
Satu minggu usai melahirkan, kondisi Scarlett mulai membaik. Meski dia masih harus duduk di kursi roda karena lumpuh, wanita itu akhirnya diperbolehkan untuk pulang.
“Ma, aku kayaknya pulang ke rumah Mama aja ya, Kenzo sepertinya sudah nggak peduli sama aku lagi,” kata Scarlett dengan lirih.
Wanita yang baru melahirkan seorang putra itu merasa sedih karena tidak ada suami atau pun anak yang menyambut kepulangannya dari rumah sakit. Dia bahkan tidak seberani dulu untuk mendapatkan haknya sebagai seorang ibu. Scarlett tidak bisa mengelak saat ibu mertuanya mengatakan bahwa sejak hamil, dia tidak pernah menyayangi Kenneth, karena memang yang dikatakan oleh ibu Kenzo itu memang benar adanya.
“Scarlett, apa kamu mau bicara sama Kenzo dulu, siapa tahu dia akan mengizinkan kamu tinggal bersamanya lagi,” ujar Nyonya Melisa yang mencoba menjadi ibu bijak.
Sebagai seorang ibu, tentu saja mama Scarlett itu merasa sedih karena putrinya tidak bisa berkumpul dengan suami dan anaknya. Padahal, kondisi Scarlett saat ini memang sungguh sangat menyedihkan.
Scarlett baru saja mengalami kecelakaan. Dia harus melahirkan bayinya dengan cara operasi dan sekarang kakinya juga lumpuh. Saat-saat seperti ini, seharusnya wanita itu mendapat dukungan moril dari orang-orang di sekitarnya, termasuk sang suami. Sayangnya, Scarlett tidak mendapatkan itu karena perbuatannya sendiri.
“Nggak, Ma. Kalau Kenzo peduli sama aku, dia pasti datang. Mungkin dia lagi sibuk cari ibu baru buat Kenneth,” tukas ibu Kenneth itu dengan pasrah.
Scarlett tidak lagi memikirkan nasib hubungannya dengan Kenzo. Dia sangat sadar bahwa Kenzo menikah dengannya hanya demi Kenneth dan laki-laki itu juga tidak pernah menaruh cinta padanya. Lalu, dengan keadaannya yang tidak lagi sempurna, tidak ada yang bisa Scarlett banggakan lagi, dan itu membuatnya merasa tidak akan bisa kembali bersanding dengan Kenzo.
“Apa kamu sudah siap berpisah dengan Kenneth dan Kenzo?” tanya Nyonya Melisa sambil mengusap rambut putrinya dengan lembut. Raut wajahnya yang sayu terlihat sekali bahwa mama Scarlett itu tidak tega melihat nasib sang putri yang sudah jatuh tertimpa tangga.
Scarlett mengulas senyum pahit. Dia tidak punya hak lagi untuk berharap. Selama dirawat di rumah sakit, Kenzo hanya sesekali menengoknya, dan saat putra mereka dibawa pergi, suaminya itu tidak pernah menjenguknya lagi, hanya sesekali mengirim pesan singkat pada Scarlett.
__ADS_1
“Aku sudah dibuang, Ma. Mama nggak lihat, aku lumpuh? Aku juga bukan ibu yang baik buat Kenneth. Aku cuma bisa berharap semoga Kenzo bisa menemukan wanita yang baik untuk menjadi ibu sambungnya Kenneth nanti,” ungkap Scarlett yang kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Wanita itu menangis tersedu menyesali apa yang telah terjadi. Walau bagaimanapun semua berawal karena kebodohannya sendiri. Hati Scarlett hanya dipenuhi dengan kebencian dan rasa iri pada saudari tirinya, sampai-sampai dia lupa bahwa dia juga beruntung memiliki suami dan mertua yang selalu peduli dengannya.
“Aku sudah jahat sama Sheren, Ma. Mungkin ini hukuman dan karma buat aku. Sekarang aku cuma bisa menyesal karena Kenzo dan Kenneth nggak akan perah kembali sama aku.”
