Hidden Berondong

Hidden Berondong
Kedua alasannya benar


__ADS_3

Setelah bertemu Dirga Xavier hendak menemui Kyara di ruangan wanita itu.


Tokk ... Tokk ...


"Masuk." sahut Kyara dari dalam ruangannya.


"Kyara. Aku mau berbicara denganmu."


"Apa yang ingin kau bicarakan Xavier? Aku sudah menuruti keinginanmu. Lalu sekarang apa lagi?" Kyara di buat jengkel luar biasa oleh pria dewasa itu.


"Ceraikan Dirga!"


Dua kata itu sukses membuat Kyara beranjak dari kursi kebesarannya.

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Kyara berhenti berlakon dihadapanku. Aku tau kau menikahi adikku hanya agar kau bisa melukaiku kan? Kau boleh melakukan apapun padaku, tapi tolong bebaskan adik kecilku dia tidak tak bersalah Kyara." Xavier menge rang. Kyara diam sejenak, apa yang di katakan Xavier tentang barusan? Xavier mengira Kyara menikah dengan Dirga karna dendam pada Xavier. Kekanan!


"Aku menyukai adikmu Xavier, sifatnya yang hangat, perhatian, juga permainan ranjangnya setiap saat membuatku terbuai. Rugi sekali aku melepas adikmu. Bukankah kau selalu menyuruhku bertobat dari duniaku yang liar? Aku sudah melakukannya Xavier. Adikmu mengalihkan duniaku." Kyara semakin terkekeh di sela omong kosongnya.


"Dia juga seorang yang penyayang. Tangannya yang kekar di usianya yang masih belasan selalu dia lakukan untuk memanjakan tubuh tua ini. Aku rasa aku harus menemui ibumu untuk bertanya, benarkah kau dan Dirga bersaudara? Sifat kalian sungguh berbeda, tapi aku menyukai anak ibu mertua versi bungsunya." Kyara tertawa terbahak-bahak.


Tadinya Kyara berencana setelah memiliki bayi ia akan secepatnya melepas pemuda polos seperti Dirga, tapi setelah tau jika Xavier sepertinya ketakutan dan tertekan karna ulahnya menikahi Dirga ia jadi berkeinginan memaikan sedikit permainan untuk membuat syok terapi pada Xavier. Meskipun Kyara tidak dendam pada pria itu lalu apa salahnya jika sedikt bermain-main dengan pria ringan tangan itu. Baginya kapan lagi membuat Xavier pria batu tanpa ekspresi yang kejam terlihat tak berdaya seperti itu adalah kesenangan baru untuknya.


"Kau yakin? Tapi sepertinya jika aku menceraikannya sekarang, Dirga akan sangat terpuruk, kau tidak tau seberapa besar pria muda itu mencintaiku." percaya diri sekali Kyara mengatakan itu. Karna memang faktanya seperti itu.


"Kyara bayangkan jika hal terjadi pada adik laki-lakimu Jason atau Nicho, bayangkan pula jika orang tuaku mengetahui status kalian yang sudah menikah." Xavier kehabisan akal untuk membujuk wanita dewasa di hadapannya.

__ADS_1


"Aku membebaskan adikku memilih pasangan mereka, jika adik laki-lakiku ingin tidak masalah sekalipun wanita yang mereka nikahi adalah nenek-nenek. Mengenai orang tuamu aku rasa tidak masalah. Aku adalah menantu yang baik, ayah ibumu sangat berharap aku menjadi menantunya bukan?" Kyara semakin senang melihat ekspresi yang di tunjukan Xavier padanya.


"Kyara."


"Sudah lah. Xavier sebaiknya kau rahasiahkan juga pernikahanku." Kyara berujar ringan. "Oh ya aku memberimu waktu sampai besok untuk membatalkan pertunangan kita."


"Kyara ceraikan adikku. Mari menikah denganku!"


"Hahaha. Kau bercanda tuan Xavier?" Kyara tertawa terbahak.


"Aku serius tidak bercanda Kyara. Aku juga menyukaimu terlepas dari apa yang terjadi di antara kalian." Ucap Xavier sunghuh-sungguh, dan menyurutkan senyum dan tawa Kyara seketika.


"Aku tak masalah menikahi janda adikku." Tak ada nada bercanda apa lagi main-main dengan ucapannya.

__ADS_1


"Apa sebenarnya tujuanmu menyuruhku berpisah dari Dirga? Kau yang menyukaiku karna merasa tertantang oleh Dirga atau kau khwatir aku menjadikan Dirga sebagai ajang balas dendamku padamu." Kyara mrmincingkan matanya.


"Kedua alasannya benar Kyara."


__ADS_2