setia mendengarkan keluh kesah aku, tapi saat Bapak mabuk kenapa bapak malah merenggut kehormatan aku. Sekarang aku tidak punya apa-apa lagi karena satu-satunya barang berhargaku sudah bapak ambil." Ina begitu marah mengingat kejadian naas yang menimpanya. Dia menyesal mengambil uang Apandi sedangkan dia harus kehilangan kehormatan.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan gadis muda itu, sedikit demi sedikit memorinya mengingat dengan apa yang telah terjadi. Sampai akhirnya dia menawarkan jalan damai pada Ina.


"Saya minta maaf dengan apa yang telah terjadi! Jujur, aku tidak mengingat jelas dengan apa yang terjadi di antara kita. Saya hanya ingin menawarkan jalan damai. Bagaimana kalau kita menikah secara siri dan saya akan bertanggung jawab penuh atas kehidupanmu," rayu Apandi.


Lebih baik aku menikahi gadis ini, daripada harus kehilangan pekerjaanku. Susah payah aku berusaha untuk bisa mencapai posisiku yang sekarang, tidak mungkin aku biarkan hancur karena kesalahanku yang telah menodai gadis pemandu lagu ini, batin Apandi.


"Aku tidak bisa percaya dengan apa yang Anda katakan, sebelum Anda benar-benar menikahi adikku." Suara Nino begitu lantang membela adiknya.


"Nino, kamu harus percaya padaku. Aku tidak mungkin membohongimu." Apandi terus berusaha meyakinkan Nino dengan kesungguhannya.


"Baiklah! Aku kasih waktu sampai besok, kalau pak Pandi masih tidak menikahi adikku maka kasus ini akan terus berjalan," ancam Nino.


Sangat kontras dengan kehidupan Amanda yang kini sudah memulai babak kehidupan baru yang lebih baik. Janda dua anak itu kini disibukkan dengan acara pembukaan gedung konveksi hasil kerjasama dengan Green Textile. Untuk memulai usaha barunya yang lebih besar, Amanda pun mengadakan acara syukuran dengan mengundang anak-anak dari yayasan yatim piatu dan ibu-ibu pengajian dari kampungnya. Banyak yang merasa bangga dengan usaha yang dirintis Amanda. Namun, ada juga yang merasa idak suka dengan keberhasilan yang diraih oleh Amanda.


"Manda, Bude senang kamu bisa bangkit menjadi wanita mandiri yang sukses. Allah memang akan selalu bersama orang-orang yang mau berusaha dan berdo'a," ucap Bude Marni.


"Makasih Bude! Semua ini karena dorongan semangat dari Bude. Bude pelanggan pertama Manda saat dulu pertama kali Manda berjualan daster," ucap Amanda dengan tulus.


"Iya, Teh Manda. Susi ikut senang dengan keberhasilan Teteh. Siapa tahu nanti Susi bisa diterima kerja di sini," gurau Susi tetangganya Amanda.


"Boleh, Sus. Kalau kamu berminat, bikin saja surat lamarannya sebagai formalitas. Nanti Teteh yang minta HRD untuk meloloskan kamu," ucap Amanda.

__ADS_1


"Siap Teh Manda! Untuk punya tetangga yang sukses sehingga kita juga bisa kecipratan," ucap Susi dengan wajah yang terlihat sangat senang.


"Segitu saja kamu senang banget Susi. Padahal kan hanya biasa saja tuh." Cebik Lela.


"Biarin saja Teh Lela, syirik aja!" sahut Susi.


Terdengar suara riuh di luar gedung saat kedatangan dua makhluk Tuhan yang terlihat nyaris sempurna. Gilang dan Rama yang baru datang karena baru tiba setelah penandatangan proyek kerjasama yang bernilai fantastis, disambut meriah oleh semua karyawan konveksi. Mereka begitu senang karena tamu istimewanya sudah datang sehingga acara gunting pita pun segera dimulai.


"Dengan mengucap basmalah Bismillahirrahmannirrahiim gedung ini resmi saya buka untuk usaha konveksi yang diberi nama CV. SAHABAT," ucap Gilang dengan menggunting pita bersamaan dengan Amanda.


Terlihat jelas senyum bahagia terpancar dari wajah cantik Amanda. Dia sangat bersyukur dari keterpurukannya karena pengkhianatan suaminya. Hanya karena kebiasaan dia memakai daster, kini menjadi sebuah usaha yang mampu menopang kehidupannya beserta dengan kedua anaknya.


Tidak ada yang salah dengan daster. Yang salah itu jika jatuh ke tangan yang tidak tepat sehingga sebuah daster menjadi tidak bernilai. Akan tetapi, jika daster jatuh ke tangan yang tepat, maka dia akan bernilai tinggi. Tak berbeda dengan aku, bagi Mas Pandi aku hanya sebuah beban dalam hidupnya sehingga dia selalu menuntutku untuk melakukan apapun yang dia mau. Namun, bagi A Gilang, Aku seseorang yang selalu dia dorong untuk terus maju dan berkembang, batin Amanda.


Lamunan Amanda langsung buyar saat ada sebuah tangan kekar yang merangkulnya, "Dilarang melamun di hari bahagiamu, nikmatilah awal kesuksesan yang akan kamu raih,"


...~Bersambung~...


...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih!...

__ADS_1


__ADS_2