
Petang ini, awan hitam bergelayut manja di angkasa. Sepertinya sebentar lagi hujan turun membasahi bumi. Sangat berbeda dengan hati Gilang yang dipenuhi dengan kebahagiaan. Dia terus tersenyum selama dalam perjalanan menuju ke rumahnya.
"Rama, kita beli dulu makanan sebelum pulang ke rumah," ucap Gilang saat mereka baru saja keluar dari tol.
"Siap bos!" sahut Rama.
Rama pun membelokkan mobilnya ke sebuah mall. Setelah memarkirkan mobilnya, kedua pria tampan itu segera masuk menuju toko kue. Bukan hanya kue yang Gilang beli, tetapi makanan yang lainnya pun menjadi sasaran perburuan mereka. Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, Gilang dan Rama pun segera kembali menuju ke rumah.
"Assalamu'alaikum," ucap Gilang saat baru sampai di rumahnya.
"Wa'alaikumsalam," jawab Amanda dari dalam.
Gilang langsung memeluk Amanda dan menciumi pipi istrinya dan yang terakhir mencium perut buncit. Amanda yang mendapat pelukan dadakan itu hanya membiarkan saja suaminya mengungkapkan kebahagiaannya. Sampai akhirnya, ketiga anaknya datang menyusul Amanda ke depan.
"Papa!" panggil Langit.
"Langit sayang, sini peluk Papa!" Gilang langsung merentangkan tangannya agar putra sulungnya segera menghambur ke pelukannya.
"Papa, apa Langit harus ikut mama?" tanya Langit dengan suara pelan.
"Langit ingin ikut Papa apa mama?" tanya Gilang yang ingin memastikan keinginan putranya.
"Langit ingin ikut Papa. Langit gak mau sama mama!" sahut Langit dengan suara yang mulai serak karena menahan tangisannya.
"Langit selamanya akan bersama Papa. Jadi, jangan takut lagi ya! Papa pasti akan menjaga Langit sampai kapanpun," ucap Gilang dengan mengelus rambut putranya dan kemudian mencium pipinya.
"Beneran, Pah?" tanya Langit antusias.
"Apa Papa pernah berbohong sama Langit?"
"Nggak, Papa selalu tepat janji." Langit tersenyum cerah. Hatinya sangat bahagia karena dia akan terus bersama dengan papanya.
"Ayo masuk! Papa bawa oleh-oleh yang banyak," ajak Gilang.
__ADS_1
Gilang dan Langit pun langsung masuk ke dalam ruang tengah. Disusul oleh Amanda dan yang lainnya. Tak ketinggalan pula Tania yang sengaja diajak oleh Rama untuk merayakan kemenangan Gilang di pengadilan.
"Alhamdulillah ya, Kita akan terus bersama-sama. Nanti akan semakin ramai dengan kehadiran twins dan anakku," ucap Tania di sela-sela makannya.
"Iya, semoga kita bahagia selalu. Sekarang tinggal fokus menunggu kelahiran anak-anakku baru nanti disusul oleh anak kamu Tan," ucap Amanda.
"Aamiin, ayo anak Papa kita makan kuenya!" Gilang menyuapi Amanda kue yang ada ditangannya. Dengan sesekali dia menyuapi dirinya.
Rama pun tidak ingin ketinggalan, dia segera ikut-ikutan menyuapi istrinya. Membuat ketiga anak kecil melongo melihat para orang dewasa saling menyuapi. Sampai akhirnya, Kia memecah keheningan.
"Kak Langit, ayo suapi Kia! Nanti kalau sudah besar biar seperti papa dan bunda," pinta Kia dengan menggoyangkan tangan Langit.
"Mana bisa seperti itu, kamu kan adik aku," tolak Langit.
"Ya nggak apa! Kakak kan harus sayang sama adiknya," sanggah Kia.
"Ya sudah sini, Kia sama Azka biar Kak Langit suapi." Langit langsung mengambil potongan pizza dan memasukkan ke mulut Azka dan Kia secara bergantian.
Selesai acara makan-makan dadakan, Rama pun undur diri. Sementara Anak-anak sudah bersiap untuk tidur setelah mereka membersihkan tangan dan Kakinya. Kini tinggal Gilang dan Amanda yang masih menikmati udara malam di balkon rumahnya.
"A belum mandi kan?" tanya Amanda saat keduanya duduk di sofa yang ada di balkon.
"Aa masih ingin peluk kamu dan twins," ucap Gilang yang sedang memeluk Amanda dari belakang dengan tangannya mengelus perut buncit istrinya. "Manda makasih sudah hadir di hidup aku. Aku sangat bahagia bisa bersama kamu. Kadang aku berpikir, kenapa tidak dari dulu aku mendekati perempuan yang selalu mencari tahu tentangku."
"Kalau seperti itu kejadiannya di tidak akan ada Langit, Kia dan Azka. Semua yang terjadi sudah menjadi skenario Allah."
