
Nathan telah sukses membawakan lagu yang dikemas dengan suaranya yang merdu. Tidak hanya satu buah lagu, tapi ada beberapa lagu romantis lain yang sengaja Nathan persembahkan untuk bidadarinya, Sheren.
Diiringi petikan gitarnya, Nathan berhasil menyulap kedai martabak keju pinggir jalan itu menjadi cukup ramai. Yang tadinya tidak berniat membeli martabak keju, akhirnya membeli jajanan itu supaya bisa menikmati lagu yang dibawakan Nathan.
Siapa yang tidak terpukau dengan pesona laki-laki yang akan menjadi seorang ayah itu? Parasnya yang tampan, hidung mancung, mata bulat dengan jidat lebar yang sayangnya tertutup poni dan topi. Penampilan Nathan itu sukses menyihir para perempuan yang turut bersorak serta bertepuk tangan.
“Lagi dong, Kak. Suaranya keren banget loh!” seru salah seorang pembeli sekaligus penonton itu saat Nathan hendak mengembalikan gitar pada para pengamen.
“Iya, lagi dong!”
“Lanjut dong, Kak!”
“Nyanyi lagi dong, Kak, please!”
Seruan para penonton itu membuat Nathan garuk-garuk kepala sambil nyengir. Laki-laki itu melirik sang istri yang sejak tadi mengembangkan senyum. Niat Nathan hanya ingin membawakan lagu untuk membuat istrinya terpukau, tapi ternyata ada banyak wanita juga yang terjerat pesonanya.
“Maaf ya, semuanya. Saya cuma mau nyanyi untuk istri saya saja!” Nathan menangkupkan kedua tangannya sambil menundukkan kepala.
Sejak awal Nathan memang melakukannya demi wanita yang dicintainya supaya tidak bosan menunggu martabaknya jadi. Akan tetapi, para pembeli yang mulai membludak membuatnya tidak nyaman dan khawatir dengan keselamatan sang istri.
“Yah, lanjutin dong. Satu lagu lagi!” seru seorang gadis yang kemudian disoraki beberapa pembeli yang lain.
__ADS_1
Sheren yang sudah mendapatkan martabak kejunya, kini berjalan mendekati sang suami yang menjadi kerumunan banyak pembeli. “Kamu masih kuat nyanyi lagi nggak?” tanya Sheren yang sepertinya juga ingin sang suami menyanyikan lagu lagi untuknya. Sebagai perempuan, tentu saja Sheren begitu bahagia karena diperlakukan seperti ratu oleh suaminya itu.
“Kalau kamu mau dengar, aku akan mainkan satu lagu lagi, tapi kamu harus duduk di sini di sini!” pinta Nathan sembari menarik bangku kosong dan meletakkannya tepat di sampingnya. Laki-laki itu tentu ingin berdekatan dengan sang istri karena memang persembahan ini untuk Sheren.
Sheren tersenyum malu-malu dan menuruti keinginan suaminya itu. Hingga pada akhirnya Sheren menemani Nathan yang kini menyanyikan sebuah lagu yang sangat romantis. Lagu yang mengisyaratkan rasa cinta seorang laki-laki untuk perempuannya.
Ternyata, suara merdu Nathan itu membuat si pengamen dan penjual martabak keju kebanjiran rezeki. Sebagai wujud apresiasi, para pembeli itu juga memberikan sebagian uangnya karena merasa terhibur dengan penampilan Nathan.
“Aku seperti musisi jalanan sungguhan!” kata Nathan dengan bangga saat melihat plastik bungkus permen milik pengamen itu penuh dengan uang.
Karena pendapatannya yang lumayan itulah, kedua pengamen itu mengucapkan banyak terima kasih dan mendoakan kesehatan dan kelancaran untuk kehamilan Sheren.
“Nathan!”
Suara panggilan dari seorang gadis itu membuat Nathan dan Sheren yang akan masuk ke mobil mengurungkan niat. Gadis itu berjalan semakin dekat hingga membuat Nathan begitu syok karenanya.
“Mas, kamu kenal?” tanya Sheren dengan pandangan yang mengintimidasi.
Tatapan wanita hamil itu seolah disertai dengan ancaman, ‘Awas saja kalau dia juga kenal dengan Ucup!’
Nathan bergidik ngeri melihat tatapan istrinya yang menusuk sampai ke jantung. Dia berusaha merelakskan tubuh dengan mengatur napas supaya tidak terlihat gugup.
__ADS_1
“Hai, Rifana. Kamu di sini!” sapa Nathan sembari mengulas senyum kaku.
“Aku kira kamu udah bangkrut loh, kok tadi ngamen,” celetuk gadis bernama Rifana itu. Dia melirik Sheren yang hanya menatapnya dengan datar.
“Enak aja,” balas Nathan sambil terkekeh. Dia memperhatikan jelas raut wajah istrinya yang masih menunjukkan ekspresi cemburu. “Kenalkan, ini istriku, Sheren.”
Rifana menatap Sheren dan mengulurkan tangan. “Rifana!”
“Sheren!”
“Aku masih nggak nyangka loh, cowok kayak kamu mau menikah, Than!” Rifana melirik Nathan yang berdebar keras.
Aduh, jangan sampai dia ngomong yang enggak-enggak terus bikin Sheren salah paham!
***
Bisa diatur kok Than 😆😆
Yuk, yang rajin ya. Masih ada waktu sampai tamat kok hehe.. Nb, batas waktu bisa berubah tergantung mood 😂😂
__ADS_1