Hidden Berondong

Hidden Berondong
Aku tidak perduli


__ADS_3

"Kya, tau kah engkau? jika setiap doaku aku meminta pada tuhan agar ikatan kita tak pernah usai." Dirga mengatakan itu setelah selesai mengulang sesuatu yang menyenangkan untuknya.


"Aku tau aku tak bisa menahan langkah kakimu jika kau kau tak ingin lagi bersamaku. Aku juga tak memiliki alasan yang kuat untuk menahan kau agar tidak pergi. Tapi aku berharap tuhan berbaik hati sedikit padaku agar kau bisa tinggal bersamaku sangat lama, sampai aku tiada aku ingin kau tetap bersamaku." Entah mengapa Dirga sekarang serapuh itu, padahal sebelumnya ia tak pernah menajan siapapun untuk tetap bersamanya.


"Kita jalani saja takdir kita saat ini Dirga, jangan memikirkan apapun tentang nanti, kau harus percaya satu hal apapun yang aku lakukan nanti itu semua demi kebaikanmu, dan masa depanmu. Hiduplah dengan baik walau tak bersamaku kelak." Kyara mengatakan yang mungkin saja suatu saat nanti akan terjadi, ia tak ingin membuat Dirga berharap terlalu banyak padanya.


"Tidurlah. Masih ada waktu beberapa jam lagi sampai pagi nanti." Kyara menjatuhkan tubuh polosnya pada pelukan suaminya.


.


Dirga dan Xavier sepakat bertemu di salah saru caffe di pusat kota.

__ADS_1


"Ada apa Abang ingin bertemu denganku?" Dirga membuka lebih awal pembicaraan antara keduanya ia tak ingin terlalu lama berbasa-basi atau membuang banyak waktu.


"Aku tau kau sudah menikah dengan Kyara. Sejak kapan kau menjalin hubungan dengannya sampai nekad menikahi wanita dewasa yang liar seperti dia." Xavier menatap adik bungsunya sedangkan Dirga mengepalkan rapat kesepuluh jemarinya, Dirga tak terima saat ada orang yang secara terang-terangan mencibir istrinya. Tapi sebisa mungkin ia mengatur emosinya agar tetap stabil.


"Apa Kyara menjebakmu? Atau wanita itu menhancammu agar kau nikahi?"


Brakk


"Jaga batasan Abang saat berbicara tentang istriku!" Dari nada bicaranya jelas Dirga sangat marah pada Xavier.


"Kau marah karna tebakanku benar? Atau karna kau kau menyukai wanita penuh scandal itu." Xavier semakin menyulut amarahnya.

__ADS_1


Dirga berdiri dari duduknya, mendekati Xavier juga mencengkram kerah kemeja Xavier dengan erat, sampai jika terlepas cengkraman ith bisa di pastikan bekas sentuhan tangan Dirga akan menimbulkan kusut.


"Aku sudah memperingatkanmu. Aku memang menghormatimu sebagai Kakakku, tapi jika sekali lagi kau berbicara buruk tentang istriku, aku tak segan untuk melayangkan tinjuku di wajah tegasmu itu." Xavier hanya tersenyum sinis, sepertinya Dirga sudah benar-benar terperangkap oleh jerat wanita cantik itu.


Xavier melepas paksa cengkraman Dirga. "Bagian mana dari kalimatku yang menurutmu memburukan Kyara? Kau harus tau Kyara memang seburuk itu. Aku mengenalnya sudah lebih dari tujuh belas tahun, tidak terhitung lagi berapa pria yang sudah menghabiskan malam dengannya. Kau hanya di perdaya Dirga sadarlah!" Xavier mengguncang tubuh kekar adiknya.


Ingin sekali Xavier mengatakan jika dirinya juga sudah pernah menghabiskan malam dengan Kyara, Xavier juga tau bagai mana liarnya Kyara saat di atas ranjang. Dan Ia mengira jika Kyara sudah menjebak Dirga hanya untuk membalas dendam pada Xavier. Karna kekerasan yang Xavier lakukan tempo hari. Sebagai seorang Kakak Xavier hanya ingin melindungi adiknya agar terlepas dari jerat iblis betina yang menjelma sebagai malaikat cantik.


"Aku tau Bang. Aku tau semua masa lalu Kyara, aku juga tau kalian pernah menghabiskan malam bersama. Tapi aku tidak perduli seperti apa masa lalu Kyara. Bagiku saat Kyara bersamaku lain lagi ceritanya. Dia milikku sekarang dan tentang masalalu aku tidak perduli. Kau dengar! Aku tidak perduli." Dirga berteriak di hadapan Xavier dan setelahnya dia mendorong tubuh Xavier sampai terjungkal ke belakang. Untung saja mereka berada di ruangan yang khus sehingga tidak ada yang mendengar keributan antara keduanya.


Dirga pergi dengan masih membawa amarah dalam dirinya.

__ADS_1


"Dirga, Sadarlah Dia hanya memanfaatkanmu. Dia hanya menganggapmu pion untuk balas dendam terhadapku." Xavier menyugar rambutnya kebelakang dengan rasa penyesalan. Seandainya kala itu Xavier tidak menggunakan tangannya untuk menyakiti Kyara, dia tidak akan sekhawatir ini pada adik bungsunya.


__ADS_2