
Rencana Nathan untuk bisa bermesraan dengan Sheren memang sudah gagal total. Laki-laki itu terpaksa tidur di ranjang yang sama dengan papanya. Semua terjadi karena mamanya yang memaksa dengan berbagai cara yang dimiliknya itu untuk bisa menciptakan rasa bersalah di hati Nathan.
Akhirnya, Nathan kesulitan untuk tidur karena tidur tanpa dekapan istri tercinta. Yang Nathan lakukan hanya memperhatikan wajah Sheren yang saat ini sudah tenggelam dalam mimpinya.
‘Nggak nyangka! Gadis yang memberiku keperawanan, juga memberikan lima puluh dolar padaku itu ternyata sekarang memberikan keturunan juga. Makasih Sheren, kamu yang terbaik!’
Cukup lama Nathan memandangi wajah cantik istrinya itu sampai dia pun bisa tidur dengan sendirinya.
***
Pagi-pagi sekali, Nathan terbangun karena perutnya terasa tidak nyaman. Dia semalam tidur cukup larut, mungkin karena itulah akhirnya Nathan mengalami mual-mual.
“Nathan! Kamu kenapa?” tanya Mama Lita yang ikut terbangun saat mendengar suara sang putra yang sedang muntah-muntah di kamar mandi.
Sheren masih tidur pulas dan sama sekali tidak terganggu dengan kehebohan yang sedang Nathan alami. Sementara mama mertuanya sedang sangat mengkhawatirkan sang putra saat ini.
“Perutku mual banget, Ma,” keluh Nathan setelah mengeluarkan seluruh isi yang ada dalam perutnya.
__ADS_1
“Kamu makan apa kemarin?” Mama Lita menatap sang putra yang terlihat pucat.
Bukannya menjawab pertanyaan sang ibu, Nathan malah berjalan cepat menuju sang istri yang masih berbaring di ranjang pasien. Calon ayah itu dengan cepat memeluk Sheren seolah telah lama tidak memeluknya.
Sheren yang terganggu pun akhirnya membuka mata secara perlahan. Wanita itu menggeliat, tapi Nathan dengan cepat memeluknya.
“Nathan, kok kamu malah ganggu Sheren tidur sih!” protes sang ibu dengan setengah berbisik.
Sheren kini telah membuka mata. Dia menoleh ke belakang pada sang suami yang sedang mendekapnya dengan erat.
“Aku mau peluk istri sama anakku bentar saja, Ma. Mama jangan ganggu dulu deh!” Nathan merasa tubuh Sheren membawa ketenangan untuknya, terutama rasa nyaman dari mual yang begitu menyiksa.
“Sudah kamu diem saja, aku lagi mual banget Sayang,” balas Nathan yang kian mengeratkan pelukannya.
“Aku yang hamil kok kamu yang mual.”
***
__ADS_1
Sementara itu, Scarlett yang kemarin baru mengadakan syukuran untuk bayinya, kini sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Wanita itu tidak perlu memasak pagi karena Kenzo memiliki banyak asisten rumah tangga yang siap melayaninya.
Namun, sepertinya Scarlett tidak beruntung dalam hal kasih sayang mertua. Ibu Kenzo terlihat sekali tidak menyukai wanita itu.
“Kenzo, kasih tau istrimu itu buat berhenti pakai kosmetik berlebihan. Dia itu lagi hamil, kandungan dalam kosmetiknya itu bisa membahayakan bayinya. Dia sebenarnya sayang nggak sih sama bayinya?” omel ibu Kenzo setelah memperhatikan penampilan Scarlet yang selalu memakai riasan di wajah.
Sebagai orang tua, ibu dari Kenzo itu sudah pernah memperingatkan pada Scarlett bahwa kosmetiknya itu berbahaya, tapi Scarlett hanya mengiyakan tanpa mau menuruti nasehat yang sebenarnya bagus.
“Kamu dengar yang mamaku bilang? Kalau kamu mau seenaknya sendiri, lebih baik kita pisah aja lah. Aku capek ngomongin kamu. Dikasih tahu yang bener tapi selalu aja susah buat ngerti.” Tatapan Kenzo pada Scarlett juga semakin membuat wanita itu tidak nyaman tinggal di rumah suaminya sendiri.
Scarlett suka hidup bebas tanpa tekanan. Namun, mertua dan suaminya ternyata sangat rumit baginya.
“Kamu juga Kenzo. Udah bagus pacarannya sama Sheren. Malah yang kamu hamili kakak tirinya yang pembangkang ini!”
***
Maaf Ma Kenzo hilap!
__ADS_1
Kembang kopinya jangan lupa ya gaess . Vote juga dong 💋💋🌝