"Kamu benar, Manda!" Gilang terus mendengus mencium aroma tubuh Amanda. Sesekali dia mencium tengkuk istrinya.
Kini tangannnya sudah beralih tempat tidak lagi mengelus perut buncit Amanda. Akan tetapi memainkan buah kenyal kesuakaannya. Amanda hanya bisa melenguh pelan dengan apa yang dilakukan suaminya.
"A, jangan dia sini!
"Kenapa, Sayang? Kamu ingin Aa menengok si kembar. Baiklah, Papa pasti akan menengok anak-anak Papa." Gilang langsung melepaskan pelukannya dan menggendong Amanda dengan gaya bridal style.
__ADS_1
Perlahan dan sangat hati-hati dia membaringkan istrinya ke tempat. Gilang menatap lekat Amanda yang hanya memakai daster. Dia tersenyum sebelum akhirnya meraup candunya. Perlahan Gilang menyesap bibir Amanda dengan tangan nakalnya yang sudah bergerilya menyentuh dan memainkan titik sensitif Amanda. Ibu hamil itu hanya pasrah dan menikmati setiap sentuhan suaminya sampai saat si Otong sudah benar-benar menegang, Gilang segara menyuruh Otong untuk memulai permainan tarik ulur bersama si Nyai. Hanya suara lenguhan dan decapan yang kini mengiringi permainan yang memabukkan itu. Setelah mendapatkan satu kali pelepasan, Gilang pun segera menghentikan permainannya dan beranjak untuk membersihkan diri.
"Anak Papa yang sehat ya Sayang! Nanti kita main bersama lagi, sekarang udahan dulu. Jangan marah ya karena hanya sekali kita mainnya!" ucap Gilang setelah dia mencium perut Amanda kemudian pergi menuju kamar mandi.
Amanda hanya melihat apa yang dilakukan oleh suaminya. Setiap perhatian Gilang yang dia berikan padanya, belum pernah Amanda dapatkan sebelumnya.
"Aku mencintaimu A Gilang, semakin mencintaimu. Terima kasih sudah menerima aku apa adanya," lirih Amanda.
...***...
Semakin hari perut Amanda semakin membuncit seiring bertambahnya usia kehamilan dia. Sekarang usia kandungannya sudah memasuki bulan ke sembilan. Dia dan Tania selalu janjian saat harus mengikuti kelas ibu hamil. Jangan lupakan suami-suami kedua sahabat itu yang semakin hari semakin protektif menjaga istri-istrinya yang sedang hamil. Selain mengikuti kelas ibu hamil, kedua sahabat itu selalu melakukan senam hamil bersama-sama dengan mendatangkan instruktur ke rumah karena para suami selalu tidak bisa mengantar mereka berdua karena kesibukannya.
Senam hamil adalah rangkaian gerakan senam yang diperuntukkan bagi ibu hamil. Gerakan senam hamil umumnya aman dan ringan, sehingga dapat dilakukan di berbagai usia kehamilan. Tujuan utama senam hamil adalah membantu ibu hamil dalam mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan.
Adapun sembilan jenis gerakan senam hamil yang bisa dilakukan dengan mudah dan pastinya aman untuk sang bayi, diantarnya senam kegel, senam jongkok, pose tailor atau yoga kupu-kupu, mini sit-up, gerakan duduk bersila, senam hamil dengan mengangkat panggul, senam dengan yoga ball, dan gerakan senam merangkak.
"Tania, kenapa perutku sakit sekali ya?" tanya Amanda dengan memegang perut bagian bawahnya saat mereka sedang istirahat setelah melakukan senam hamil.
"Manda, kamu mau melahirkan? Ayo kita masuk ke dalam! Mbak Cynthia tolong bantu aku memapah Amanda masuk ke dalam rumah!" pinta Tania.
"Ayo saya bantu! Sepertinya iya , Mbak Amanda akan melahirkan. Semoga persalinannya lancar," ucap Cynthia seraya memapah Amanda bersama dengan Tania.
"Mbak tolong jaga sebentar! Aku mau menyuruh Bu Isah untuk menyiapkan barang yang akan di bawa ke rumah sakit," suruh Tania panik.
Tania pun segera mencari Bi Isah yang sedang membersihkan taman ada di depan rumah dan menghubungi suaminya, agar memberi tahu pada Gilang tentang Amanda yang akan melahirkan.
Sambil menunggu Gilang dan Rama datang, Tania membantu Bu Isah menyiapkan keperluan bayi yang akan dia bawa ke rumah sakit. Sementara Amanda menyender di sofa dengan tangan yang terus mengelus perutnya agar mengurangi rasa sakitnya. Cynthia pun tak tinggal diam, dia membantu Amanda agar bisa rileks menghadapi persalinannya.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Yuk klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
...Terima kasih!...
__ADS_1