
Setelah ketiga lelaki tampan beda generasi itu berkeliling kawasan dengan motor gede milik Rama, kini ketiganya sudah kembali pulang saat hari sudah menjelang sore. Rama sengaja membeli banyak es krim dan cemilan agar putra sahabatnya tidak terus kepikiran dengan apa yang sudah terjadi.
Kia dan Azka menyambut kedatangan tida lelaki itu dengan sumringah. Apalagi setelah tahu apa yang dibawa oleh papanya. Mereka langsung menyerbu es krim yang menjadi salah satu makanan kesukaannya.
"Dede makannya jangan belepotan sayang!" Amanda langsung mengelap sisa-sisa es krim yang ada di bibir putranya.
"Sayang, coba punya kamu ku icip." Gilang langsung memakan es krim yang ada di tangan Amanda. "Oh iya aku lupa, tadi dokter Mitha menelpon. Katanya sudah dibuatkan janji dengan Dokter Tri untuk memeriksa kandunganmu sore ini."
"Kenapa mendadak, A?" tanya Amanda.
"Bukannya mendadak, tapi tadi ada sedikit gangguan jadi aku lupa." Gilang terus menghabiskan es krim yang ada di tangan Amanda.
"Papa, tumben suka es krim?" tanya Langit heran dengan papanya.
"Kata Om kamu bagus untuk mengembalikan suasana hati. Ayo Manda, dimakan es krimnya!" Gilang memberikan es krim yang baru pada istrinya. Namun, saat tinggal separonya, lagi-lagi dia meminta dan langsung menghabiskan es krim milik Amanda.
Rama hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Gilang yang tidak seperti biasanya. Dia dan Tania asyik menikmati keripik kentang berdua seraya melihat keluarga sahabatnya yang sedang asyik menikmati pesta es krim.
...***...
Disinilah sekarang pasangan suami istri yang sedang di selimuti kebahagiaan sekaligus kecemasan dengan apa yang terjadi pada keluarga kecilnya. Gilang dan Amanda sudah berada di depan ruangan dokter kandungan. Mereka sedaang menunggu giliran masuk karena tadi datang tidak tepat waktu sesuai jam yang sudah dijanjikan.
Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit, akhirnya giliran Amanda dan Gilang yang masuk ke ruangan dokter kandungan. Dokter Tri sudah menyambut dengan senyum manisnya saat pasangan suami istri itu masuk ke dalam. Amanda pun langsung membalas senyuman dokter cantik. Namun tidak bagi Gilang. Dia hanya menganggukkaan kepalanya sebagai sapaan pada dokter cantik itu.
"Silakan duduk Pak, Bu!" suruh Dokter Tri.
"Makasih, Dok!" sahut Amanda.
"Menurut Dokter Mitha, kalau Bu Amanda diperkirakan hamil lima minggu. Apa ada keluhan Bu?" tanya Dokter Tri.
__ADS_1
"Tidak ada, Dok. Hanya suka pusing dan lemas," jawab Amanda.
Dokter Tri pun langsung bertanya tentang kapan terakhir Amanda mendapatkan haidnya dan dijawab dengan cepat oleh Amanda. Setelah cukup berbincang, Dokter Tri pun mengajak Amanda untuk berpindah tempat.
"Mari Bu, kita USG dulu agar diketahui kondisi awal janinnya dengan jelas." Dokter Tri pun berpindah menuju ke sebuah bed dengan layar monitor dan peralatan USG di sampingnya.
Melakukan pemeriksaan USG memiliki tujuan untuk memastikan kehamilan serta mengecek kesehatan janin. Biasanya, USG pertama pada ibu hamil dilakukan pada trimester pertama.
Kehamilan trimester pertama adalah kehamilan yang baru memasuki usia 0 hingga 12 minggu atau sekitar tiga bulan. Melakukan USG di trimester pertama bisa dilakukan setelah kehamilan berusia 4-5 minggu. Sebab, pada usia tersebut sudah bisa dideteksi kantung kehamilan serta perkembangan janin di dalam perut ibu. Agar USG yang dilakukan tidak sia-sia, perhatikan 3 hal ini saat melakukan pemeriksaan di trimester pertama. Di antaranya: usia kehamilan, gangguan kantung kehamilan dan kehamilan anggur.
