Hidden Berondong

Hidden Berondong
Kelemahan


__ADS_3

"Ceraikan istrimu!"


Jasson menelan gumpalan ludahnya. Sialan dia salah paham!


"Dia bukan istriku."


"APAAA?"


"Jangan macam-mecam denganku Jasson! Atau aku akan meledakkan kepalamu sekarang juga." Xander sudah menodongkan senjata api di kening Jasson.


Rasa dingin dari moncong pistol itu menyapa dahi Jasson nyalinya menciut seketika. Akankan umurnya berakhir di tangan saudara iparnya sendiri.


"Dirga."


Panggil Jasson pelan ia sudah bergetar telapak tangan dan kakinya sudah berkeringat ia takut jika Xander nekad meledakan kepala cerdasnya.


"Sekali lagi kau menyebut nama itu. Aku akan benar-benar meledakan kepalamu."


"Ta-tapi." Jasson tergagap.


Dorr


Pyarr


Satu guci di ruangan itu pecah oleh suara tembakan. Untung saja ruangan Jasson kedap suara jika tidak maka akan banyak orang yang datang ke ruangan itu.

__ADS_1


"Kau menyangkal jika Kyara istrimu karna kau tak mau menceraikannya? Atau karna kau takut padaku?"


"Yang kedua lebih benar." ceplos Jasson. "Ma-maksudku, aku takut karna kau membawa senjata."


"Aku tak akan melukaimu jika kau menceraikan Kyara." Xander menatap tajam tubuh Jasson yang berdiri ketakutan di hadapannya.


"Kyara benar-benar bukan istriku. Harus berapa kali aku mengatakannya." Jasson mulai kesal tanpa sadar ia meninggikan suaranya.


"Perhatikan ucapanmu atau lidahmu akan ku potong dengan belati semalam."


"Ma-maaf."


"Jika Kyara bukan istrimu lalu kenapa kau memukulku tadi.?" Xander masih tak melepaskan tatapannya.


"Bella? Siapa dia?"


"Bella istriku. Apa kau tuli atau bodoh? Berulang kali aku mengatakannya. Menurutku rumor yang beredar itu salah mengatakan kau sangat cerdas. Nyatanya kau bodoh." Jasson berada di kekesalan tingkat dewa.


Xander diam memikirkan semuanya, benar juga apa yang di katakan Jasson padanya ia bodoh atau bagai mana? Atau justru William asistennya yang lebih bosoh memberikan informasi palsu pikir Jasson.


"Lalu siapa suami Kyara yang sebenarnya?"


"Kenapa kau bertanya padaku? Bukankah kau suami saudariku?" Akhirnya Jasson menceritakan apa yang ia ketahui tentang alasan Kyara tinggal di negara itu juga tentang bocah laki-laki yang memanggil Xander dengan sebutan Papa.


"Jadi Gara putraku?" ucap Xander berbinar, satu-satunya yang tak ia sesali dalam salah paham adalah karna Gara adalah putranya.

__ADS_1


"Ya, namanya Segara Alexander. Bahkan Kyara menyematkan namamu untuk putra kalian. Ketahuilah Dirga, maksudku Xander. Tidak sekalipun Kyara melupakanmu apa lagi mwncari penggantimu, dia sangat menyayangimu lebih dari yang kau tau. Pengorbanannya untuk hidupmu sangatlah besar, meski kau sia-siakan dengan cara ikut menghilang kemudian muncul dengan sosok yang baru." Jasson mengucapkan apapun yang ia ketahui.


"Di mana Kyara?"


"Dia sedang berjalan-jalan ke taman hiburan dengan keponakan juga istriku." Jasson menawarkan diri untuk menemani Jasson mencari Kyara.


"Bahkan Kyara nenunjukan potomu pada Gara. Kyara tak ingin putranya tak mengenal ayahnya. Kau tidak dengar semalam Gara menyebutmu Papa?"


"Aku mendengarnya Jasson. Hanya saja ku pikir Gara memanggil Papa itu padamu." ucap Xander terus terang.


"Dasar bodoh! Harusnya kau menghitung umur dan mencocokannya saat Kyara meninggalkanmu."


"Ku pikir Eill sudah berkata benar."


"Jangan terlalu mempercayai orang sekalipun orang yang kau percayai."


"Jangan mengajari aku. Aku sudah tau itu, bahkan Kyara saja dapat meninggalkanku." Xander mendengkus.


"Ayo kita cari Kyara." Ajak Xander kembali.


Tanpa mereka duga di ruangan itu tersimpan alat canggih berupa mikro kamera yang dapat merekam suara serta apapun yang di lakukan keduanya.


Orang di serbang sana tertawa terbahak-bahak.


"Xander wanita itu adalah kelemahanmu. Selama enam tahun aku mencari titik lemahmu. Akhirnya aku menemukannya Hahaha." Tawa itu menggema di sekitar orang itu.

__ADS_1


__ADS_2