Hasrat Tuan Impoten

Hasrat Tuan Impoten
HTI | Bab 79


__ADS_3

Setelah menikah, ini adalah momen pertama bagi Sheren dan Nathan harus dipisahkan oleh jarak dan waktu. Kedua insan yang sedang berbahagia menanti anak pertama itu, kini sedang saling berpelukan karena Nathan sebentar lagi akan menuju pesawat.


“Kamu jaga kesehatan ya, jangan makan yang aneh-aneh. Nanti ada lalat nempel di meja kamu makan juga,” goda Sheren sambil bermanja di pelukan sang suami.


Nathan menempelkan keningnya dengan kening Sheren dan mencubit gemas pipi gembul istrinya itu. “Kamu pikir aku katak apa mau makan lalat,” balas Nathan.


Mama Lita hanya bisa geleng-geleng kepala melihat interaksi putra dan menantunya. Namun, tentu dalam hati wanita itu sangat bahagia karena bisa mendapatkan menantu seperti Sheren.


Setelah mengantar Nathan ke bandara, Sheren dan Mama Lita pergi ke rumah Scarlett untuk menemui kakak tirinya itu sesuai janji. Mama Lita sengaja menyiapkan banyak sekali hadiah supaya Scarlett tidak memiliki keberanian untuk menghina Sheren lagi.


Mama Lita tentu sangat ingin menunjukkan kedudukannya yang lebih tinggi dibanding keluarga Scarlett. Melihat perilaku Scarlett, mungkin saja wanita itu hanya ingin membuat Sheren sakit hati, pikir Mama Lita.


“Sebenarnya ada perlu apa Scarlett minta ketemu, sampai kamu datang ke rumahnya, Sayang?” tanya Mama Lita setelah mereka sampai di halaman rumah keluarga Kenzo.


“Aku juga nggak tahu sih, Ma. Aku sengaja mau ketemu di sini biar aman aja, nggak mungkin ‘kan kalau dia mau berbuat jahat di rumah mertuanya,” timpal Sheren yang dengan santai berjalan bersama mertuanya.

__ADS_1


Mama Lita mengangguk membenarkan pemikiran menantunya.


Kehadiran mereka rupanya disambut hangat oleh mertua Scarlett. Wanita itu mengulas senyum sambil berdiri di belakang pintu besar rumahnya.


“Selamat datang Jeng Lita, Sheren. Akhirnya kalian mampir ke sini!” sambut nenek dari Kenneth itu dengan wajah semringah.


Mereka berpelukan layaknya teman yang sangat akrab. Lalu, setelah berbasa-basi, Mama Denna mengajak Sheren dan Mama Lita untuk masuk ke rumahnya, bertemu Scarlett dan Kenneth.


Scarlett baru keluar dari kamarnya. Dia berada di kursi roda dan dibantu dorong oleh seorang perawat. Wanita itu tampak tersenyum melihat kedatangan Sheren yang sudah ditunggu-tunggu.


Sheren membalas dengan senyum juga meski dalam hati masih sedikit takut dan ragu dengan apa yang direncanakan oleh Scarlett.


“Apa kabar?” Sheren terlihat kaku dan aneh dengan sikap Scarlett yang tak seperti biasanya. Canggung sekali jika biasa melihat Scarlett yang galak dan suka iri, tiba-tiba tanpa kekuatan sama sekali dia menjadi ramah, sungguh Scarlett yang aneh.


“Baik, Sheren. Kamu ke sini bawa apa aja, banyak banget!” Mata Scarlett tertuju pada tumpukan hadiah yang sangat banyak pemberian dari Mama Lita dan Sheren

__ADS_1


“Oh, ini mainannya Kenneth. Dari mamaku buat ponakan aku juga,” timpal Sheren masih dalam perasaan canggung.


“Kenapa repot-repot sih, Sher? Aku pengen ketemu kamu karena aku mau minta maaf sama kamu!” ungkap Scarlett sembari meraih tangan adik tirinya itu. Dia semakin merasa tak enak hati dengan Sheren yang baru disadarinya begitu baik selama ini.


Mulut Sheren sedikit terbuka mendengar apa yang baru saja Scarlett katakan. Dia sama sekali tidak menduga jika Scarlett mampu mengatakan hal itu padanya.


“Maaf, Sheren. Selama ini aku banyak salah sama kamu, terutama soal Kenzo. Aku ... aku minta maaf banget, Sheren!” Raut muka Scarlett terlihat sangat sedih. Dia kembali teringat pada dosa-dosa yang pernah diperbuat pada adiknya itu.


Sheren memperhatikan sekeliling. Mama Denna dan Mama Lita terlihat tegang sembari memperhatikannya dan Scarlett.


“Scarlett, apa ini rencanamu untuk mengambil hati mertuamu?”


***


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋

__ADS_1


__ADS_2