
Seiring berjalannya waktu Xander kini menjelma menjadi seorang pria dewasa yang sangat di takuti dan di segani baik dalam dunia bisnis maupun di dunia gelap.
Tidak mudah bagi Xander untuk berada di puncak kejayaannya saat ini, setelah kematian ayah angkatnya banyak dari kalangan mafia lain yang menyerang klan mafianya. Untung saja keberuntungan masih berpihak padanya.
Beberapa kali Xanderhampir merengan nyawa, benar apa yang di katakan Rex Ivarez nyawa adalah mainan di dunia bawah tanah, apalagi bagian punggung dan bagian belakang Xander di hiasi oleh berbagai nekas luka, dari sayatan juga tembakan pernah menyapa dirinya.
Tangan kanan Xander kini di penuhi dengan ukiran tato seakan melambangan keliaran dan kelihaian dirinya di antara setiap klan mafia yang tersebar di penjuru Eropa.
Tak terhitung lagi berapa nyawa yang melayang oleh keganasan Xander, tapi bisa di pastikan mereka yang neregang nyawa du tangannya adalah orang yang berdosa padanya. Tapi berbeda halnya dengan rumor yang beredar di antara kalangan atas. Jika Xander adalah mafia berdarah dingin yang kerap kali menghabisi nyawa orang yang menyenggol urusannya.
Sebenarnya ada plus minus dari rumor itu untuk Xander dan klan mafia yang ia pimpin. Pengusaha maupun pelaku kriminal lain sangat berhati-hati saat berurusan dengannya. Sedangkan minusnya Xander kerap kali kesulitan untuk mencari informasi.
Seiring berjalannya waktu pula Xander tidak lagi terpacu pada Kyara saja ia sudah bisa berdamai dengan hatinya sendiri. Tapi siapa yang mampu menebak isi hati pria dingin itu.
.
"Kyara, gawat Kyara, ini gawat." Jasson tiba-tiba masuk keruangan saudarinya yang menjabat sebagai kepala manager.
"Ada apa Jass?" tanya Kyara yang melihat wajah saudaranya sangat pucat juga dengan keringan yang mengembun di dahi pria itu.
__ADS_1
"Aku salah langkah Kyara. Kupikir yang bekerja sama dengan perusahan kita bukan Tuan Xander Ivares. Sehingga aku berani menanamkan modal yang cukup besar pada pembangunan mall baru itu. Dan Tuan Xander juga melakukan hal yang sama, tapi siapa yang menduga jika bencana alam akan terjadi dan meluluh lantahkan semuanya sehingga membuat tuan Ivarez dangat murka." Jasson sangat frustasi dengan apa yang terjadi padanya.
"Kau kenapa ceroboh sekali Jass." Kyara memaki saudaranya, ia juga mendengar rumor yang beredar jika pria bernama Xander itu terkenal kejam dan tanpa perasaan tidak ada maaf bagi pria itu.
"Aku juga tidak menduga jika akan ada bencana alam Kya." Jasson membela diri.
Ya harusnya sih tidak ada yang akan menuntut ganti rugi padanya ini bukan kesalahannya semua terjadi karna bencana alam ia juga di rugikan di sini.
"Kya temui tuan Xander ya. Ku mohon, semoga saja dia berbaik hati pada kita, jiga yang menemuinya adalah seorang wanita." Jasson tetlihat memohon, pada saudarinya, ia dudah kehabisan akal dan ia tak berani menemui Ivarez secara langsung.
"Aku harus menjemput Gara dari sekolahnya Jasson."
Segara Alexander. Nama itu yang di sematkan Kyara pada putra satu-satunya. Buah cintanya dengan Dirga, yang sampai saat ini pria itu tidak di ketahui keberadaannya.
Meskipun Kyara selalu menangis saat mengingat pria itu, yang sampai saat ini bersetatus masih menjadi suaminya, karna Dirga tidak menandatangani surat cerainya. Tapi hidup tetap harus berjalan bukan. Ia sebisa mungkin menutup lukanya di hadapan putranya. Kyara percaya jika Dirga masi jodohnya tuhan akan mengembalikan pria itu padanya.
"Temui Xander! Aku permisi untuk menjemput Gara." Jasson berlalu dari hadapan Kyara.
.
__ADS_1
Di sini lah Kyara berada, di sebuah ruangan bersama asisten Xander. Setelah sebelumnya Will asisten Xander mengeruk pintu.
Pria yang di maksud Xander sendiri membelakangi Kyara dan asisten Xander itu.
"Pak. Yang datang bukan Direktur Ars corp. Direkturnya berhalangan hadir, dan di wakilkan oleh orang lain." Ucap Will dengan nada sopan.
"Suruh perwakilan itu kembali, dan ajukan ganti rugi dua kali lipat, jika perusahaannya ingin masih boroprasi."
Deg
Kyara terkejut!
Bukan karna pengajuan ganti rugi yang nominalnya tidak sedikit, melainkan lebih terkejut dengan suara berat dan tegas itu. Kyara mengenali suara itu adalah milik pria yang selalu ia sebut dalam doa setiap malam menjelang tidurnya.
"Dirga." cicitnya pelan.
Deg, tidak hanya Kyara. Sekarang Dirga sama terkejutnya. Ini mimpi atau nyata, tak ingin berlama-lama Dirga berbalik menghadap tamunya. Selama enam tahun tidak bertemu Kyara tak lantas Ia bisa melupakan Kyara semudah itu.
Baik Dirga maupun Kyara hanya diam beberapa waktu, dengan massa yang tidak mereka hitung. Keduanya sama-sama terkejut.
__ADS_1
Ada rindu, kebencian juga kecewa di sorot pria berhiaskan tato di tangan kanannya itu.