Hidden Berondong

Hidden Berondong
Jangan menyangkal Sayang


__ADS_3

"Dirga jujur saja Ayah tak menyangka kau mampu berbuat sampai sejauh ini." Ayah Dirga mengusap wajahnya dengan frustasi.


Ia lalai sebagai seorang Ayah, Alexander merasa tidak dapat melindungi anak-anaknya. Sena yang hamil duluan sebelum pernikahan di langsunkan. Xavier juga anak tertuanya sampai saat ini belum memiliki istri di usia yang sangat matang 37 tahun. Tak jarang pria tua itu berpikir jika Xavier memiliki kelainan atau kata kasarnya seorang gay atau peminat sesama jenis sungguh Alexander tak bisa berpikir bersih, mengingat Xavier tak pernah mengenalkan seorang wanita kecuali Kyara. Ya Kyara yang kemarin di lamar Xavier, dan sekarang Dirga mengatakan Kyara itu istrinya. atau mungkinkan Xavier memang seorang yang belok.


Bisa sajakan Xavier bekerja sama dengan Kyara hanya untuk menutupi aib putra sulungnya. Sungguh Alexander di buat sakit jantung oleh ketiga anaknnya.


Dan apa lagi sekarang. Dirga putra bungsunya yang hari ini genap berumur dua puluh tahun mengaku sudah menikah dengan tunangan Xavier selama tiga bulan lebih katakan jika Dirga dan Kyara kali ini tengah melucu. Hah, tapi nampaknya Dirga bersungguh-sungguh dengan ucapannya.


"Maaf Ayah ini semua salah Dirga." Dirga menunduk.


Dirga menyadari ini berawal dari dirinya, seandainya saja Dirga tidak menuntut pertanggung jawaban berupa pernikahan pada Kyara, dan memaafkan serta melupakan kejadian malam itu seperti yang Kyara katakan mungkin semuanya tak akan serumit ini. Tapi apalah dayanya, ia hanya seorang remaja yang selalu berpikir sederhana, seligas juga karna ia yang haus dan membutuhkan kasih sayang dari orang lain.


"Katakan dengan Ibu apa kau menghamili Kyara?" Ibunya kini mendekat ke arah putranya. Berusaha bersikaf lembut agar Dirga mau berbicara jujur padanya.

__ADS_1


Ibu Mely melupakan sejenak amarah dan rasa kecewanya pada putra srmata wayangnya. Ia lebih tertarik akan pengakuan putrannya. Dion dan Sena hanya menjadi pendengar, sedangkan Elga sudah di bawa ke kamar tamu oleh pengasuhnya.


"Tidak Bu. Kyara tidak hamil, sampai sekarang ia belum mengandung anakku." Dirga kini berani menatap ibunya. Dirga juga membawa Kyara untuk ikut duduk di sisi sebelahnya.


"Lalu kenapa kau menikahinya?" Ibu Dirga berkata lembut. "Jangan takut Ibu tak akan menghakimu. Ibu hanya ingin tau jawaban jujur darimu." sebisa mungkin Mely menekan egoisnya hanya agar putranya berkata jujur, sebenarnya ia juga tak yakin bisa bersikaf seramah ini setelah Dirga berkata jujur padanya.


Tidak langsung menjawab Dirga melirik kearah Kyara yang tampak datar tanpa ekspresi. Tak ada sedikitpun riak di wajahnya. Tapi Dirga jika itu adalah usaha Kyara mrnyembunyikan ketegangannya. Tangan dan Kaki Kyara terlihat sedikit bergetar.


"Katakan saja yang sebenarnya Dirga." Ujar Kyara pasrah.


"Kami pernah tidur bersama sebelum menikah." Cicit Dirga. Ia tidak menyalahkan Kyara apa lagi menyudutkan wanita yang ia sukai.


"Kau mabuk atau Kyara mabuk?" tanya ibunya kembali. Berharap jika Dirga akan mengatakan iya. Tapi sepertinya Ibu Mely harus menelan kekecewaan saat Dirga menggelelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kami melakukannya atas dasar suka sama suka." Dirga akhirny kembali berdusta. Benar kata pepatah sekali kau berbohong maka akan ada kebohongan yang selanjutnya demi menutupi kebohonganmu yang lain.


"Kau bercanda?"


"Aku serius Bu. Aku pria normal aku sangat menyukai konten yang berbau dewasa. Apa lagi soal ranjang gaya kesukaanku adalah women on top." Dirga dengan polos mengakuinya.


"Dirga.!!!" Semua orang seketika memekik dan menatap Dirga dengan tatapan kesal.


Hanya Kyara yang tersedak ludahnya sendiri, apalagi semua orang kini menatap dirinya denhan tatapan horor.


"Apa aku tidak melakukan apapun." Elak Kyara.


"Jangan menyangkal Sayang."

__ADS_1


"Oh, Kyara kau sudah sukses mencemari otak adik iparku yang suci." Dion menatap geli pada teman kuliahnya dulu.


__ADS_2