Harga Sebuah Daster

Harga Sebuah Daster
Bab 44 Menikah


__ADS_3

"Ibu ada masalah apa? Apa mereka telah mengganggu Ibu?"


"Tidak apa, kalian bawakan saja barang belanjaan menantuku, kasian nanti dia lelah. Mana sekarang aku sedang menanti kehadiran calon cucuku. Menantuku ini tidak boleh lelah apalagi stres," sarkas Bu Rianti dengan mata mendelik tajam pada Bu Sopiah. Dia yakin, ibu-ibu yang raut mukanya itu tidak bersahabat, pasti mantan mertua Amanda.


Bu Rianti semakin ingin cepat-cepat mengangkat Amanda sebagai menantunya. Apalagi, setelah dia tahu tentang cerita Amanda dari Rama. Bu Rianti semakin yakin kalau Amanda memang perempuan yang cocok untuk putranya karena mereka berdua sama-sama pernah dikecewakan oleh pasangannya sehingga akan lebih mudah untuk saling menerima keadaan satu sama lain.


"Beruntung sekali, Manda. Sekarang punya mertua yang sayang dan baik sama kamu," celoteh Bu Sri. "Ya sudah Bu ibu, ayo kita lanjut shopping. Permisi Bu," pamitnya.


Bu Sopiah hanya diam dengan mata mendelik tidak suka. Mukanya terasa tertampar dengan apa yang dikatakan oleh Bu Sri. Akan tetapi, dia masih menolak kalau sebenarnya dia berada di posisi yang tidak baik. Tanpa berpamitan lagi, dia langsung pergi meninggalkan Amanda dan Bu Rianti.


"Manda, apa tadi mantan mertua kamu?" tanya Bu Rianti.


"Iya, Bu!" jawab Amanda.


"Sudah, jangan dipikirkan mertua jahat seperti itu! Lebih baik kita makan, anggap saja makanan itu mertua kamu yang nyebelin itu sehingga secepatnya harus kamu habiskan," cerocos Bu Rianti.


"Baik, Bu!" jawab Amanda.


Amanda dan Bu Rianti pun makan dalam diam. Mereka terlarut dalam pikirannya masing-masing. Sampai akhirnya, kedatangan Gilang dan Galih membuat wanita beda generasi itu menjadi terkaget.


"Bagus ya makan berdua gak ingat sama yang di rumah," sindir Galih.


"Kamu tuh datang-datang ganggu acara makan saja. Udah sana cepat pesan! Nanti Ibu yang bayar,". suruh Bu Rianti.


Dia dan putra bungsunya memang suka sekali berpura-pura seperti orang yang tidak akur. Padahal itu hanya cara mereka untuk menghilangkan kejenuhan karena dikelilingi oleh orang-orang yang kaku.


"Kalian kho bisa tahu kalau Ibu makan di sini?" tanya Bu Rianti lagi.


"Tuh pengawal Ibu yang bilang. Tadi kita ketemu di parkiran saat dia menyimpan semua barang belanjaan," jelas Galih.


"Ibu, Ibu apakan calon istriku? Kenapa dia terlihat sedih?" tanya Gilang yang melihat Amanda seperti yang sedang menyimpan sesuatu.


"Gak Ibu apa-apakan. Hanya tadi dia bertemu dengan mantan mertuanya," jelas Bu Rianti


Amanda hanya tersenyum samar mendengar apa yang Gilang katakan. Sebelum dia akhirnya angkat bicara


"Aa Gilang mau pesan apa? Biar aku yang pesankan," tanya Amanda.


"Tidak usah Manda! Biar nanti Galih yang pesan semuanya." Tangan Gilang langsung mengambil sendok dan mencicipi es teler yang ada di depan Amanda.

__ADS_1


Bu Rianti dan Galih menjadi takjub melihat Gilang yang mau makan bersama dalam satu sendok dengan orang lain. Seingat mereka, saat dengan Melisa pun Gilang tidak pernah mau berbagi sendok dengan orang lain.


"A, itu bekas aku!" ucap Amanda.


"Tidak apa, Manda. Es-nya enak," ucap Gilang.


"Tentu saja enak, makannya satu mangkuk berdua," celetuk Galih.