Suara tangisan Scarlett terdengar pilu di telinga, bahkan punggungnya sampai bergetar hebat membuat seseorang yang sejak tadi memperhatikannya jadi merasa iba.
Tangan besar itu mulai mengusap punggung Scarlett membuat wanita itu merasakan gerakan tangannya. Sontak saja hal itu membuat Scarlett menoleh dan memperhatikan lekat-lekat wajah laki-laki yang sedang berdiri di belakangnya.
“Kamu mau pisah dari Kenneth? Kamu nggak mau belajar gendong dia?” tanya laki-laki yang merupakan suami Scarlett itu.
Kenzo memang diam-diam datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar bahwa wanita yang masih sah menjadi istrinya itu telah diperbolehkan pulang. Dia memang sengaja tidak mengunjungi Scarlett selama dirawat karena ingin memberikan ruang dan waktu untuk Scarlett memikirkan lagi perbuatannya selama ini.
Kenzo mengusap air mata Scarlett dan menatap wanita itu yang dinikahinya secara terpaksa. Dia lalu mengambil kursi dan duduk di samping Scarlett yang masih belum turun dari ranjang pasiennya.
Melihat menantu dan putrinya yang sepertinya butuh privasi, ibu dari Scarlett itu lalu meminta izin untuk meninggalkan mereka berdua. Wanita itu sangat berharap agar hubungan Scarlett dan Kenzo bisa lebih baik setelah mereka bicara dari hati ke hati.
“Kamu mau pulang ke rumah mamamu? Nggak mau pulang ke rumah kita ketemu Kenneth?” tanya Kenzo sembari mengusap lembut kepala Scarlett yang kini terlihat semakin kuyu.
__ADS_1
Scarlett menatap manik mata sang suami yang membuatnya kian merasa sedih. Wanita itu sama sekali tidak menyangka jika suaminya akan datang berkunjung meski saat ini dia sudah diperbolehkan pulang.
“Apa kamu akan mengajakku pulang? Kamu nggak ngusir aku dari rumah itu setelah Kenneth lahir?”
Scarlett tidak ingin berbesar kepala dengan mengira Kenzo datang menjemputnya, meski sebenarnya memang itulah tujuan laki-laki itu datang.
“Bukankah kamu masih menjadi istriku? Untuk apa aku mengusir ibu dari anakku, Scarlett? Aku hanya ingin memberi kamu waktu untuk memikirkan semuanya. Apa kamu sudah siap berubah demi Kenneth?”
Kenzo sendiri juga tidak merasa dirinya yang paling benar. Dia sadar bahwa sebenarnya dia juga sangat bersalah, oleh karena itulah Kenzo ingin memperbaiki diri bersama Scarlett yang sudah terlanjur dinikahinya.
Air bening kembali meluncur di pipi Scarlett. Meski dia belum mencintai Kenzo, tetapi dia sangat bersyukur jika laki-laki itu bersedia menerimanya kembali.
“Aku juga bukan suami yang sempurna, Scarlett. Tapi, melihat Kenneth, aku tahu dia sangat membutuhkan kamu, ibu kandungnya. Aku nggak mau egois, karena aku juga mau memberikan keluarga yang utuh untuk anak kita. Kamu mau 'kan pulang sama aku, ketemu Kenneth?”
Scarlett mengangguk sembari menahan tangis. Air matanya yang terus meleleh membuat wanita itu tidak bisa menyembunyikan lagi rasa bahagia bercampur rasa syukur yang saat ini dirasakannya.
“Makasih, Kenzo. Makasih udah mau kasih aku kesempatan,” ucap Scarlett di sela isak tangisnya.
Kenneth, mama akan ketemu kamu. Maafkan mama yang udah bikin kita berpisah. Mama nggak mau jauh-jauh dari kamu lagi, Sayang.
__ADS_1
***
Kembang kopinya jangan lupa.. Hari senin gaess bagi votenya ya 💋💋💋