Hasrat Tuan Impoten

Hasrat Tuan Impoten
HTI # Bab 54


__ADS_3

Kehamilan pertama Sheren ini memang membawa kebahagiaan yang sangat besar, terutama bagi Nathan. Semenjak hamil, imajinasi Sheren sepertinya sangat menguntungkan bagi Ucup, ya seperti halnya saat ini. Kedua calon orang tua itu baru pulang dari kantor demi mewujudkan keinginan Sheren yang tiba-tiba ingin bermain asmara di kantor.


Sekarang, saat melihat bangunan hotel yang mereka lewati, Sheren juga mempunyai keinginan yang terang-terangan ia ucapkan pada Nathan.


“Aku itu cuma mau manja-manjaan sama suamiku, Mas. Bukan lagi mengkhayal main sama OB. Memangnya kamu mau pakai seragam OB begitu? Nggak malu?” tanya Sheren sambil membuang muka dan kembali fokus menatap ke luar jendela.


“Ya enggak sih, Sayang. Aku pikir kamu tadi berimajinasi lagi. Sebagai seorang suami yang baik kan aku mau wujudkan imajinasimu,” jawab Nathan sambil garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.


“Iya berimajinasi sih, tapi bukan yang kayak tadi. Aku mau dimanja-manja saja seharian. Mau dilayani kayak ratu sama kamu. Mas Nathan mau, ‘kan?” Sheren memainkan kelopak matanya berkedip-kedip merayu suaminya yang sejak tadi fokus mengemudi.


Nathan mana bisa menolak keinginan wanita yang kini hidup di hatinya itu. Sembari menghela napas berat, laki-laki itu akhirnya menyetujui keinginan istrinya.


“Iya, Sayang. Enggak usah tunggu di hotel, sekarang pun juga kamu aku ratukan,” balas Nathan sambil mengusap rambut Sheren dengan sayang.


Sheren wanita yang sangat simpel. Hal kecil seperti itu saja sudah membuatnya bahagia dan merasa beruntung karena sudah menjadi istri seorang Nathan Arga Winata.

__ADS_1


**


**


Kehamilan Sheren sudah memasuki usia tiga bulan. Selama hamil itu, memang hormon yang dia rasakan tidak banyak berubah, selain menjadi wanita yang lebih manja saja.


Sheren tidak mengalami mual dan muntah layaknya wanita hamil biasanya, justru Nathan yang merasakan semua penyiksaan itu. Alhasil, tubuh Sheren kini kian padat berisi karena semua yang dia makan akan diterima dengan baik oleh tubuh dan bayinya.


Sore ini, Nathan dan Sheren sedang ada janji untuk bermain golf bersama salah seorang klien Nathan yang berasal dari negeri gingseng, Korea Selatan. Nathan yang berperawakan tinggi, berkulit putih dan memiliki bentuk mata yang bulat dan besar membuatnya mirip seperti artis-artis dari negeri gingseng itu. Tentu saja hal itu membuat Sheren merasa bangga memiliki suami yang tampan.


Sayangnya, ketampanan Nathan itu juga menjadi satu ujian bagi Sheren. Ternyata kedi golf yang menemani klien Nathan itu adalah seseorang di masa lalu yang pernah menguji Ucup di atas ranjang. Meski wanita itu tidak berani menyapa Nathan seperti Angel dulu, tapi Sheren bisa menangkap gelagat aneh yang disembunyikan oleh Nathan dan teman wanitanya itu.


“Dia Mr. Park, Sayang. Apa kamu belum tahu namanya?” Nathan malah bertanya balik. Laki-laki itu tidak menyadari bahwa yang menjadi objek pembahasan Sheren adalah wanita cantik yang sejak tadi mencuri-curi senyum dengannya.


“Bukan Mr. Park, tapi Caddy golf yang nemenin Mr. Park itu siapa? Kenapa dari tadi curi-curi pandang terus sama kamu?” jelas Sheren dengan mata melotot.

__ADS_1


Sheren memang mulai mencintai Nathan, ditambah lagi hormon kehamilan yang membuatnya begitu sensitif terhadap hal-hal kecil, termasuk perubahan ekspresi wajah suaminya yang tiba-tiba berubah setelah bertemu dengan wanita yang kini masih ada di sekitar mereka.


Nathan meminta izin pada kliennya untuk berbicara berdua dengan sang istri.


“Kamu cemburu, Sayang?” tanya Nathan sambil menyentuh dagu Sheren yang kini menatapnya dengan kesal.


Sheren melirik ke arah wanita yang memakai seragam kedi alias pramugolf itu. Lalu dia mengalihkan pandangan menatap suaminya. “Jujur saja jangan muter-muter, jangan-jangan dia kenal Ucup juga?” tanya Sheren dengan cemberut.


Wanita itu juga tidak mengerti kenapa dia bisa semarah ini padahal jelas-jelas wanita itu dan suaminya tidak terlibat sentuhan fisik seperti saat kejadian dengan Angel dulu. Namun, bukannya menyudahi intimidasinya, Sheren malah melanjutkan tuduhannya itu. Malu dan gengsi sekali. Biarlah kehamilannya akan menjadi alasan jika nanti dia kalah berargumen dengan Nathan.


Saat Sheren masih menunggu jawaban suaminya itu, Nathan malah mencium bibirnya dengan sangat lembut di tengah-tengah lapangan golf yang tentu saja bisa dilihat banyak orang, termasuk kliennya dan para kedi itu.


Nathan sedang berusaha menjawab semua kecurigaan dan kecemburuan Sheren dengan aksi langsung, bukannya malah menjelaskan dengan omongan yang manis saja.


**

__ADS_1


**


Awas ya Cup, salah ngomong bisa fatal loh akibatnya. Minta kembang kopi sama vote dulu gih 💋💋💋


__ADS_2