Hasrat Tuan Impoten

Hasrat Tuan Impoten
HTI | Bab 41


__ADS_3

Mama Lita begitu antusias saat tahu bahwa putra dan menantunya akan menghadiri acara tujuh bulanan saudara Sheren. Sebagai ibu-ibu sosialita yang sangat senang bergaul, Mama Lita tentu ingin memanfaatkan momen itu untuk ajang unjuk gigi.


“Mama kok bisa muncul di sini, mama punya kantong doraemon ya? Punya pintu ajaib?” tanya Nathan sembari menatap ibunya lekat-lekat.


“Dasar Nobita! Mama ke sini pakai baling-baling bambu,” jawab Mama Lita dengan ketus.


Sheren lagi-lagi harus mengelus dada karena perdebatan sang suami dengan ibu mertuanya itu.


“Aku siap-siap dulu ya, Ma.” Sheren meninggalkan suami dan mertuanya yang membicarakan hal-hal aneh. Dia sekarang tahu, setelah masuk ke keluarga Winata, rasanya dia juga akan tertular aneh sama dengan suami dan mertuanya.


***


Pesta perayaan tujuh bulanan Scarlett dirayakan di rumah ibunya yang tak lain adalah ibu sambung Sheren. Halaman rumah yang luas dan tertata dengan cantik membuat rumah itu bisa dipakai untuk acara apa pun yang melibatkan cukup banyak orang.


Kehadiran Sheren bersama suami dan mertuanya disambut hangat oleh ayah Sheren dan istrinya.


“Sheren kamu sudah datang. Ayo ajak suami dan mertuamu ke dalam, biar duduk santai dulu!” sambut ayah Sheren dengan tangan terbuka.


“Terima kasih Tuan Jimmy, kami di sini untuk ikut syukuran kehamilan kakaknya Sheren,” sahut Mama Lita sembari merangkul lengan menantunya.


“Wah, terima kasih loh Jeng Lita sudah menyempatkan waktunya untuk datang ke acara putri kami,” kata ibunya Scarlett.

__ADS_1


“Ya, ndak masalah Jeng Melisa, saya sama Sheren juga pilihkan hadiah buat Scarlett sama calon bayinya, maaf ya cuma bisa bawa dikit soalnya Sheren kasih tahunya juga dadakan,” kata Mama Lita.


Di saat yang sama, beberapa pekerja di rumah ibu tiri Sheren itu keluar masuk membawa hadiah yang dibawa oleh mertua dari Sheren itu.


“Banyak sekali hadiahnya, Jeng!” ucap Melisa, ibu tiri Sheren yang merasa takjub dengan banyaknya hadiah yang dibawakan oleh mertua Sheren. Sejak tadi pegawainya terburu-buru keluar masuk dan Sheren dan keluarganya adalah tamu pertama mereka.


“Itu belum seberapa kok, Jeng.”


“Sayang, aku istirahat sebentar di kamar kami boleh nggak?” tanya Nathan pada sang istri karena enggan mendengarkan para ibu-ibu itu.


“Em, aku nggak ada kamar di sini … apa sebaiknya kita—”


“Kamarnya Sheren masih direnovasi, ajak suami kamu ke kamar tamu aja ya, sudah mama siapkan kok,” sela Melisa yang tidak mau kalau sampai Nathan dan ibunya berpikir macam-macam. Padahal, faktanya kamar Sheren memang sudah diambil alih oleh Scarlett sebelum menikah dengan Kenzo.


Wanita itu hanya berbasa-basi dan pura-pura baik di hadapan keluarga Sheren. “Eh, Sheren. Baru sampai ya?” Scarlett sengaja mengusap perutnya yang buncit itu dengan maksud memamerkan kehamilannya pada sang adik tiri yang belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan.


Sheren hanya mengangguk dan mengajak suaminya untuk meninggalkan mereka. “Sory, aku temani suamiku dulu ya.” Sheren mengibaskan rambutnya tepat saat dia melewati Scarlett. Dia sengaja memamerkan kalung berliannya yang merupakan edisi terbatas.


“Pakai baju ini ternyata kalungnya lebih cocok, Sayang. Memang ya, kalau udah cantik mau pakai apa pun tetap cantik,” puji Nathan pada sang istri saat berjalan melewati Scarlett.


“Makasih Sayang. Aku nggak tahu kalau kamu bakal kasih benda lucu ini, ternyata ini sangat mahal ya,” balas Sheren sembari melirik saudari tirinya.

__ADS_1


Benar saja, berlian yang berkilau di leher Sheren itu sukses membuat Scarlett kesal dan iri.


Itu kan berlian limited edition. Beruntung banget si Sheren. Enak banget sih dia.


***


***


Sebagian besar tamu yang datang adalah saudara-saudara dan kerabat dekat saja. Sebagai mantan kekasih Kenzo, cukup banyak juga saudara Kenzo yang mengenal Sheren.


Saat Semua berkumpul untuk acara siraman, ada sepupu Kenzo yang menyapa Sheren. “Sheren, kamu di sini juga?” tanya wanita yangbsedang menggendong anak berusia setahun itu.


“Eh, Kak Bella. Iya diundang Papa,” balas Sheren sekenanya.


“Aku dengar ada gosip kalau suami kamu itu impoten, benar nggak sih?” tanya wanita itu sambil berbisik.


“Em, gimana ya jawabnya. Aku rasa mau impoten atau tidak, itu kan urusan kami. Toh, tidak akan merugikan orang lain bukan?” balas Sheren dengan senyum kecut.


Wanita itu pun terdiam karena tidak menyangka Sheren yang dulu biasa diajak bercanda, bisa tersinggung seperti ini.


***

__ADS_1


Kembang kopinya jangan lupa gaess 💋💋💋


__ADS_2