
Scarlett yang tiba-tiba menjadi baik memang sangat aneh dan mencurigakan bagi Sheren. Wajar jika dia merasa curiga dengan kakak tirinya itu, mengingat pertemuan terakhir mereka di rumah sakit juga sikap Scarlett masih sangat arogan padanya.
Sheren pikir, Scarlett bersikap seperti ini demi mengambil hati mertuanya yang sudah mengambil alih putranya. Dia tidak tahu saja jika selama berpisah dengan Kenneth, Scarlett sudah memikirkan semua kesalahannya itu.
“Enggak, Sher. Aku benar-benar mau minta maaf. Aku sadar selama ini aku banyak salah sama kamu,” ungkap Scarlett sembari menundukkan kepala. Tangannya masih menggenggam erat tangan Sheren untuk menyalurkan perasaannya yang tulus. “Aku tahu, kamu pasti sulit percaya. Tapi, aku benar-benar ingin berubah, Sher. Aku ingin belajar jadi lebih baik. Sekarang, aku ada Kenneth. Aku nggak mau dia jadi jahat nantinya.”
Sheren tercengang mendengar ungkapan saudari tirinya itu. Dia benar-benar tidak menyangka jika kata-kata itu bisa keluar dari bibir Scarlett. Meski Sheren tidak tahu apakah Scarlett benar-benar tulus, tetapi istri Nathan itu mau mempercayai Scarlett kali ini.
“Kamu serius, Scarlett? Jujur, rasanya aneh sih, tapi aku maafin kamu kok. Semua orang pasti punya kesalahan, dan aku juga sadar diri kalau aku juga banyak kesalahan. Maafin aku juga ya,” balas Sheren yang kemudian berlutut dan merangkul kakak tirinya itu.
Mama Lita mengukir senyum melihat menantunya yang begitu pemaaf. Begitu pun dengan Mama Denna yang sangat bahagia melihat perubahan dalam diri Scarlett.
Saat dua saudara sambung itu masih berpelukan, Kenzo masuk ke rumah setelah pulang dari kantor. Dia sangat bahagia melihat istri dan mantan kekasihnya sedang berpelukan dan saling memaafkan.
Kenzo mendekati mamanya yang masih menatap haru Sheren dan Scarlett, sementara Kenneth yang tidak mengerti apa-apa, sedang tertidur pulas di pangkuan Mama Denna.
“Senang melihat mereka akur,” ucap Kenzo yang membuat mereka semua kaget karena kehadirannya yang tiba-tiba.
Mama Denna kini mengalihkan perhatiannya pada sang putra yang baru pulang. “Kamu ini, bikin kaget saja.”
__ADS_1
Sheren dan Scarlett saling melepaskan pelukan. Mereka lalu sama-sama tersenyum canggung usai berbaikan.
“Kamu rajin-rajin latihan jalan, biar bisa cepet gendong Kenneth,” kata Sheren demi mengusir kecanggungan di antara dirinya dan Scarlett.
Kakak tirinya itu tersenyum dan mengangguk. “Iya, aku juga lagi terapi ini. Doakan aku ya biar cepet bisa jalan.”
“Tentu, aku akan selalu mendoakan yang terbaik. Aku boleh gendong Kenneth?”
Sheren akhirnya bisa menggendong keponakannya itu untuk pertama kalinya. Dia jadi membayangkan seperti apa wajah anaknya dan Nathan nanti.
*
*
*
Berada jauh dengan sang suami, Sheren jadi sangat merindukan Nathan. Dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena rasa rindunya sehingga Sheren pun memutuskan untuk menghubungi laki-laki yang telah membuatnya tersiksa rindu itu.
“Halo, Sayang. Kamu udah mau tidur ya?” sapa Nathan yang terlihat rapi di layar ponsel Sheren.
__ADS_1
Sheren memanyunkan bibir. Kemarin malam dia bisa langsung tidur karena terlalu lelah setelah dari rumah Scarlett, tapi hari ini dia baru benar-benar merasa gelisah tanpa kehadiran suaminya.
“Aku nggak bisa tidur. Pengen ditemenin kamu,” balas Sheren dengan bibir yang didorong sedikit maju.
Nathan menghela napas. “Sabar ya, aku masih beberapa hari di sini. Kamu kangen Ucup ya,” goda Nathan.
Kening Sheren seketika berkerut. “Siapa juga yang kangen Ucup. Aku cuma kangen kamu, Mas. Kamu mau ke mana, kenapa ganteng banget?” tanya Sheren dengan pikiran negatif.
“Aku mau rapat, Sayang. Bentar lagi dimulai tuh!” Nathan mengarahkan kamera ponselnya ke seluruh ruangan sehingga istrinya bisa melihat apa yang terjadi di sana.
“Temenin aku bobok. Aku nggak bisa tidur tanpa kamu!”
“Tapi aku mau rapat, Sayang.”
“Sambil rapat kan bisa. Kamu udah mulai tega sama aku, Mas? Mau aku begadang aja?”
***
...Sabar Than, bumil mode sensi....
__ADS_1
Kembang kopinya jangan lupa 💋💋