
Dirga masih mengingat titik demi titik yang menjadi kelemahan Kyara. Diantara semuanya Kyara paling lemah antara sentuhan di sekitaran leher, juga sekitaran telinga. Di antara keduanya Kyara akan pasrah dan cepat bergairah.
Dirga menyentuh Kyara dengan kasar tidak selembut dulu. Pemuda itu bahkan menciptakan banyak tanda kepemilikan di tempat yang ia kehendaki.
Jika dulu Dirga tidak pernah meninggalkan jejak di tubuh Kyara, lain halnya kali ini. Pria dengan tato itu sangat bersemangat membuat tanda merah ke unguan di kulit putih Kyata.
"Apa ini bekas luka oprasi caesar saat melahirkan anak itu." Xander menghentikan kegiatannya menyusuri tubuh ranum Kyara di bekas luka yang ia temukan dan ia sentuh secara perlahan.
Kyara mengangguk. "Aku tidak perduli kau milik siapapun."
Saat penyatuan berlangsung baik Kyara maupun Xander sangat menikmati dan menghayati sentuhan demi sentuhan keduanya.
"Aku akan membuat pria itu meninggalkanmu." tekad kuat Xander.
Sampai pagi menjelang Xander baru akan pergi ke rumahnya. Ia aneh mengapa pria itu tidak pulang semalaman. "Kemana direktur Ars corp itu pergi." Xander bergunam sendiri sembari mengenakan pakaiannya.
"Astaga Kyara, apa selama enam tahun kau membiarkan setiap pria menyentuhmu? Sampai kau sama sekali tak menolak setiap sentuhanku semalam?" Xander menatap dalam Kyara yang masih terlelap ia tersenyum saat melihat maha karya yang ia buat semalam menggunakan mulutnya.
Xander membalutkan selimut pada tubuh mungil Kyara. "Kau sangat nikmat. Rasanya masih sama seperti dulu." Xander melu mat sekilas bibir Kyara sebelum meninggalkan kamar itu.
Sebelum berlalu Xander menyempatkan diri mengunjungi kamar bocah kecil putra Kyara.
"Bocah tampan, deandainya saja kau milikku. Tapi aku tak perduli kau anak siapa. Aku tetap akan menerimamu karna kau anak Kyara, anak dari wanita yang ku cintai. Aku akan menyayangimu." Xander mengecup dalam puncak kepala Gara.
"Papa." panggil Gara pelan. Xander semakin tersentak kaget saat Gara memeluk tangannya erat.
Xander berpikir jika anak kecil itu terbangun. Tapi ternyata Gara memeluk tangannya dengan mata yang masih terpejam. "Kau mengigau jagoaan!"
.
Kyara minta ijin pada saudaranya jika ia tidak bisa masuk bekerja karna akan pergi jalan-jalan bersama Gara dan istri Jasson.
__ADS_1
Sebagai saudara yang baik tentu saja Jasson memberi ijin saudarinya terlebih ia menyayangi keponakannya yang meminta di ajak jalan-jalan, jadi bukan masalah jika Kyara mengajukan cuti padanya.
Tok ... Tok ...
"Pak Tuan Xander Ivarez, mau bertemu."
Sang sekertaris berbalut baju minim bahan itu, mengabarkan jika Direktur Ivar corp itu ingin menemuinya.
"Di mana dia."
"Di luar pak."
"Suruh dia masuk."
"Baik Pak."
.
"Silahkan tuan Xander. Tuan Jasson sudah menunggu." Sekertaris muda itu mempersilahkan Xander untuk memasuki riangan atasannya.
"Menjauh dariku. Jika tak ingin ku ledakan kepalamu." Peringat Xander dengan tajam dan menakutkan, tak ada nada bercanda atau main-main dalam ucapannya.
seketika wanita itu menjauh, untuk menjaga jarak dari pria menyeramkan menurutnya tampan namun berbahaya pikir wanita itu.
Ceklek.
Jasson mempersilahkan tamunya untuk duduk.
"Ada gerangan apa yang membawa Tuan sampai kemari?" Jasson bertanya sopan ia tak ingin gegabah saat berbicara dengan iparnya ini.
"Aku sarankan kau mengganti sekertarismu." ucapnya pertama tama.
__ADS_1
Jasson diam membisu, ia tak berani menolak atau membantah bisa bisa jantungnya menjadi bolong di tangan Xander.
"Baik Tuan."
"Kemana kau pergi semalam?"
"Aku tidak kemanapun aku di rumah." ujar Jasdon tanpa curiga dan ia berkata jujur, setelah mengantarkan Kyara dan Gara ia langsung pulang ke rumahnya.
"Ceraikan istrimu."
"Apa maksudmu?"
Jasson naik pitam. Enak saja pria sialan ini menyuruhnya bercerai di saat ia sangat sopan pada pria itu. Dasar kurang ajar!
"Aku sudah tidur dengan istrimu semalam." ujar Xander enteng,
Sebenarnya yang Xander maksud adalah Kyara, berbeda dengan pikiran Jasson ia kira Xander tidur dengan Bella istrinya.
Katakan siapa suami yang akan diam jika seorang pria mengaku sudah meniduri istrinya, hanya suami idiot yang akan diam saja.
"Sialan.!!"
Bugg
Jasson melayangkan tinjunya pada rahang Xander.
Pria itu tidak bergeming dan menunjukan bukti jika ia sudah meniduri Kyara. Yang Xander pikir adalah istri Jasson.
"Ceraikan istrimu!"
Jasson menelan gumpalan ludahnya. Sialan dia salah paham!
__ADS_1
"Dia bukan istriku."
"APAAA?"