"Kamu jangan ngiri sama calon pengantin, mending sana cari calon istri," ketus Bu Rianti. "Oh iya, nanti kalian ke rumah jangan mepet! Kalau bisa Jum'at sore. Biar hari Sabtunya Amanda istirahat dulu di rumah."


...***...


Hari-hari pun terus berlalu, acara pernikahan pun sudah di depan mata. Terlihat Amanda begitu cantik dengan memakai kebaya putih yang menjuntai ke lantai. Ditambah dengan siger yang menghiasi kepalanya dengan bunga melati yang menjuntai ke dada. Meskipun ini pernikahannya yang kedua, tak urung banyak orang yang merasa pangling dan terkesima dengan kecantikan pengantin baru. Apalagi, Amanda yang memang jarang berdandan menor sehingga dia terlihat sangat berbeda ketika didandani oleh make up artis.


Setelah tadi acara ijab kabul di sebuah mesjid. Kini pasangan pengantin baru itu dipajang di pelaminan untuk menyambut kedatangan tamu yang di undang Bu Rianti. Meskipun acaranya dikatakan sederhana, tetapi banyak sekali tamu yang datang untuk memberikan ucapan selamat pada pasangan pengantin baru.


Halaman rumah Gilang yang biasanya nampak sepi, kini terlihat ramai karena Bu Rianti menyulap halaman rumahnya yang lumayan luas untuk acara resepsi pernikahan Gilang. Tidak ketinggalan juga artis ibu kota yang ikut memeriahkan acara resepsi pernikahan kedua CEO Green Textile.


"Manda, hari ini kamu cantik sekali," bisik Gilang saat mereka sedang rehat sejenak setelah tadi menyambut kedatangan tamu orang tuanya.


"Aa bisa aja," Pipi Amanda langsung bersemu merah mendapat pujian dari suaminya.


"Aa serius, rasanya pengen cepat-cepat selesai acaranya dan mengunci kamu di kamar," bisik Gilang lagi.


Saat sudah sampai panggung, MC acara pun memberikan mic pada Gilang untuk menyumbangkan sebuah lagu dalam memeriahkan pesta pernikahannya.


"Baiklah semuanya, saya akan membawakan sebuah lagu sebagai ungkapan perasaan saya pada istri tercinta," ucap Gilang sebelum dia mulai menyanyi. "Sebuah lagu dari Anji - Dia."


Gilang bernyanyi dengan suara yang merdu dengan tangan yang terus menggenggam tangan Amanda dan mata yang yang terus menatap ke dalam mata istrinya. Semua orang ikut terhanyut dalam suasana. Tanpa sadar setitik bening jatuh dari sudut mata Amanda sebagai ungkapan kebahagiaan karena akhirnya dia kembali merasa menjadi seseorang yang berarti setelah kematian orang tuanya. Karena Apandi dan Bi Sopiah mulai berubah sikap padanya setelah orang tua Amanda meninggal.


Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu


Aku yang pernah terluka, kembali mengenal cinta


Hati ini kembali temukan senyum yang hilang


Semua itu karena dia


Oh Tuhan kucinta dia

__ADS_1


Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia


Utuhkanlah rasa cinta di hatiku


Hanya padanya, untuk dia


Jauh waktu berjalan kita lalui bersama


Betapa di setiap hari, kujatuh cinta padanya


Dicintai oleh dia kumerasa sempurna


Semua itu karena dia


Oh Tuhan kucinta dia


Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia


Utuhkanlah rasa cinta di hatiku


Hanya padanya, untuk dia


Oh Tuhan kucinta dia


Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia


Utuhkanlah rasa cinta di hatiku


Hanya padanya, untuk dia


Hanya padanya, untuk dia


"Amanda, berjanjilah padaku untuk tetap setia di sisiku apapun yang terjadi. Mari kita bahagia bersama keluarga baru yang kita bina," ucap Gilang setelah selesai menyanyikan sebuah lagu.


"Aku janji akan setia pada pernikahan kita! Terima kasih sudah mau menerima semua kekuranganku," sahut Amanda yang langsung mendapat pelukan dari Gilang.


...~Bersambung~...


...Selamat berpuasa untuk yang menjalankannya...

__ADS_1


...Jangan lupa dukung terus Author dengan klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....


...Terima kasih!...


__ADS_2