Hasrat Tuan Impoten

Hasrat Tuan Impoten
HTI | Bab 84


__ADS_3

Kehamilan Sheren saat ini sudah memasuki usia tujuh bulan. Mama Lita dan seluruh keluarga saat ini sedang sibuk menyiapkan acara tujuh bulanan yang akan digelar di hotel mewah. Keluarga itu tentu ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa Nathan sebentar lagi akan memiliki anak, dan itu adalah wujud dari rasa syukur mereka untuk kesembuhan impoten yang diderita Nathan.


Sheren sedang mengusap perut besarnya, sambil terus mengunyah makanan. Entah berapa kilo pertambahan berat badannya saat ini, yang jelas wanita itu sangat menikmati masa- masa kehamilan tanpa rasa mual dan muntah.


“Sayang, udah habis belum buahnya?” tanya Mama Lita sambil berteriak pada menantunya yang sedang duduk santai di depan televisi. “Kamu belum coba gaunnya loh!”


Ibu mertua itu begitu perhatian kepada menantunya. Dia membiarkan Sheren makan apa pun yang wanita itu inginkan. Walau terkadang Mama Lita juga harus repot-repot mencari, tetapi wanita itu sangat suka dengan perkembangan kehamilan Sheren yang selalu sehat.


“Tinggal dikit lagi, Ma,” jawab Sheren sambil tetap santai mengunyah makanannya.


Semenjak beberapa hari ini, dia dan Nathan memang memutuskan untuk tinggal di rumah orang tua Nathan karena kesibukan laki-laki itu membuatnya tidak tega meninggalkan Sheren sendirian. Apalagi, sekarang Sheren tengah hamil besar.


Nathan mendekati istrinya yang masih menghabiskan potongan buah. Dia mengusap perut buncit sang istri dan menciumnya.

__ADS_1


“Kamu banyak makan nanti kalau bajunya nggak muat gimana?” oceh Nathan sembari mengusap rambut istrinya dengan sayang.


Sheren menatap wajah suaminya dengan sedih. “Aku jelek banget ya kalau gendut?”


Rupanya, wanita itu baru menyadari bahwa penampilannya saat ini sangat tidak enak dipandang. Dia mengerucutkan bibir membayangkan jika suaminya tidak menyukai penampilannya saat ini.


“Makin gembul makin gemesin,” balas Nathan sambil mencubit gemas pipi istrinya itu.


Sheren bisa sedikit tersenyum. Dia memegang pipi Nathan dan kembali bertanya dengan nada manja. “Kamu nggak akan ninggalin aku karena aku gendut kan, Mas?”


Lengkungan senyum wanita hamil itu jadi semakin lebar. Nathan suaminya tidak akan mungkin berpaling dengan wanita lain karena senjata rahasianya tidak berfungsi dengan baik kecuali dengan Sheren sendiri.


“Berarti kalau aku ada terus kamu nggak akan keberatan?” goda Sheren yang sebenarnya hanya bercanda.

__ADS_1


“Kalau kamu gendut ya keberatan itu kamu Sayang bukan aku,” balas Nathan yang aemakin gemas dan dengan sengaja mencium leher Sheren cukup lama.


Mama Lita sejak tadi menguping pembicaraan putra dan menantunya. Lalu, saat keduanya sama-sama diam tanpa suara wanita itu mendadak jadi curiga.


Sambil mengerutkan kening, Mama Lita mendekati Sheren dan Nathan yang masih berada di depan televisi. Kedua matanya membulat sempurna saat melihat langsung adegan mesra suami istri di depannya.


Sheren menyadari ada Mama Lita di depannya. Dia masih tahu diri dan masih memiliki rasa malu meskipun mertuanya itu sangat menyayanginya.


Dengan keras, Sheren memukul tangan sang suami agar berhenti mencium lehernya. Namun, rupanya laki-laki itu masih begitu menikmati kulit leher putih sang istri yang selalu membuatnya ketagihan. Nathan terus menciptakan tanda merah di leher Sheren sebagai tanda cintanya, tanpa peduli dengan gerakan sang istri yang memukulinya.


“Dasar anak bandel nggak tahu malu! mentang-mentang udah sembuh kamu nggak tahu tempat ya Nathan!” omel Mama Lita sambil menjawer telinga putranya.


Nupel barunya Ratu Anu jangan lupa mampir 💋

__ADS_1



tangan aku masih sakit guys Sorry updatenya lama🥲🥲


__ADS_2