
"Kyara, apa keluargamu tau jika kau sudah menikah dengan putra bungsuku?" Kyara menggeleng pelankan kepalanya saat ibu mertuanya bertanya.
"Kau ini anak macam apa? masa kau menikah keluargamu tak tau?" Cibir ibu Dirga kembali.
"Namanya juga pernikahanku rahasia. Kami menikah dengan cara sembunyi-sembunyi laliu bagai mana keluargaku bisa mengetahuinya. Bahkan ibu saja baru tau jika kami sudah menikah." jawab Kyara datar.
Benar juga apa yang di katakan menantunya. Jika semua orang tau tentang pernikahan mereka namanya bukan pernikahan rahasia lagi. Ibu Dirga menyimpulkan jika menantunya ini adalah typical wanita yang tidak bisa di anggap remeh, di samping kaya raya Kyara juga seorang wanita yang cerdas.
"Dirga berhati-hatilah dengan hatimu. Karna hati yang sakit berawal dari hatimu yang tak hati-hati. Jika kalian memutuskan bersama Ibu bisa apa?" ucap Ibu Dirga pelan. Terdapat luka dan kekecewaan di nada bicaranya yang bergetar.
"Bu apa artinya ibu sudah merestui pernikahanku dan Kyara?" Dirga menghampiri wanita yang sudah melahirkannya.
"Ibu tak memiliki pilihan."
"Jika kau mau mendengarkan Ibu. Ibu ingin kau menyelesaikan pendidikanmu di luar Negri. Dan saat kau kembali ibu akan memberikan restu ibu padamu dan wanita pilihanmu."
__ADS_1
"Ibu tidak usah khawatir aku akan mencintai Dirga dengan sepenuh hatiku." Kyara menyentuh lengan mertuanya.
"Kyara sebenarnya bukan dirimu yang Ibu khawatirkan. Kau sudah dewasa dan daya berpikirmu juga luas pengalamanmu juga sudah banyak. Yang Ibu khawatirkan justru putra ibu sendiri." ujar Lemah ibu Dirga.
"Kau yau kan cara berpikir seorang remaja bagai mana? Siapa yang akan menjamin jika Dirga akan selamanya mencintaimu. Ibu khawatir suatu saat nanti Dirga akan menyakitimu. Ibu mohon tinggalkan Dirga." Ibu Dirga menggenggam tangan menantunya. Ia tau jika Kyara wanita yang baik meskipun tadi membuatnya kesal. Ibu Dirga sampai berlutut menginginkan Kyara menceraikan putranya. "Biarkan Dirga menyelesaikan pendidikan serta kariernya. Ibu mohon Kyara, jika kalian memang jodoh kalian akan kembali di pertemukan."
Kyara bungkam dengan pernyataan ibu mertuanya, benar juga apa yang di katakan ibu mertuanya. Dirga mengatakan seperti itu karna pria itu masih polos belum tentu juga Dirga akan berkata demikian jika pemuda itu sudah mengenal banyak wanita di luar sana.
"Ibu jangan berkata seperti itu. Sekarang aku sudah berkomitmen, aku sedang berada di pase menjaga dan mempertahankan rumah tanggaku. Aku tak akan mencari wanita lain bagiku cukup Kyara saja." Dirga memeluk ibunya. "Ibu istirahat saja di sini. Biar Dirga akan tidur di unit Kyara." Dirga berkata lembut.
Dirga dan Kyara kini berada di kamar mereka di unit Kyara.
"Sayang kita harus membicarakan ini pada keluargamu."
"Aku khawatir Mommyku akan menolak pernikahan kita." Kyara menatap sendu suami bocilnya. "Mommyku seorang yang keras kepala. Dia tidak akan mendengarkan alasan kita." ujar Kyara datar.
__ADS_1
"Pasti ada jalan keluar untuk kita tetap bersama."
"Dirga menurutku, kau harus menuruti apa kata ibumu. Kita perlu berpisah untuk sementara waktu." Kyara menegakkan duduknya juga membelai rahang suaminya yang di hiasi oleh bulu-bulu halus sepanjang rahang kokoh itu. Mata Dirga mengerjap beberapa kali, tak percaya jika Kyara berkata demikian setelah wanita itu mengatakan jika dia mencintainyanya juga.
"Apa sedari tadi kau membual Kyara? Beberapa waktu lalu Kau mengatakan mencintaiku dan ingin bersamaku." Dirga menatap nanar wajah sayu istrinya, terlihat menyimpan banyak beban dari pandangan itu.
"Aku tidak berbohong Dirga aku memang mencintaimu juga ingin bersamamu. Tapi kau juga harus tetap memperjuangkan masa depanmu. setidaknya kau harus melanjutkan pendidikan sesuai keinginan orang tuamu. Pergilah ke tempat yang menurut orangtuamu tepat. Aku akan menunggumu di sini." Kyara sungguh-sungguh dengan ucapannya. Jika nanti Dirga memang jodohnya pia muda itu akan kembali kedalam pelukannya. Dan bila jodoh mereka cukup sampai di sini Kyara akan berbesar hati melepas Dirga untuk kebahagiaan pria muda itu.
Kyara meraba hatinya. Seberapa ia mencintai pemuda itu, ia tak akan bisa mensndingi kekuatan cinta ibu mertuanya.
"Banggakan Ibumu juga Aku Dirga. Buktikan pada dunia jika aku bukan penghalang dari setiap mimpimu. Katakan pada semesta jika pernikahan kita bukan hambatan untuk kesuksesanmu." Kyara menyemangati Dirga di tengah kehancuran hatinya.
"Jika aku pergi sebentar, apa kau berjanji akan tetap menjadi istriku? Aku akan kembali pada rumahku sesungguhnya yaitu dirimu. Bersumpahlah kau akan menjadi istriku."
"Aku akan menunggumu pulang." ucap Kyara. "Dengan apapun keputusaanmu nanti." Kyara menelan kalimat terakhirnya berbarengaan dengan salivanya.
__ADS_1