"Wah selamat Bu, sepertinya ada dua kantung janin. Ibu akan memiliki bayi kembar," ucap Dokter Tri saat dia menggerakkan-gerakanalat USG di perut Amanda yaang sudah diberi gel.
"Alhamdulillah," ucap Amanda dan Gilang serentak
"Usia janinnya sudah memasuki minggu ke-enam. Ibu kurangi pekerjaan yang berat-berat. Buat bapaknya harus lebih memperhatikan lagi keadaan ibu, karena wanita hamil tidak boleh stres dan banyak pikiran." Dokter Tri pun mengelap perut Amanda yang tadi bekas gel dengan tissue kemudian dia beranjak ke mejanya untuk menuliskan resep yang harus Amanda tebus di apotik
Setelah cukup berbincang dan mendapatkan resep vitamin yang harus ditebus, akhirnya Amanda dan Gilang pun undur diri. Pasangan suami-istri itu langsung menuju apotik yang ada di dalam rumah sakit untuk menebus obat yang tadi sudah diresepkan oleh Dokter Tri.
"Aa yang punya kembaran, Manda. Namanya Galang, Sekarang dia sedang tugas di perbatasan bersama istrinya yang kebetulan menjadi dokter di kesatuan," jawab Gilang.
"Waktu kemarin kita nikah, apa dia dia tidak pulang?" tanya Amanda.
"Tidak, dia pulang saat lebaran. Hanya dia yang mengikuti jejak bapak, karena aku dan Galih justru tertarik pada bisnis yang diturunkan adari keluarga ibu," jelas Gilang.
"Kalau nanti bertemu, apa yang membedakan Aa dan Galang?" tanya Amanda.
"Nanti juga kamu tahu kalau sudah bertemu dengan dia. Atau kamu tidak bisa mengenali suamimu sendiri?" goda Gilang.
"Masa iya aku tidak bisa mengenali suamiku sendiri, meskipun kembar identik pasti akan ada sedikit perbedaan." Amanda mencubit tangan Gilang gemas.
__ADS_1
"Manda, jangan menggodaku! Sabar sedikit sampai kita sudah di rumah," sahut Gilang.
Pasangan suami istri itu terus bercanda untuk menghilangkan kejenuhan selama menunggu obat. Sampai tanpa sengaja, Aamnda melihat Melisa yang juga sama sedang menebus obat.
"A, bukannya itu mantan istri A Gilang ya?" tanya Amanda.
"Iya, kamu benar. Tapi dia sakit apa? Bukankah tadi pagi baik-baik saja saat datang ke rumah?" Gilang malah balik bertanya pada Amanda.
"Mana Manda tahu A. Manda kan tidak dekt dengan dia," sanggah Amanda.
"Sebaiknya Aa selidiki. Siapa tahu menjadi titik terang untuk mengalahkannya."
Gilang pun langsung menelpon Rama dan menceritakan apa yang dilihatnya. Sampai dia tidak sadar kalau Amanda sudah beranjak mengambil obat karenna namanya tadi dipanggil.
"Belum selesai menelponnya, A?" tanya Amanda yang sudah kembali dari kasir.
Gilang menengok sekilas kemudian dia pun mengakhiri percakapannya dengan Rama lalu bertanya, "Sudah diambil obatnya?"
"Sudah nih," Amanda memperlihatkan kantong palstik berwarna putih yang berisi obah penambah darah dan vitamin.
"Oh, ya sudah kita pulang yuk! Tadi Rama menyuruh kita untuk sekalian membeli pizza. Sepertinya dia masih di rumah bersama anak-anak," ucap Gilang.
"Ayo! A sebaiknya Rama dan Tania diberi waktu untuk bulan madu, biar mereka segera memiliki anak. Kalau keduanya terus bekerja sampai kelelahan, nanti kualitas hormon reproduksinya jelek," ucap Amanda.
"Masa sih? Buktinya kita tiap hari bekerja tapi sekarang malah dikasih dua sekaligus. Berarti apa yang kamu katakan itu tidak akurat, Manda." Gilang langsung menyanggah apa yang istrinya katakan.
"Itu karena si otong keseringan main ke rumah nyai sampai tidak mengenal waktu dan tempat."
...~Bersambung~...
__ADS_1
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
...Terima kasih!...