Hasrat Tuan Impoten

Hasrat Tuan Impoten
HTI | Bab 88


__ADS_3

Nathan dan Sheren sangat bahagia menyambut kelahiran putri pertama mereka. Namun, ada orang lain yang paling antusias karena kelahiran bayi itu. Orang itu, siapa lagi kalau bukan Mama Lita.


Mertua Sheren itu begitu bahagia sampai tidak mengizinkan siapa pun untuk menggendong dan menimang cucunya. Bahkan, Nathan yang ingin mengambil gambar putrinya saja hanya diberi waktu lima menit.


“Udah jangan lama-lama fotonya. Kasihan cucu mama biar tidur nyenyak!” omel Mama Lita sembari memindahkan sang cucu ke atas tempat tidurnya.


“Mama nggak ikut bikin, tapi berkuasa banget!” balas Nathan tak kalah sengit.


Sheren yang masih harus dirawat untuk pemulihan, hanya bisa geleng-geleng kepala karena ulah mertua dan suaminya itu. Dia tentu sangat bahagia karena kelahiran putrinya disambut bahagia oleh orang-orang yang disayanginya.


Nathan kembali mendekati sang istri, berniat mengadukan apa yang mamanya itu lakukan. “Sayang, nanti kita bikin lagi. Tapi yang laki-laki biar Mama nggak menguasai terus. Lihat deh, masa aku cuma dikasih waktu lima menit, dapatnya cuma foto-foto ini aja!” adu Nathan sembari menunjukkan foto-foto hasil bidikan kameranya.


Sheren memperhatikan satu demi satu foto yang berhasil suaminya dapatkan. Putrinya itu memang benar-benar cantik meski sedang tertidur.

__ADS_1


“Aku baru saja lahiran, Mas. Mana boleh langsung bikin.” Manik mata Sheren terus memperhatikan gambar sang putri yang ada di layar ponsel Nathan. “Si Ucup harus puasa makan donat, Mas,” kata Sheren sambil berbisik. Tentu saja dia masih punya malu untuk tidak mengatakan dengan suara keras.


Suara bisikan Sheren itu, nyatanya justru membangkitkan sesuatu di balik celana Nathan. Ya, suara Sheren yang terdengar sekksi tentu saja membuat laki-laki itu menginginkan sesuatu yang harus ditahan.


“Nggak sepenuhnya puasa, 'kan? Masih bisa bantu pakai tangan, 'kan?” balas Nathan dengan suara berbisik pula.


Seketika itu, wajah Sheren bersemu kemerahan. Melihat wajah polos suaminya yang tidak mampu menahan gejolak asmara, membuat wanita itu tersipu. “Kamu apaan sih, Mas. Aku baru aja lahiran loh!”


Mendengar pujian dari sang suami, Sheren pun mengalihkan pandangan pada sang putri yang kini ada dalam kekuasaan sang mertua.


“Tapi kata semua orang dia mirip kamu.” Wanita itu mengerucutkan bibir yang membuat Nathan semakin merasa gemas dengannya.


“Tahun depan kita bikin lagi yang mirip kamu, tapi cewek ya,” usul Nathan yang kemudian mengedipkan mata dengan genit.

__ADS_1


Tidak berapa lama, Papa Winata muncul sembari membawakan beberapa hadiah untuk cucu pertamanya. “Papa sudah pesankan perhiasan ini dari lama. Akhirnya, keturutan juga punya cucu perempuan.”


Hadiah yang Papa Winata bawa berupa gelang, cincin, anting, dan juga kalung emas bertabur berlian yang sengaja laki-laki itu pesan setelah temannya menebak bahwa cucunya akan lahir perempuan.


“Konferensi pers gimana, Pa? Katanya Papa mau bikin konferensi pers buat umumin kelahiran cucu kita,” kata Mama Lita sembari membuka perhiasan yang suaminya bawa.


Sheren dan Nathan selaku orang tua bayi hanya bisa melongo karena obrolan kakek dan nenek baru yang terlalu antusias menyambut kelahiran bayi cantik bernama Shena itu.


“Mama sama Papa bahas apa sih, Mas? Kenapa pakai konferensi pers segala?” tanya Sheren kebingungan.


“Shena itu bukti kalau aku bukan pria impoten, Sayang. Ya, mungkin Mama sama Papa ingin membalas omongan buruk di luar sana dengan mengumumkan kelahiran anak kita.”


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋💋 bau bau tamat udah kecium belum 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2