
Sheren dan Nathan akhirnya selesai berlibur di hotel. Mereka pun harus mengakhiri liburan itu dan tidak berlama-lama karena masih banyak pekerjaan yang menunggu mereka.
Namun, ternyata saat baru akan masuk kerja, Nathan sudah harus ditugaskan ke luar negeri untuk menghadiri undangan pertemuan antar pengusaha selama beberapa hari. Awalnya, Tuan Winata sendiri yang akan datang, tetapi secara mendadak ayah Nathan itu menderita sakit sehingga harus digantikan oleh Nathan.
“Papa kenapa sakitnya pas banget hari ini sih?” omel Nathan pada sang ayah yang sedang meringkuk di kamarnya.
Tuan Winata melirik putranya dan memutar bola mata, jengah. “Ya, kamu pikir orang sakit bisa direncanakan. Sudah jangan banyak protes, sekarang kamu gantikan Papa saja. Di kantor biar diurus Revan!” putus Tuan Winata tanpa mau dibantah lagi.
“Terus aku pergi sendiri? Sama Sheren ya, Pa. Dia sekretarisku jadi ....”
Belum sempat Nathan menyelesaikan kalimatnya, Tuan Winata langsung memotong. “Nggak usah. Sheren biar di rumah saja, dia lagi hamil. Kamu nggak kasihan apa sama kehamilannya? Kamu pergi sama Reza saja. Nanti Reza yang akan gantikan Sheren, biar dia santai dan fokus sama kehamilannya,” ujar ayah Nathan itu.
Kening Nathan seketika berkerut. Papanya itu seolah sudah merencanakan dengan matang semua yang akan terjadi dalam perusahaan, termasuk tentang sekretarisnya.
“Terserah Papa sajalah!”
Nathan menyerah dan akhirnya keluar dari kamar sang ayah dengan wajah masam. Sementara istrinya langsung menyambut dengan wajah khawatir. Mereka berencana akan pergi ke rumah Scarlett, tetapi sepertinya rencana itu harus batal.
__ADS_1
“Bagaimana, Mas?” tanya Sheren usai sang suami ada di hadapannya.
Nathan menghela napas dengan lesu. Dia lalu menatap sang istri dan mengusap punggungnya.
“Maaf, Sayang. Papa minta aku untuk ke luar negeri hari ini. Besok siang ada meeting yang harus Papa hadiri. Karena Papa lagi sakit, jadi aku yang harus gantikan Papa,” ungkap Nathan merasa bersalah.
Laki-laki itu tidak bisa menepati janji untuk menemani sang istri datang ke rumah saudaranya. Rapat kali ini memang benar-benar penting dan tidak bisa diabaikan.
“Nggak apa-apa, Mas. Aku ngerti kok,” balas Sheren.
Yang bisa seorang istri lakukan adalah memahami permasalahan suaminya dan juga tidak bersikap egois yang bertolak belakang. Sheren ingin menjadi istri yang senantiasa mendukung apa pun yang dilakukan sang suami meski dia sendiri harus menelan pil kekecewaan.
Nathan sangat khawatir jika istrinya merasakan kecewa karena laki-laki itu tidak bisa menepati janjinya. Apalagi, semenjak hamil, Sheren begitu manja dan banyak mau. Tentu saja hal itu juga menjadi beban pikiran sendiri untuk Sheren.
“Nggak apa-apa, Mas. Nanti aku bisa pergi sendiri,” balas Sheren sembari tersenyum manis. Walau sebenarnya, wanita itu juga tidak yakin jika pertemuan dengan Scarlett akan tanpa masalah.
“Kamu ke rumah Scarlett sendiri? Nggak, nggak. Aku nggak mau,” tolak Nathan yang sebenarnya mengkhawatirkan hal lain.
__ADS_1
Melihat putra dan menantunya sedang terlibat obrolan serius, Mama Lita pun menyahut, “Udah, nggak usah khawatir! Biar nanti Sheren mama antar.”
Nathan dan Sheren dengan kompak menatap Mama Lita.
“Kalau sama Mama aku setuju. Mama pasti nggak akan membiarkan istriku dihina, ‘kan?” Nathan memainkan alisnya naik turun.
Mama Lita tersenyum miring. Tentu saja wanita itu tidak akan membiarkan menantunya kalah dari Scarlett. “Tenang aja, memangnya ada yang bisa melawan Mama Lita?”
***
Kembang kopinya jangan lupa 💋💋💋
Ini pemenang rank fans umum, setelah aku selesai ketik ini ya 20.09 WIB .. Buat yg belum beruntung tenang. Masih ada kesempatan, tapi di nupel lain. “Asmara Terlarang” karyaku juga ya gaess yg pemerannya Fella Dylan..
silahkan chat aku Sayang untuk ambil hadiahnya.. thank you suportnya ❤️❤️
__ADS_1
untuk komentt terbaik, aku pilih pas tamat nanti ya, belum tahu kapan, kalau gak tunggu info lagi 💋💋