
Ciuman tiba-tiba yang dilakukan oleh Nathan di tengah-tengah lapangan golf itu memang sukses membuat Sheren malu sampai ke ubun-ubun. Niatnya menginterogasi sang suami malah berujung adegan romantis yang sama sekali tidak ada dalam rencana dan pikiran Sheren.
“Mas, kok kamu cium aku di tengah lapangan gini sih?” tanya Sheren setelah ciumannya dengan Nathan terlepas.
Wanita itu terlihat sekali sedang malu-malu dengan pipi yang terasa menghangat. Hal itu nyatanya membuat Nathan semakin gemas dan akhirnya kembali mendaratkan sebuah ciuman yang lebih panas di bibir Sheren. Mau tidak mau Sheren ikut menikmati karena dia tidak bisa lari saat tengkuknya dipegang dengan kuat oleh Nathan.
Nathan semakin di luar kendali. Laki-laki itu semakin berbuat gila dengan mencium dan menghisap leher Sheren sambil memegangi pinggul ibu hamil itu.
“Mas, udah!” Sheren mendorong kuat tubuh suaminya hingga jatuh tersungkur. Dia menoleh ke sekitar dan melihat beberapa orang yang sedang memperhatikannya.
Nathan yang terjatuh malah meraih tangan Sheren dan menciumnya. “I love you!” ucap Nathan sembari senyum-senyum sambil menyerahkan rumput golf yang baru saja dicabutnya pada Sheren.
“Ih, kok rumput, Mas!” protes Sheren, tapi masih menerima pemberian suaminya yang dilakukan secara spontan itu.
__ADS_1
“Kamu tahu filosofinya rumput?” tanya Nathan sambil berdiri memperbaiki posisinya agar sejajar dengan sang istri.
“Apa?” Sheren memperhatikan beberapa batang rumput hidup yang diberikan oleh suaminya itu.
“Rumput itu mengajarkan kita tentang bagaimana menjadi tangguh dan mudah beradaptasi. Rumput mampu hidup dengan melewati berbagai macam pergantian musim yang ekstrim dan cuaca yang tidak menentu. Rumput bisa tumbuh di dataran tinggi, dataran rendah, dan di gurun pasir sekalipun. Karena itulah, aku ingin hubungan kita seperti rumput ini. Meski berkali-kali diinjak, dia tidak mudah mati,” jelas Nathan sembari mengulas senyum.
Mata bulatnya itu bersinar, membuat Sheren kian jatuh hati pada suaminya yang mengalami kelainan.
“Kamu bikin aku malu, Mas. Aku ke toilet dulu!” Sheren melarikan diri untuk menyembunyikan rona merah alami di wajahnya.
Kenzo yang kebetulan juga ada di lapangan golf itu menyaksikan langsung apa yang diperbuat oleh wanita yang dulu dia khianati cintanya.
“Sepertinya Sheren begitu bahagia sekarang. Dia yang aku khianati, tapi dia juga yang paling bahagia di antara kami. Sekarang aku harus menerima kenyataan bahwa aku telah memiliki Scarlett. Apakah aku dan Scarlett bisa bahagia seperti Sheren dan suaminya?” gumam Kenzo sembari memperhatikan mantan kekasihnya yang kini berjalan ke arahnya.
__ADS_1
Sheren terlalu bahagia, terlebih saat dia menginjak rumput di tanah lapang itu. Dia merasa percaya diri dan yakin, hubungannya dengan Nathan akan bertahan dalam situasi apa pun. Wanita itu terus berjalan menuju kantin dan tidak sadar bahwa ada sosok mantannya di sana.
“Sheren!” panggil Kenzo setelah Sheren selesai memesan minuman.
Tentu saja Sheren terkejut dengan kemunculan Kenzo di hadapannya. Dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu laki-laki yang kini menjadi iparnya itu.
“Oh, hai!” balas Sheren sekenanya. Dia tidak mau bersikap sombong dengan pura-pura tidak mengenal mantannya itu. Bagi Sheren, masa lalu mereka sudah berakhir dan sekarang hubungan mereka hanya sebatas saudara ipar saja.
“Sheren aku mau cerita sedikit tentang Scarlett, apa kamu mau mendengarku sebentar?”
***
Kembang kopinya jangan lupa 💋💋
__ADS_1
Info novel baru gaess 💋