Hidden Berondong

Hidden Berondong
Keras kepala


__ADS_3

Kyara terhanyut ia terhanyut melakukah hal-hal yang Kyara sukai. Entah kenapa malam ini dirinya seperti sedang di rasuki hal ghaib yang mengambil alih pikirannya


"Kak." Dirga mulai di lema antara menolak dan menerima perlakuan Kyara yang tanpa permisi menyentuhnya begitu saja, dari mulut Dirga bisa mengatakan tidak tapi hati dan pikirannya sangat menerima Kyara dengan baik, sungguh ini adalah hal yang pertama Dirga rasakan dari seseorang.


"Ah, ya seperti itu."


Dirga kembali diam, ia bingung akan perlakuannya sendiri sehingga ia memilih diam dan menikmati perlakuan kakak temannya itu.


Kyara tidak tahan ia ingin cepat-cepat menyelesaikan rasa penasarannya.


Kyara melakukan apapun yang ia sukai tanpa penolakan.


"Owgh, kakak."


"Enak? Hm" Kya bertanya dan langsung di angguki oleh pemuda itu.


"Mau yang lebih enak?"


Dirga mengangguk kembali. Kyara melancarkan seluruh kemampuannya untuk menyenangkan pemuda itu.


"Sudah, kak."


"Kak, jangan. Kak!"


Kyara memegang dan memimpin permainan.

__ADS_1


"Ahh,"


.


Meskipun Dirga adalah anak kota, tapi pria itu masih polos. Pria itu bahkan selalu di awasi oleh dua orang suruhan orangtuanya dan baru satu tahun ia bebas bergaul dengan teman-temannya.


Selesai, Kyara memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket oleh keringat, meninggalkan Dirga yang masih mengatur nafasnya sembari menatap langit-langit kamar.


Dirga baru tersadar jika dia baru saja mendapatkan tindakan tidak senonoh dari wanita dewasa.


"Hiks ... Hikss ... " Tangisannya terdengar pilu.


"Ada apa?" Kyara menghampiri pemuda polos itu.


"Apa yang harus kupertanggung jawabkan? Kita sama-sama menikmatinya." Kyara mengenakan pakaiannya.


Kyara terdiam untuk berpikir benar juga apa yang di katakan pemuda itu.


"Lalu kau ingin apa? Katakan nominalnya aku akan bertanggung jawab." Kyara membuka m-bakingnya dan menyodorkan ponsel pintarnya kehadapan pemuda itu. "Sekalian nomor rekening mu." ujarnya lagi.


"Murah sekali Kakak menghargai orang lain."


"Lalu kau ingin apa Dirga? Jika bukan uang."


"Kakak pikir aku pria murahan atau pria penggoda." bentak Dirga tidak terima.

__ADS_1


Kyara menghembuskan nafasnya kasar. "Lalu apa maumu?" ucap Kyara pada akhirnya.


"Nikahi aku!"


"Hah."


Tidak masuk akal, pikir Kyara bagai mana mungkin pemuda itu meminta untuk ia nikahi sedangkan umur pemuda itu terpaut jauh darinya. Kyara terus memutar otaknya agar menemukan jalan keluar yang lain selain pernikahan.


"Kau menjebakku?"


Kyara balik menatap geram pemuda bau minyak telon itu.


Dirga tidak terima jika ia di tuduh sedemikian rupa, oleh wanita dewasa di hadapannya sudah menodainya juga memfitnahnya.


"Apa sudah biasa bagimu meniduri orang lain dan memutar balikan faktanya? Kau sungguh tega. Kupikir wanita dewasa berpendidikan sepertimu tidak akan berbuat dzolim pada teman kedua adikmu." Dirga semakin mendrama ia tengah mencoba menyerang mental wanita di hadapannya.


"Katakan pertanggung jawaban lain selain pernikahan. Ini juga tidak sepenuhnya salahku." Kyara mulai menurunkan nada bicaranya, ia juga kasihan pada Dirga, pemuda itu terlihat menyedihkan di hadapannya.


"Aku tidak ingin pertanggung jawaban lain, aku ingin pernikahan." Dirga masih kekeh.


Kyara menyadari anak seudia Dirga sedang berada di pase keras kepala luar biasa. Lalu apa yang harus Kyara lakukan sungguh diapun merasa di lema luar biasa.


"Dasar kelas kepala."


"Nikahi aku." Dirga mengulang kata itu berkali-kali

__ADS_1


__ADS_2