Hasrat Tuan Impoten

Hasrat Tuan Impoten
HTI | Bab 59


__ADS_3

Rifana, gadis cantik dengan tubuh proporsional itu sukses membuat Nathan ketar-ketir. Pasalnya, dia adalah teman lama Nathan di SMA yang sempat mengenal Ucup juga.


Rifana adalah gadis pertama yang mengetahui bahwa Nathan memiliki kelemahan. Dia juga sempat mengejek suami Sheren itu dan mengatakan bahwa dia tidak akan memiliki keturunan.


“Dia ini siapa, Mas?” tanya Sheren yang saat ini masih berusaha berpikir positif tentang suaminya. Meski dalam hati ada rasa khawatir juga, takut kalau suaminya benar-benar mengenal gadis itu dan parahnya jika dia juga mengenal Ucup.


Nathan cengar-cengir menahan gugup. Mau bicara jujur, takut Sheren salah paham, kalau tidak jujur pasti akan lebih fatal.


Sambil melirik Rifana, Nathan pun akhirnya menjawab, “Teman SMA, Sayang.”


“Yakin cuma teman?” sahut Rifana yang mulai memahami gelagat aneh dari Nathan. Dia tahu bahwa laki-laki itu sedang dilanda cemas karena ada istrinya.


“Ya, teman spesial,” balas Nathan. “Tapi, itu kan dulu, udah lama banget. Kamu ke sini mau cari apa, Rif?” tanya Nathan mengalihkan pembicaraan.


Rifana mengulas senyum sambil melirik Sheren yang sepertinya menaruh sudah mulai curiga. “Aku lagi cari makan aja. Kamu sendiri?”


“Istriku lagi hamil dan pengen makan martabak keju.”


“Kamu perhatian banget, Than. Ternyata memang menikah itu bisa mengubah laki-laki ya, padahal dulu kamu mana mau antar-antar aku,” ungkap Rifana.

__ADS_1


Gadis itu ingin menunjukkan pada Sheren bahwa istri Nathan itu sangat beruntung memiliki Nathan, meskipun sebenarnya dia sendiri adalah bagian masa lalu Nathan yang terbilang kelam.


Nathan merasa lebih baik saat Rifana mengatakan hal itu. Dengan percaya dirinya yang telah kembali, Nathan merangkul pundak Sheren dengan bangga. “Ya, istriku sangat mengubah hidupku. Kamu tahulah aku dulu bagaimana, dan sekarang Sheren sangat melengkapi hidupku apalagi dengan kehamilannya yang menunjukkan kalau aku juga perkasa,” kata Nathan yang memang selalu percaya diri dan bangga dengan dirinya sendiri.


Rifana menunduk menyembunyikan tawanya. “Ya, aku tahu. Kamu sekarang sangat gagah!” Gadis itu menekankan kata gagah dan mengangkat kedua jari telunjuk dan tengahnya kanan kiri lalu memainkan keduanya, seolah sedang memberi tanda petik pada kalimat terakhirnya.


“Kalian sedang main kode-kodean ya?” tuduh Sheren yang sejak tadi diam, tetapi mengamati apa yang suaminya itu sembunyikan darinya.


“Em, aku ke sana dulu ya, mau beli sesuatu! Bye, Nathan, Sheren!” pamit gadis itu tak ingin berada di tengah keributan pasangan suami istri.


Selepas kepergian Rifana, Sheren dengan kesal menuju mobil. Dia menghentakkan kaki dengan kuat sebelum membuka pintu mobil.


Dengan cemas dan hati-hati, Nathan menyusul sang istri ke mobil dan menyiapkan hati. “Sayang.” Nathan meraih tangan Sheren yang sangat dicintainya. “Kamu marah?”


Sheren langsung menatap sang suami dengan dahi yang mengernyit. “Dia kenal Ucup juga?” Sheren langsung menuduh tanpa basa-basi. Hormon kehamilannya memang membuat wanita itu begitu sensitif, padahal dia sudah tahu bahwa suaminya adalah mantan Casanudin yang selalu gagal membuat adiknya bangun.


Habis sudah riwayatku. Kalau aku mengaku, pasti akan puasa seminggu.


“Jadi, dia itu sebenarnya ... hanya masa lalu, Sayang. Sudahlah jangan bahas ini. Aku takut anak kita ikutan stres kalau kamu mikir macam-macam terus,” kata Nathan yang sangat sulit mengakui dengan jujur apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Namun, sikap Nathan itu malah membuat Sheren makin kesal. Dia mengambil martabak keju yang baru dibelinya itu dan makan dengan lahap.


“Aku udah kasih makan anak kita, biar dia nggak stres lagi, biar dia sibuk makan nggak tahu kita ngomongin apa. Sekarang jawab, perempuan tadi siapa?” Sheren yang baru makan martabak keju itu masih menyisakan makanan di ujung bibirnya.


Wanita itu kalau sudah marah memang mirip macan betina, pikir Nathan.


“Sayang, kamu kan tahu aku dulu gimana. Si Ucup memang sudah diuji coba, dan salah satunya ya dia,” jawab Nathan yang lebih takut dengan tatapan mata sang istri.


“Jadi, dia salah satu dari sekian banyak yang kenal sama Ucup? Terus yang kedi golf tadi juga?”


Ternyata Sheren masih saja mengingat tentang wanita yang bekerja di lapangan golf yang tadi pagi mereka temui tanpa sengaja.


“Ya, padahal dia dulu nggak kerja di sana loh. Apes banget aku ya,” jawab Nathan sembari mengacak rambutnya frustrasi.


“Kalau gitu, hukumannya dua kali, Mas. Dua minggu puasa. Biar aja sampai ketahuan semua siapa mantannya Ucup baru bisa lunas hukumannya.”


Ya ampun, ibu hamil begini banget ya kalau sudah ngambek. Ancamannya selalu bawa-bawa Ucup. Maaf ya, Cup. Kayaknya kamu harus ileran sementara waktu, sampai yang punya donat nggak ngambek lagi.


***

__ADS_1


Maaf Than, aku disuap kembang kopi, katanya biar kamu puasa, mereka seneng Ucup kesiksa.💋


__ADS_2