Hasrat Tuan Impoten

Hasrat Tuan Impoten
HTI | Bab 75


__ADS_3

Scarlett ternyata sangat pintar memanjakan dan membahagiakan Kenzo, suaminya. Walau keadaannya sangat terbatas, tapi nyatanya tangan Scarlett saja mampu membuat Kenzo terbang melayang.


Sebagai pasangan suami istri, Scarlett dan Kenzo memang sudah sering melakukannya. Akan tetapi, semua itu mereka lalukan atas dasar kebutuhan saja, bukan karena saling cinta atau pun untuk mempererat hubungan.


Namun, berbeda dengan biasanya, kali ini Scarlett dan Kenzo melakukan semua itu dengan hati yang baru. Scarlett melakukannya karena sadar itu adalah kewajibannya sebagai istri. Mungkin karena itulah, Kenzo pun merasakan bahagia dan kepuasan yang luar biasa dibandingkan biasanya.


“Makasih ya, Sayang!” Sebuah kecupan sayang mendarat di kening Scarlett usai melakukan tugasnya dengan sangat baik.


Wanita itu tersenyum lebar sembari menatap mata laki-laki yang telah menjadi suaminya itu. Sekarang, dia baru sadar dari mana putranya mendapat mata yang sangat indah, ternyata itu dari Kenzo.


Belum sempat Scarlett membalas ungkapan Kenzo itu, tiba-tiba suara tangisan Kenneth mengalihkan perhatian keduanya. Dengan sigap Scarlett berusaha menggendong putranya yang tergeletak di sampingnya.


Melihat istrinya berusaha menggendong bayi dengan kesulitan, Kenzo pun sigap membantu. Keduanya terlihat kompak berusaha menenangkan buah cinta mereka.


“Aku panggil susternya dulu, Sayang. Kayaknya dia haus!” kata Kenzo yang kemudian bergegas keluar kamar untuk meminta bantuan pengasuh Kenneth.


Scarlett menatap putranya dengan bersalah. ASI-nya tidak mau keluar dan dia juga harus meminum obat untuk kakinya yang tidak diperkenankan untuk ibu menyuusui.


“Maafin Mama, Sayang. Mama nggak bisa kasih kamu makanan. Kamu pasti lapar, sabar sebentar ya, Sayang!”

__ADS_1


Scarlett benar-benar mendapat hukuman atas dosa-dosanya. Dia terus dihinggapi rasa bersalah yang membuatnya semakin sadar dan berusaha menjadi lebih baik.


Suara pintu kamar yang terbuka membuatnya menghapus air mata dengan cepat. Ibu mertuanya muncul bersama wanita yang biasa mengasuh Kenneth.


“Cucu Oma nangisnya kenceng banget!” oceh Mama Denna, mertua Scarlett.


Scarlett terpaksa membiarkan mertuanya mengambil alih sang putra karena dia sendiri tidak bisa berbuat lebih. Dia hanya bisa memandangi mertuanya yang sibuk menimang bayi itu, sedangkan pengasuh Kenneth sibuk membuatkan susu formula yang menjadi satu-satunya sumber makanan.


Aku merasa sangat canggung bersama Mama. Rasanya, aku menantu yang sangat tidak berguna sekali.


Tanpa bisa dicegah, air mata itu meluncur deras dari mata Scarlett. Namun, dengan cepat dia menghapusnya supaya tidak ada orang yang melihatnya.


Aku tahu, kamu ibu yang hebat Scarlett!


*


*


*

__ADS_1


Pagi ini, Sheren si ibu hamil paling beruntung, saat ini sedang menikmati sarapannya di restoran mewah yang ada di hotel tempatnya menginap. Mereka memesan banyak sekali menu dan pastinya bukan Nathan yang akan menghabiskan makanan-makanan itu.


“Kamu yakin bisa menghabiskan semuanya?” tanya Nathan ragu-ragu saat semua makanan yang Sheren pesan sudah terhidang di meja.


Sheren menatap makanan-makanan lezat itu dengan lapar. Dia mengangguk dan memastikan semuanya akan habis di mulutnya.


“Iya, aku yakin kok. Memangnya kamu mau ya, Mas?” tanya Sheren yang sebenarnya tidak yakin bisa merelakan makanan itu untuk suaminya.


“Enggak kok, Sayang. Kamu habiskan aja deh. Nanti kalau kurang boleh nambah,” jawab Nathan yang sama sekali tidak berminat dengan banyaknya makanan itu. Perutnya langsung terasa kenyang dengan sepotong roti dan kopi. Bisa-bisa dia mual saat mencoba memakannya.


“Oke. Siap, Pak Bos. Aku mau coba makan yang mana dulu ya!” Sheren mengetuk dagunya dengan jari telunjuk, tampak menimbang baik-baik makanan mana yang akan masuk ke mulutnya lebih dulu.


Sementara Nathan malah terpaku pada sosok yang terlihat tidak asing. Tiba-tiba, dia punya ide untuk unjuk kemesraan di depan sosok itu.


“Sayang, di sana ada Mr. Richard. Dia dulu pernah mengejek aku. Sekarang, bagaimana kalau aku pamerkan perut kamu yang mulai buncit, biar dia tahu aku tidak impoten!” ujar Nathan dengan tatapan sinis ke arah laki-laki yang sebenarnya adalah kliennya juga.


***


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2