
Disinilah Xander, dan William berada di salah satu gedung yang tampak kosong dan terbengkalai dari luar namun siapa yang menyangka jika di dalam gedung itu terdapat sebuah markas salah satu klan mafia di negara itu.
Seorang pria berkepala pelontos adalah pimpinan dari klan bernama Dragon itu, sebut saja namanya Rodex pria bermata manik abu itu masih terlihat gagah meski umurnya sudah menginjak angka empat puluh tahun.
Tidak hanya para pria yang berada di gedung itu, ada juga banyak wanita penghibur di sana. Xander meyakini mereka kini tengah berpesta atas keberhasilannya menangkap anak dari musuhnya.
Xander dan ank buahnya yang menyerang tidak lebih dari dua belas orang. Semuanya orang terlatih juga sangat tangkas dalam memainkan berbagai senjata. Tidak hanya itu kesepuluh anak buah yang Xander bawa juga sangat ahli dalam merakit bahan peledak.
Mereka sudah menempel banyak peledak di beberapa titik gedung itu.
Tempat ini adalah tempat terahasia klan Dragon, sayang keberadaannya telah di ketahui Xander dari anak buah Rodex yang tertangkap oleh pasukannya.
Sebenarnya ada dua anak buah Rodex yang tertangkap, sayang satu di antaranya lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan menggigit lidahnya sendiri.
Xander terlebih dahulu mencari keberadaan putranya sebelum bertindak lebih jauh.
Biadab!!! Rodex merusak mental bocah yang beru berusia lima tahun lebih empat bulan itu dengan cara mempertontonkan langsung kegiatan se ks sual pada anak di bawah umur itu. Bahkan tangan Gara sampai di ikat agar bocah itu dapat menyaksikan adegan tak senonoh itu.
"Mama, Papa. Tolong Gala ..." Segara menangis dengan terisak isak-isak.
__ADS_1
Tidak cukup sampai di situ, beberapa orang anak buah Rodek menghampiri Segara dan menela njangi bocah itu, memanksa Segara untuk membuka mulutnya, dan menjejalkan benda terkutuk para durjana itu. Bakan mereka menumpahkan cairan menjijikan di tubuh dan mulut Segara.
Bayangkan saja mulut mungil dari bocah lima tahun itu di paksa menganga dan meng ulum beberapa benda orang dewasa, dua wanita dewasa juga menghampiri bocah mungil itu, mereka turut merusak mental Segara dengan beberapa adegan tak layak. Beruntung belum sempat Segara mendapat tindakan pen cab ulan William berhasil menemukan segara dengan ke adaan mengenaskan.
"Biadabbb!!!" William secara membabi buta menghilangkan nyawa demi nyawa yang berada di sana. Pria dan wanita berjumlah enam orang. Dua di antaranya adalah wanita.
Segara menyaksikan dan merekam dengan jelas apa yang terjadi padanya, ia juga sangat mengingat bagaimana seoran pria menolongnya dan membunuh banyak orang. Menggunakan belati di tangannya.
"Nak bertahan, Papamu pasti menemukanmu." ucap William ia segera menyeka cairan yang memenuhi tubuh boval itu, sudut bibir bocah tampan itu juga terluka.
William sudah memberikan tanda pada bosnya jika ia sudah menemukan Segara.
Setelah membunuh semua orang William membuka ikatan Segara, baru selesai William membuka ikatan itu.
Dorr ...
Kepala William sudah di tembak dari arah samping, seketika William tak bernyawa dengan mata melotot.
Pria berkepala botak itu tertawa terbahak-bahak. Dengan tawa yang jencang menggema ke sudut ruangan.
__ADS_1
Rodex juga membuang pistolnya ke arah ranjang dan mendeka bocah mungil yang hanya terdiam di hadapan mayat William.
Rodex berjungkok dan menoyor kepala kecil segara. "Bagaimana? Kau menikmati pertunjukanku." Rodex kembali tertawa.
Tanpa perhitungan apapun, Segara menatap Rodex dan Blesh...
Segara menancapkan belati kecil di bola mata Rodex, sampai pria botak itu berteriak kesakitan, dengan belati yang menancap keras di matanya, entah bagai mana cara Segara menancapkannya sampai belati itu tidak dapat ia cabut kembali.
Ternyata diam-diam segara mengambil belati di tangan William yang tidak bernyawa, ya belati yang William pergunakan untuk membunuh keenam orang itu, serta memotong tali yang mengikat tangan mungil Gara.
Segara segera berlari ke arah ranjang dan Dorr ...
"Ini untuk, pahlawanku yang kau bunuh." ucap Segara.
Tak ada raut sedih atau apatun kali ini, Segara segera mengenakan pakaiannya dan ia bersembunyi di belakang pintu saat mendengar derap langkah kaki.
"William." Xander kehilanhan kata-kata saat kaki tangannya tergeletak kaku dan tak bernyawa. Xander mengusap mata Will yang terbuka, sampai mata itu tertutup.
"Aku, akan mengenang pengorbanau Will, aku bersumpah akan menyayangi putrimu seperti anakku sendiri." Untuk beberapa saat Xander terduduk sebelum kemudian,
__ADS_1
"Segara."
"Papa ... Aku di sini." cicit Gara pelan.