
Dirga menyadari jika ia menyukai Kyara lebih dari seorang teman adik ke Kakaknya, Dirga menyukai Kyara layaknya seorang pria kepada seorang wanita. Menyukai di sini dalam artian berbeda, Ya Dirga terterik dengan Kakak dari temannya.
"Banyak sekali pria hebat di sekitar Kak Kya. Jika di banding dengan aku yang hanya bocah ingusan tentu saja berbeda level. Ya Tuhan, tidak bisakah kau rubah hati Kak Kya untuk menyukaiku, atau aku jangan terlalu berharap padanya. Aish ini sangat membuatku di lema." Dirga terus saja berbicara sendiri sepanjang perjalan menuju kampusnya, banyak hal yang harus ia pikirkan tapi pikirannya masih berpusat akan sosok wanita dewasa yang telah memenjarakan hatinya.
.
"Pak Mario, lain kali jika adik saya bersalah. Bapak boleh menghukumnya atau memberikan sangsi sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan terus-terusan menyeret saya dalam masalah mereka, saya juga banyak pekerjaan." Kyara tak mengerti dengan dosen killer di hadapannya, hal ini terjadi bukan sekali dua kali. Sudah banyak kali kesalahan yang Glora dan Freya lakukan tapi justru Kyara yang harus menyelesaikannya misalnya dengan makan siang atau pun makan malam, sungguh Kyara mulai jengah.
"Ayolah, Kyara jangan seformal ini padaku. Kita teman sekolah dulu." Mario berujar santai, beberapa kali pria itu makan bersama Kyara dan ia merasa sangat nyaman dengan wanita itu.
"Maaf Mario aku tidak bisa." Kyara beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruangan dosen itu, menyisakan Mario yang mengusap wajahnya frustasi.
"Bagai mana Kak?" Saat Kyara membuka pintu Glora sudah menodongnya dengan pertanyaan.
"Kau selesaikan masalahmu sendiri. Kakak harus pergi."
"Kakak." Freya tampak memelas.
"Ayolah. Sayang jangan seperti ini, kalian tidak kasihan pada Kakak?"
__ADS_1
"Kak, kami janji ini yang terakhir kali." Glora menampilkan petmohonannya.
"Ya sudah. Tapi minggu-minggu ini Kakak sibuk. Mungkin lain waktu." ucap Kyara pada akhirmya, ia tak tega melihat adiknya memelas seperti itu.
Di parkiran.
Dirga baru saja sampai, banyak maha siswi yang langsung mengerumuni mobil Dirga, ya pria muda itu selalu menjadi pusat perhatin, bukan hanya teman seangkatannya saja yang mengejar dan berebut perhatian darinya. Banyak juga di antara mereka yang merupakan kakak tingkat Dirga, kalian harus tau jika berondong kini tengah marak di masyarakat.
Kyara melihat kerumunan yang kebetulan tempat mobilnya terparkir.
"Astaga mereka sedang mengerumuni apa? Apa ada presiden atau ada boy band bts di sana, anak-anak remaja perempuan memang menggelikan. Perasaan aku gidak seperti itu saat madih remaja." Kyara menggelengkan kepalanya melihat kerumunan di sana.
Glora menghampiri Kyara. "Ada apa Kak?"
"Aku seperti melihat Dirga temanmu."
"Ya, itu memang Dirga Kak, sudah menjadi pemandangan biasa di sini jika Dirga banyak di krumuni oleh para gadis meskipun Dirga selalu bersikap dingin dan tak merespon." terang Glora lagi.
"Kalian menyingkirlah." Freya membelah kerumunan.
__ADS_1
"Permisi." Hanya satu kata mampu membuat para gadis berteriak histeris.
"Dirga. Marry me."
"Dirga merry me."
"Culik aku Dirga."
Berbagai macam siulan para gadis menggoda Dirga.
"Astaga Glora, kupingku terasa panas, mendengar godaan para gadis itu." Kyara menggosok telinganya yang terasa panas.
Kyara sudah membuka pintu mobilnya dan hendak memasukinya.
"Kakak." Dirga tiba-tiba mendekat. Remaja pria itu berhasil menepis kerumunan para gadis.
"Ada apa?" Kyara berdecak.
Dirga senyum-senyum tak jelas. "Kakak, i love you." setelah mengatakan itu Dirga berlalu meninggalkan Kyara yang berdiri mematung di pinghir mobilnya.
__ADS_1
"Apa pemuda itu baru saja menyatakan cinta padaku, di parkiran kampus romantis sekali." cebik Kyara, "Dasar Abegeh." tapi setelahnya Kyara tertawa geli merasa lucu dengan tingkah Dirga.