
Sheren sangat terkejut dengan suara tawa yang tiba-tiba muncul di belakangnya. Dia sama sekali tidak tahu jika suaminya akan pulang hari ini. Kedua matanya membulat sempurna dengan mulut terbuka lebar saat melihat Nathan tertawa sambil menutup mulut dengan tangan.
Untuk beberapa detik wanita itu mampu berkata-kata dan tidak tahu harus berbuat apa. Bukannya langsung memeluk suaminya, Sheren malah bengong menatap Nathan dengan pandangan tidak percaya.
“Hai, Sayang,” sapa Nathan pada sang istri yang masih menatapnya tanpa berkedip.
Nathan sudah senyum-senyum bahagia tapi istrinya malah mulai memajukan bibir. Ibu hamil itu malam cemberut dan sedih saat melihat langsung wajah suami yang sangat dirindukannya.
“Kok kamu jahat sih sama aku, Mas?” tanya Sheren.
Laki-laki yang baru pulang dari luar negeri itu langsung memeluk istrinya. “Kenapa sedih sih nggak suka ya aku pulang?” tanya Nathan sambil mengusap air mata di pipi sang istri.
“Aku sedih karena kamu perginya lama!” Wanita itu kembali menangis dalam pelukan sang suami. Aroma tubuh Nathan membuat Sheren semakin erat memeluk laki-laki itu.
“Ini kejutan buat kamu Sayang, kamu udah kangen ya sama Ucup?” goda Nathan sebelum akhirnya mendaratkan ciuman di bibir sang istri yang beberapa hari ini sangat dia rindukan.
__ADS_1
Sheren pun membalas ciuman suaminya itu dengan tidak kalah mesra. Tentu saja itu mereka lakukan setelah asisten rumah tangga tadi sudah melarikan diri. jadi, sepasang suami istri itu bisa saling mengungkapkan kerinduan mereka.
Saat mereka pikir tidak ada yang mengganggu, ternyata mama dan papa Nathan melihat langsung kemesraan putra dan menantu mereka. Keduanya sama-sama dibuat cengo karena keromantisan Nathan dan Sheren yang tidak pada tempatnya.
“Ehem.” Suara deheman dari Mama Lita cukup mengganggu pertemuan bibir kedua insan yang sedang saling merindu itu.
Seperti pencuri yang sedang terpergok, Nathan dan Sheren menoleh pada pasangan suami istri paruh baya yang kini menatap mereka. Demi apa pun, rasanya Sheren ingin melarikan diri dari tempatnya berdiri saat ini. Entah di mana dia bisa menyembunyikan mukanya yang terlanjur malu untuk menatap mertuanya.
“Eh, Nyonya Lita sama Tuan Winata, apa kabar? Sehat, 'kan?” Nathan berusaha mengalihkan kecanggungannya dengan bersikap biasa saja dan malah cenderung seperti guyonan.
Nathan merangkul tangannya di perut Sheren sebagai perisai. Lalu, dia mengajak wanita itu untuk ke kamar, melarikan diri dari ibunya.
“Mas Nathan mau ke mana sih?”
“Udah biarin aja, Ma. Kayak nggak pernah muda aja!” komentar Papa Winata menyelamatkan Nathan dari omelan Mama Lita.
__ADS_1
“Anak Papa itu emang gak tau malu! Masa ciuman di depan kita nggak ada rasa berdosanya!” omel Mama Lita yang kini beralih pada suaminya..
Sementara Nathan dan Sheren kini berjalan menuju kamar Nathan. Keduanya sudah tidak sabar ingin saling melepas rindu tanpa gangguan.
“Kangen nggak?” tanya Nathan sambil menutup pintu kamar.
Mendapat pertanyaan seperti itu, kedua pipi Sheren seketika merona. Dia memang sangat merindukan Nathan sampai-sampai membuatnya sering menangis menahan rindu.
“Kangenlah masa nggak!” jawab Sheren sambil cemberut.
“Si Ucup juga kangen sama donatnya!”
***
Segini aja ya guys buat ngobatin kangen tangan kanan aku masih sakit🙈🙈
__ADS_1