
Dua wanita yang tengah bergosip mengenai Sheren dan Nathan, tiba-tiba membungkam mulut rapat-rapat begitu mendengar suara Tuan Winata yang secara mendadak muncul di depan mereka.
“Eh, Tuan Winata!” ucap salah seorang di antaranya merasa sungkan.
Mereka berdua sama sekali tidak menyangka jika ayah dari pasangan yang mereka bicarakan ternyata mendengar perbincangan mereka. Sungguh rasanya ingin sekali melarikan diri ke planet Mars daripada membuat masalah dengan keluarga tersohor itu.
“Saya tanya, memangnya anak dan menantu saya melakukan apa kok kalian berdua bisa menyimpulkan cucu saya itu hasil dari tujuh bulanan saudari tiri Sheren. Maksud kalian apa?” tanya Tuan Winata sambil berkacak pinggang.
Tentu saja mereka berdua tidak berani menjawab dengan jujur. Salah bicara sedikit saja karier bisnis suami mereka bisa terancam.
“Bukan apa-apa, Tuan. Kami hanya bercanda saja. Permisi!”
Daripada masuk ke dalam lubang masalah, lebih baik melarikan diri saja. Kedua wanita itu berlalu meninggalkan Tuan Winata yang masih penasaran karena sama sekali tidak mendapat jawaban atas rasa penasarannya.
__ADS_1
Sementara itu, acara syukuran pun akhirnya dimulai. Serangkaian acara yang telah disusun berhasil terlaksana dengan baik. Sampai akhirnya, giliran para tamu mengucapkan selamat dan mendoakan untuk kelancaran persalinan Sheren.
“Selamat ya, Sheren. Aku tebak anak kamu pasti cowok,” ucap salah seorang saudara dari Nathan.
Nathan tentu samgat antusias jika memang anaknya nanti seorang bayi laki-laki yang akan meneruskan bisnis perusahaannya. Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku untuk Mama Lita. Sejak dulu, ibu kandung Nathan itu sangat mengidamkan seorang gadis kecil yang bisa dirias dengan pernak-pernik lucu khas perempuan. Sayangnya, setelah memiliki Nathan, wanita itu tidak bisa mewujudkan mimpinya.
“Jangan cowok dong, kalau bisa cewek aja. Pasti cantik banget kayak mamanya,” sahut Mama Lita yang terus mendampingi putra dan menantunya.
Nathan tampaknya bisa menebak apa yang ada dalam pikiran mamanya itu. Akan tetapi, belum sempat calon ayah itu protes, sang istri langsung menahan ucapannya. Ya, Sheren yang sudah bisa membaca situasi langsung mencubit lengan Nathan sebelum melayangkan protes.
“Iya memang itu yang paling penting, Sheren!” balas saudara Nathan sebelum mengakhiri acara salaman mereka.
Nathan dan Sheren akhirnya kembali menyalami para tamu sambil sesekali diselingi perdebatan ibu dan anak yang terus berselisih itu. Sheren dan Tuan Winata hanya bisa geleng-geleng kepala karena kelakuan mereka.
__ADS_1
Kini, tiba giliran Scarlett dan Kenzo yang mengucapkan selamat pada Sheren dan Nathan. Kenzo menuntun istrinya untuk bisa berjalan pelan menghampiri Sheren.
Melihat Scarlett yang berusaha berjalan meski masih belum terlalu kuat, Sheren yang sedang hamil besar pun akhirnya menghampiri saudari tirinya itu. dia merasa kasihan dengan kondisi Scarlett sehingga tidak tega melihat wanita itu berusaha berjalan ke arahnya.
“Ya ampun, Scarlett. Harusnya kamu duduk aja. Memangnya kaki kamu udah kuat buat jalan?” tanya Sheren sambil melihat kaki Scarlett.
“Aku udah sembuh kok. Aku bisa jalan walaupun masih kaku,” jawab Scarlett dengan bibir yang menyunggingkan senyuman manis.
“Kamu semangat banget, Kenneth pasti bangga punya mama kayak kamu,” puji Sheren yang kemudian merangkul Scarlett dengan hati-hati. Selaim karena perut Sheren yang sudah besar, tubuh Scarlett juga masih sangat lemah.
Sementara itu, adegan pelukan Scarlett dan Sheren mengundang keharuan para tamu. Sampai-sampai, ada seorang laki-laki yang menangis haru melihat dua wanita itu rukun.
***
__ADS_1
Kembang kopinya jangan lupa.. Yang punya vote, bagi aku juga boleh gaess 💋💋💋