Hasrat Tuan Impoten

Hasrat Tuan Impoten
HTI | Bab 60


__ADS_3

Nasib sial sepertinya memang sedang menimpa Nathan. Laki-laki itu telah dijatuhi hukuman berpuasa selama dua minggu akibat dari kemunculan dua wanita yang pernah berperan untuk mencoba kemampuan Ucup. Namun, meski hukuman sudah dijatuhkan, dia masih bisa mengucapkan pembelaannya yang mungkin bisa meringankan hukuman yang telah diberikan oleh istrinya.


“Sayang, apa kamu tidak mau mendengarkan dulu penjelasanku? Aku tidak sepenuhnya bersalah loh!” kata Nathan yang kini mulai fokus menyetir.


Sheren pura-pura tidak mendengar. Dia sibuk mengunyah martabak keju itu sendiri tanpa berniat membaginya dengan sang suami. Hatinya yang sudah terlanjur terbakar cemburu membuat ibu hamil itu tak mau dengar penjelasan suaminya.


“Sebenarnya, yang jadi kedi itu nggak sampai lihat dan pegang langsung kok, cuma dari luar aja! Jadi, jangan dianggap hukuman yang, Sayang!” pinta Nathan yang terus berusaha menjelaskan.


Laki-laki itu benar-benar tidak rela dan tidak yakin bisa kuat jika harus menahan diri untuk tidak menikmati donat istrinya. Karena itulah, segala cara akan Nathan lakukan untuk mendapatkan remisi dari ibu negara.


“Dia juga nggak nyebut apa-apa kan tadi. Say hai juga enggak, kan Sayang? Please dong jangan marah!”


Sekuat hati Nathan berusaha merayu sang istri, tapi tetap saja Sheren yang terlalu sensitif memilih mengabaikan sang suami.


Mobil yang mereka tumpangi terus melaju sampai akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Keduanya langsung mencari keberadaan Scarlett dan yang lainnya.


Dari kejauhan, Nando adik Sheren melambaikan tangan agar Sheren dan Nathan menghampirinya.


“Nando, gimana keadaan Scarlett?” tanya Sheren pada sang adik yang entah bagaimana bisa ikut ke rumah sakit.

__ADS_1


Ayah Sheren dan ibu tirinya terlihat tegang dan sepertinya berselisih dengan orang tua Kenzo.


“Dia sudah masuk ruang operasi, Kak. Bayinya harus segera diselamatkan katanya,” jawab adik Sheren dan Scarlett itu.


Nathan malah sibuk memperhatikan sekeliling, takut ada yang tiba-tiba muncul. Masalahnya bukan karena waspada dengan kejahatan yang mungkin mengintai, tapi Nathan takut ada yang tiba-tiba mengenalnya dan parahnya jika mengaku mengenal Ucup.


Dua minggu dihukum saja aku nggak kuat, apalagi kalau nambah lagi. Semoga saja di sini aman.


Sheren melirik ayah dan ibu tirinya. Mereka tampak masih membicarakan hal yang sangat serius.


“Papa sama Mama kenapa?” tanya Sheren sambil terus memperhatikan papanya dari jarak jauh.


Nando menoleh pada tiga manusia dewasa yang masih berseteru itu. Laki-laki yang masih menimba ilmu di bangku kuliah itu menghela napas dengan berat sebelum akhirnya menjawab pertanyaan sang kakak.


Sheren mengerti, Nando sedang di posisi yang tidak baik. Namun, yang lebih membuatnya tak habis pikir adalah sikap Scarlett yang tidak pernah berubah.


“Udah, kamu pulang aja Nando. Biar ini jadi urusan mereka. Apa pun yang menimpa Scarlett nantinya itu karena ulahnya sendiri.”


**

__ADS_1


**


Sheren benar-benar menghukum Nathan dan Ucup. Wanita itu sengaja menggoda suaminya dengan memakai pakaian seksi yang menantang.


Tentu saja hal itu membuat Nathan kian tersiksa. Disuguhi makanan lezat, tapi disentuh dengan ujung jari saja tidak bisa.


Sepanjang malam, Nathan tidak bisa tidur dengan tenang. Biasanya, Sheren akan memanjakan Ucup dengan sentuhan-sentuhannya. Namun, karena masa hukuman ini, dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Hingga pagi tiba, Sheren masih terus menggoda Nathan. Wanita itu memasak dengan pakaian yang super ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah, ditambah dengan perut buncit yang mulai terlihat.


“Sayang, kenapa koleksi baju kamu keluar semua di masa hukuman aku!” keluh Nathan yang menarik kursi makan dan terlihat lesu.


Sheren sempat mengukir senyum sebelum akhirnya menoleh dengan wajah jutek. “Memangnya kenapa? Bukannya aku terlihat seeksi?” goda Sheren sambil mengusap perutnya yang mulai buncit.


Ucup yang selalu baper dengan pawangnya, kini sudah berdiri tegak dengan sempurna. “Sayang, jangan menyiksaku!”


Jika saja tidak ingat istrinya yang galak, Nathan pasti akan langsung menerkam wanita hamil itu dan memangsanya.


***

__ADS_1


sory ya gaes kemarin gak updat,, lagi gak enak body, mau dibawa ke bengkel dulu, eh kang pijet maksudnya😆


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋💋


__ADS_2